KAWASAN Tiban di Batam menjadi sorotan serius Ditlantas Polda Kepri terkait tingginya potensi kecelakaan di jalur tersebut. Untuk mengurangi risiko, pihak kepolisian bersama instansi terkait tengah merancang sejumlah langkah, termasuk pembangunan jalur penyelamatan dan pemasangan rambu lalu lintas.
Kombes Andhika Bayu, Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, menyatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan penerapan jalur penyelamatan mirip yang ada di Jawa.
“Jika ada jalan turunan, biasanya ada jalur penyelamatan yang sedikit menanjak. Kami akan kaji kemungkinan ini di Batam, khususnya di Tiban,” katanya.
Andhika menambahkan bahwa Satlantas Polresta Barelang telah diarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam serta pihak terkait lainnya untuk menangani jalur rawan kecelakaan ini.
Pemasangan rambu peringatan juga menjadi fokus utama.
“Koordinasi terus dilakukan antara Satlantas dan Dishub. Kami berharap langkah konkret dapat segera terwujud,” imbuhnya.
Di samping perbaikan infrastruktur, Ditlantas Polda Kepri juga meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan, terutama yang belum memenuhi uji kelayakan. Bersama Dishub, mereka melakukan pengecekan untuk memastikan kendaraan tersebut laik jalan.
“Kendaraan yang tidak memenuhi syarat tidak boleh beroperasi. Kami melakukan pemeriksaan langsung ke perusahaan angkutan,” tegas Andhika.
Untuk jangka pendek, polisi telah mendatangi perusahaan ekspedisi secara langsung untuk memeriksa kendaraan dan memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara.
“Kami mengingatkan para pengemudi untuk mengutamakan keselamatan. Sosialisasi dan edukasi lalu lintas terus kami lakukan,” tambahnya.
Terkait penegakan hukum, Andhika menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberlakukan sesuai peraturan yang ada.
“Ini demi keselamatan bersama,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintasi jalur rawan di Tiban dan berharap Dishub segera melengkapi fasilitas penunjang seperti rambu lalu lintas di area tersebut.
“Saat ini, blind spot yang paling berbahaya memang masih ada di kawasan Tiban,” tutupnya.
(dha)


