Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemko Batam Canangkan Goro Massal Dukung Gerakan Indonesia ASRI
    5 jam lalu
    Harga Emas Antam di Batam Naik
    5 jam lalu
    Pelayanan Kardiologi Non-Bedah di RSBP Batam
    5 jam lalu
    Kemenkes RI Berikan Dukungan Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam
    10 jam lalu
    Harga Emas di Pegadaian Batam Turun
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Sekolah Vokasi Undip Studi Banding ke Poltek Batam
    6 jam lalu
    Ekon
    4 hari lalu
    MBG Saat Ramadan Untuk Siswa di Batam: Masih Tunggu Juknis
    1 minggu lalu
    Legenda Sepakbola Indonesia, Dede Sulaeman, Meninggal Saat Main Sepakbola
    2 minggu lalu
    Berhentilah Mengkritik!
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    4 hari lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    1 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    1 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 hari lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 minggu lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    1 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
    #ComingSoon Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Melacak Peradaban Tertua Dari DNA

Editor Admin 9 tahun lalu 1.6k disimak
Foto ilustrasi orang Papua : pixoto.com

PARA peneliti dari Nature Universitas Kopenhagen, menemukan indikasi yang menunjukkan peradaban tertua di dunia merujuk pada penduduk asli Australia dan Papua Nugini.

Menurut mereka, DNA dari orang-orang ini dapat ditelusuri kembali ke gelombang asli pemukim dari Afrika lebih dari 50 ribu tahun lalu.

“Mereka mungkin kelompok tertua di dunia yang dapat Anda hubungkan ke suatu tempat tertentu,” kata penulis utama dari studi baru di Nature Universitas Kopenhagen, Eske Willerslev dilansir laman Foxnews Senin (26/9).

Ia menemukan bahwa nenek moyang ini merupakan penduduk asli yang tiba di Sahul-a superkontinen yang mencakup Nugini, Australia, dan Tasmania antara 51 ribu dan 72 ribu tahun yang lalu. Bahkan penelitian menunjukkan mereka adalah orang-orang pertama yang menyeberangi lautan.

“Sekarang kami tahu keluarga mereka adalah orang-orang yang pertama yang melakukan penjelajahan,” kata Willerslev.

Para ilmuwan menggunakan jejak genetis terhadap manusia awal yang masih tersisa di DNA masyarakat modern di Papua Nugini dan Australia untuk merekonstruksi perjalanan nenek moyang mereka dari Afrika sekitar 72 ribu tahun yang lalu.

Sejumlah ahli tidak sependapat bahwa manusia non-Afrika sekarang adalah turunan dari penjelajah yang meninggalkan Afrika dalam gelombang migrasi besar-besaran puluhan ribu tahun lalu.


Penelitian terbaru mendukung hipotesis migrasi tunggal, yang mengatakan bahwa suku asli di Papua dan Australia merupakan keturunan dari para penjelajah dari Afrika sekitar 72.000 tahun lalu.


MELACAK jejak migrasi orang asli Papua dan Australia, ahli menemukan bukti bahwa sekitar 50 ribu tahun lalu mereka mencapai Sahul—superbenua yang dulu mencakup Papua Nugini, Australia dan Tasmania sebelum mereka dipisahkan oleh kenaikan permukaan air laut.

Foto : wikipedia.org
Foto peta ilustrasi benua Sahul : wikipedia.org

“Kami tidak tahu siapa orang-orang ini, tapi mereka adalah kerabat jauh dari Denisovan,” kata Professor Eske Willerslev yang sehari-hari mengajar di Cambridge University, seperti dilansir laman The Telegraph, Kamis (22/09/2016) lalu.

Penduduk asli Papua dan Australia bertemu dan saling kawin dengan ras yang tak diketahui, yang kemungkinan ada hubungannya dengan Denisovan Siberia, saat mereka bermigrasi meninggalkan Afrika. Seperti Neanderthals, Denisovan adalah sub-spesies yang sudah punah sejak ribuan tahun.

Berdasarkan penelitian, kerabat yang tak diketahui menyumbang 4% genom penduduk asli Australia. Sebelumnya, saintis menemukan kawin silang manusia prasejarah non-Afrika dengan DNA Neanderthal berkisar antara satu hingga enam persen.

Foto ilustrasi manusia neandhertal : nhm.ac.id
Foto ilustrasi manusia neandhertal : nhm.ac.id

Temuan riset menegaskan bahwa suku Aborogin Autralia adalah keturunan langsung dari orang yang mendiami benua tersebut sejak 50 ribu tahun lalu.

“Mereka kemungkinan kelompok tertua di dunia jika dikaitkan dengan tempat yang mereka diami,” kata Prof Willerslev.

Pada peneliti mengambil sampel air liur untuk melengkapi kode genetik, genom, sebanyak 83 warga  asli Australia dan 25 warga asli Papua Nugini, karena sisa-sisa fosil manusia pada periode awal tidak ditemukan. ***

Kaitan afrika, Australia, peradaban tertua, tes DNA
Admin 27 September 2016 27 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Akhir Kiprah Pencuri Berkolor di Medan
Artikel Selanjutnya Kenapa Shinta Bachir Yang Paling Mahal?

APA YANG BARU?

Pemko Batam Canangkan Goro Massal Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Artikel 5 jam lalu 63 disimak
Harga Emas Antam di Batam Naik
Artikel 5 jam lalu 115 disimak
Pelayanan Kardiologi Non-Bedah di RSBP Batam
Artikel 5 jam lalu 89 disimak
Sekolah Vokasi Undip Studi Banding ke Poltek Batam
Pendidikan 6 jam lalu 102 disimak
Kemenkes RI Berikan Dukungan Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam
Artikel 10 jam lalu 53 disimak

POPULER PEKAN INI

Cuaca Batam: Hujan Ringan dan Kelembapan Tinggi
Artikel 5 hari lalu 367 disimak
Khirani Winarti, Siswi SMAN 1 Batam yang Dilaporkan Hilang, Ada di Tanjung Uban
Artikel 2 hari lalu 288 disimak
Cuaca Kering dan Angin Kencang di Batam Diprediksi Hingga Februari
Artikel 2 hari lalu 267 disimak
Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
Wilayah 4 hari lalu 263 disimak
Kebakaran Hutan di Bintan: 4 Hektar Lahan Terbakar
Artikel 6 hari lalu 240 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?