HARGA tiket pesawat domestik menjelang Lebaran 2026 meningkat drastis. Di Batam pada Rabu, 11 Maret 2026 kemarin, menunjukkan harga tiket dari Batam ke Medan dan Padang mencapai belasan juta rupiah.
Untuk keberangkatan pada Jumat, 13 Maret 2026, tiket kelas Business Garuda Indonesia dari Batam ke Medan mencapai Rp 19.184.200 per orang. Calon penumpang bahkan harus transit di Jakarta dengan total waktu perjalanan hingga 15 jam. Ironisnya, untuk rute Batam ke Padang pada 14 Maret 2026, penumpang malah diarahkan untuk transit di Kuala Lumpur, Malaysia, di mana tiket kelas Economy dijual seharga Rp 3,6 juta dengan waktu tempuh 8 jam 45 menit.
Penumpang diwajibkan membawa paspor karena status transit yang menyerupai perjalanan internasional. Ini bertentangan dengan klaim Bandara Hang Nadim Batam yang telah menyediakan 248 penerbangan ekstra selama periode mudik dari 13 hingga 30 Maret 2026.
Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, menyebut bahwa maskapai seperti Citilink, Super Air Jet, Lion Air, dan Sriwijaya Air telah mengajukan penambahan jadwal, tetapi hal ini tidak berpengaruh pada harga tiket. Masyarakat kelas menengah ke bawah kini dihadapkan pada pilihan yang sulit: membayar harga tinggi, transit ke luar negeri, atau membatalkan rencana mudik.
Publik pun mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah. Regulasi dianggap tidak berpihak kepada masyarakat, karena masalah harga tiket yang mahal terus berulang setiap tahun tanpa ada solusi yang jelas.
(dha)


