Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sindikat Judi Online Libatkan WNA Kembali Dibongkar di Batam
    1 jam lalu
    Sasar Pengguna Kendaraan Bermotor, BPTD Kepri Gelar Razia Gabungan
    3 jam lalu
    Dua Orang Anak Meninggal Dunia, Tenggelam di Waduk
    18 jam lalu
    BP Batam Pulihkan Bekas Lahan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan KKOP
    20 jam lalu
    Polisi Razia Knalpot Brong, Balap Liar, dan Kendaraan Tak Laik Jalan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
    14 jam lalu
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    1 hari lalu
    5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
    1 hari lalu
    Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
    3 hari lalu
    “Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    1 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    1 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    1 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Madi, Pengrajin Sampan Teluk Lengung

Editor Redaksi 5 tahun lalu 3.7k disimak

MADI, pria paruh baya warga Kampung Tua Teluk Lengung, Kel. Kabil Kota Batam, memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai nelayan tradisional ditempat ia tinggal bersama keluarganya.

Selain mengais rejeki sebagai nelayan, Madi juga punya keahlian tambahan yakni sebagai pengrajin (pembuat) Sampan, sejenis perahu kecil yang terbuat dari papan kayu.

Madi dalam proses penyelesaian Sampan buatanya. Poto: @Gowest.id

Perahu jenis Sampan ini biasanya dipakai oleh warga sekitaran pantai sebagai sarana moda tranportasi angkutan orang ataupun barang.

Atau bisa juga digunakan oleh para nelayan, khususnya nelayan tradisional untuk melaut mencari ikan.

Kepada GoWest Indonesia yang menemuinya pada Sabtu (12/6) lalu, Madi bercerita, kemampuanya membuat Sampan bermula dari coba-coba, sekitar 3 tahun yang lalu.

Awalnya, ia yang juga punya keahlian dasar dibidang perkayuan (tukang kayu), hanya mampu memperbaiki Sampan yang sudah rusak, belum bisa membuat secara utuh.

Kru GoWest.id saat menemui Madi dilokasi pembuatan Sampanya di Kampung Tua Teluk Lengung. Poto: @GoWest.id

Lama-lama kebiasaanya memperbaiki sampan, mendorong ia untuk membuat secara utuh untuk dipake sendiri.

“Awalnya saya cuma bisa perbaiki saja. Lama-lama saya mencoba buat Sampan untuk dipake sendiri” tutur Madi.

Kemampuan Madi untuk membuat Sampan kayu, akhirnya tersebar juga ke masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Hingga pada akhirnya iapun kerap menerima orderan dari para nelayan Teluk Lengung.

“Lumayan pak buat nambah-nambah uang dapur. Apalagi kalau pas musim tak bisa melaut” kata Madi ketika ditanya penghasilanya dari membuat sampan.

Menurut Madi, proses membuat Sampan ukuran kecil (kapasitas 3 orang penumpang) membutuhkan waktu hampir setengah bulan (15 hari) pengerjaan.

Dibutuhkan waktu 15 hari untuk membuat Sampan sejenis ini. Poto: @GoWest.id

Mulai dari menghaluskan papan dinding sampan, batang kayu penopang, hingga tahapan finishing, ngecat dan lain-lain.

Dengan menggunakan alat-alat yang ia miliki, Madi mengerjakan pekerjaanya mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap harinya.

Terkait bahan baku, Madi menjelaskan untuk membuat sampan ia biasanya menggunakan bahan dari kayu meranti dan kayu lekam yang ia beli dari para pengumpul kayu dari pulau sekitarnya.

“Kalau bahan bakunya kami dapat dari pulau sekitar sini pak. Bisa kayu meranti, kalau yang mau bagus. Bisa juga pakai kayu kelam untuk yang biasa” jelasnya.

“Perbedaanya, kalau kayu meranti lebih tahan lama dari rayap. Harganya pun lebih mahal. Kalau kayu kelam, 6 bulan sekali harus melakukan perawatan dan harganya bisa lebih murah” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, lebih mudah membuat sampan dari bahan kayu meranti dibandingkan kayu kelam.

“Kayu kelam mudah retak atau belah saat proses membuat sampan. Kalau meranti lebih kuat dan lebih mudah membentuknya” ujar Madi.

Disinggung mengenai harga jual sampan yang ia produksi, menurut Madi, harganya bervariasi tergantung dari bahan kayu dan ukuran yang diorder.

Untuk ukuran yang kecil (kapasitas 3 penumpang) dengan bahan kayu lekam, harganya berksiar Rp 3 juta. Kalau ukuran besar dan bahanya beda, harganyapun berbeda.

Dari harga jual tersebut, Madi mendapatkan keuntungan bersih rata-rata 1 sampai 1,5 juta rupiah.

*(zhr/GoWest)

Kaitan kota, Pengrajin Sampan, Teluk lengung, top
Redaksi 19 Juni 2021 19 Juni 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya BP Batam Bangun Container Yard di Atas Lahan Seluas Enam Hektar
Artikel Selanjutnya Mengapa Hard Disk Utama Komputer Selalu Huruf “C”?

APA YANG BARU?

Sindikat Judi Online Libatkan WNA Kembali Dibongkar di Batam
Artikel 1 jam lalu 69 disimak
Sasar Pengguna Kendaraan Bermotor, BPTD Kepri Gelar Razia Gabungan
Artikel 3 jam lalu 63 disimak
Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
Pendidikan 14 jam lalu 82 disimak
Dua Orang Anak Meninggal Dunia, Tenggelam di Waduk
Artikel 18 jam lalu 174 disimak
BP Batam Pulihkan Bekas Lahan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan KKOP
Artikel 20 jam lalu 188 disimak

POPULER PEKAN INI

PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 6 hari lalu 720 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 6 hari lalu 680 disimak
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
Artikel 6 hari lalu 656 disimak
Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
Pendidikan 5 hari lalu 577 disimak
Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
Artikel 3 hari lalu 554 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?