BARU-baru ini aksi pencurian perangkat lampu lalu lintas (traffic light) kembali menghantui Kota Batam.
Dalam satu malam, komplotan pencuri berhasil melumpuhkan sejumlah persimpangan vital, mengakibatkan arus lalu lintas kacau dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Faisal Novrieco, mengungkapkan bahwa aksi ini kemungkinan dipicu oleh mahalnya harga komponen yang ada di traffic light, yang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap.
“Pelaku memburu kabel tembaga, modul controller, hingga perangkat kelistrikan lainnya. Mereka diduga sudah sangat terorganisir dan paham betul cara kerja sistem ini,” ujar Faisal saat dikonfirmasi, Jumat (27/03/2026).
Faisal menambahkan bahwa aksi penjarahan fasilitas publik ini bukan merupakan kejadian baru. Pihaknya mencatat adanya pola berulang yang biasanya terjadi menjelang atau saat hari besar.
“Biasanya intensitas pencurian meningkat saat momen libur panjang seperti Lebaran, Natal, atau Tahun Baru. Situasi sepi dimanfaatkan pelaku untuk beraksi,” tambahnya.
Ironisnya, aksi nekat komplotan ini di beberapa titik sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV). Rekaman tersebut kini menjadi bukti kunci bagi pihak berwenang.
Identitas pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang tersebut saat ini tengah dalam proses analisis mendalam.
Risiko Kecelakaan dan Kerusakan Fasilitas Umum Dampak dari raibnya komponen vital ini langsung dirasakan masyarakat.
Sejumlah lampu lalu lintas mati total, sementara sebagian lainnya hanya berkedip tanpa kendali (error). Kondisi ini menciptakan titik buta yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
Selain perangkat jalan, kerusakan fasilitas umum juga dilaporkan terjadi di kawasan Masjid Agung Batam Center pada waktu yang hampir bersamaan.
Kerusakan tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas komplotan yang sama di malam tersebut. Saat ini, Dishub Kota Batam telah melakukan langkah-langkah darurat yakni Melaporkan kejadian dan menyerahkan bukti CCTV untuk memburu para pelaku.
Melakukan pemulihan fungsi lampu lalu lintas agar arus kendaraan kembali normal serta Mengoptimalkan pengawasan CCTV dan meningkatkan frekuensi patroli rutin, terutama di titik-titik rawan.
Faisal juga mengajak partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga aset negara.
“Ini adalah fasilitas bersama yang dibangun untuk kenyamanan dan keselamatan warga. Jika melihat ada aktivitas mencurigakan di sekitar boks kontrol atau infrastruktur jalan, segera laporkan kepada pihak berwajib. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” tutupnya.
Sebagaimana yang diketahui, aksi pencurian ini terjadi hampir serentak pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Lokasi yang menjadi sasaran bukan titik sembarangan, melainkan area dengan volume kendaraan tinggi, di antaranya Simpang Calista, Simpang KDA, Lampu Merah Masjid Agung Batam Center dan Flyover Simpang Jam.
Berdasarkan pengecekan lapangan, para pelaku menggunakan pola yang terencana. Boks kontrol dibongkar secara paksa, panel dibiarkan terbuka dengan kabel-kabel yang menjuntai setelah komponen utamanya raib.
(*)


