Hubungi kami di

Budaya

“Mengajari Penari Makna & Jiwa Tarian” | Saat Ardi Bertemu Penari

ilham kurnia

Terbit

|

Kadisparbud Batam Ardiwinata saat mengajari penari, Foto : ist.

ADA makna dari tiap seni tari yang dibawakan. Begitu juga dengan aneka tarian yang ada di Kepulauan Riau.

————

MENURUT Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, para penari perlu memahami isi tarian yang dibawakan. Ia tak ingin, penari hanya lentur dalam gerak tari tanpa tahu apa yang tengah ditampilkan.

“Ini penting agar para penari benar-benar menjiwai dan bisa menyampaikan pesan dalam setiap gerak tari,” ujar Ardi saat mengajari beberapa penari, Kamis (17/9).

Ia mencontohkan dalam tarian “Sekapur Sirih”. Ardiwinata menekankan, para penari harus memahami keagungan dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan musik yang ditujukan bagi para tamu.

Bahkan, penari pun harus menyambut dengan hati yang putih dan muka yang jernih, demi menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu yang disambut dan dihormati tersebut.

“Tari ini menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat dalam menyambut tamu,” ujarnya.

Tak hanya gerakan, ia meminta penari juga memahami properti dan tata cara yang tepat dalam menyajikan sirih yang dipersembahkan untuk tamu kehormatan dalam sebuah acara.

Ia tak ingin, penari hanya formalitas menjalankan tugasnya semata, tanpa tahu apalagi memberikan makna.

“Ini perlu perhatian kita semua, kita tak ingin generasi muda nantinya tidak memahami ini,” kata dia.

Jika dilihat hanya sebatas penampilan tari, sambung dia, akan terlihat sangat sederhana. Namun, akan sangat bermakna jika semua orang, baik penari dan para tamu, memahami makna tersirat dalam sebuah tarian adat, khususnya di Batam.

“Gerakan dalam tari Sekapur Sirih mempunyai makna rasa syukur dan suka cita masyarakat atas kedatangan para tamu kehormatan yang datang ke tempat mereka,” kata dia.

Sebagai dinas yang membawahi ini semua, Ardi mengaku kerap melaksanakan pelatihan dan bimbingan bagi penari di Tanah Melayu ini. Ia berharap, para penari lebih paham dan tahu apa yang sedang disampaikan melalui tarian.

“Bagi sanggar-sanggar yang ada di Batam, saya minta tak hanya mengajarkan gerakan semata, tapi makna yang tersirat juga harus disampaikan,” ujarnya.

(*/nes)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook