PROVINSI Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,92% dan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,38% pada Mei 2026. Angka ini meningkat secara tahunan dibandingkan April 2026 yang berada di posisi 3,06% dan lebih tinggi dari rata-rata inflasi nasional (3,08%).
Berikut rincian data inflasi regional di wilayah Kepri, berdasarkan data BPS hingga semester 1 2026:
Wilayah dan Penyebab Utama (Data Mei 2026)
- Kota Batam: Inflasi tahunan (y-on-y) tercatat sebesar 3,99%. Kota ini menjadi penyumbang utama karena kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, tembakau, dan emas perhiasan.
- Kota Tanjungpinang: Mengalami inflasi tahunan yang cukup tinggi, tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Kepri.
- Komoditas Pendorong: Kenaikan harga cabai, bawang merah, telur, biaya transportasi/angkutan udara, dan emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar.
Tren Inflasi Bulanan Kepri 2026 (MtM)
- Januari 2026: Inflasi tercatat 2,94% (yoy)
- Februari 2026: Inflasi tercatat 3,54% (yoy)
- Maret 2026: Inflasi tercatat 3,23% (yoy)
- April 2026: Inflasi bulanan 0,43% (mtm) atau 3,06% (yoy)
- Mei 2026: Inflasi bulanan 0,38% (mtm) atau 3,92% (yoy)
Grafik tren inflasi tahunan (year-on-year) Provinsi Kepulauan Riau dari Januari hingga Mei 2026 menunjukkan pergerakan yang cenderung meningkat dengan puncak tertinggi di bulan Mei sebesar 3,92%.
Berikut adalah visualisasi grafiknya:

Keterangan Grafik:
- Titik Terendah: Terjadi pada Januari 2026 di angka 2,94%.
- Fluktuasi: Sempat melonjak di bulan Februari, kemudian melandai pada Maret dan April.
- Lonjakan Signifikan: Terjadi pada bulan Mei akibat berakhirnya masa panen raya komoditas bahan makanan pokok.
Tren Pergerakan Inflasi di beberapa wilayah
Batam
- Januari 2026: Tercatat sebesar 2,74% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,63.
- Februari 2026: Meningkat ke angka 3,13%.
- Maret 2026: Bertahan stabil di level 3,13%.
- April 2026: Naik kembali menjadi 3,26%, sempat memuncaki posisi tertinggi se-Kepri.
- Mei 2026: Melonjak tajam hingga menembus 3,99% dengan inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,33%.
Penyumbang Inflasi di Batam
Kenaikan inflasi di Batam sebagian besar dipicu oleh pengeluaran kelompok makanan dan transportasi:
- Hortikultura: Harga pangan seperti cabai merah dan tomat mengalami lonjakan akibat pergeseran musim panen.
- Energi & Logistik: Kenaikan harga bensin turut mendorong peningkatan biaya logistik barang masuk ke Batam.
- Logam Mulia: Tingginya harga emas perhiasan menjadi salah satu pemicu utama inflasi tahunan sejak awal tahun.
Tanjungpinang
- Januari 2026: Inflasi tahunan (y-on-y) berada di level tinggi sebesar 4,32% akibat tekanan kelompok perumahan dan utilitas rumah tangga.
- Februari 2026: Laju tahunan melonjak tajam hingga menyentuh angka 5,83%.
- Maret 2026: Mengalami deflasi bulanan sebesar 0,37% (m-to-m) karena penurunan harga cabai merah dan tiket angkutan udara. Namun, inflasi tahunannya (y-on-y) tetap bertahan tinggi di angka 3,98%.
- Mei 2026: Tekanan kembali naik dengan mencatatkan inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,59%. Angka inflasi bulanan ini menempatkan Tanjungpinang di bawah Karimun (0,63%) namun lebih tinggi dari Batam (0,33%).
Penyumbang Inflasi di Tanjungpinang
- Komoditas Pangan Pokok: Gejolak harga cabai merah, bawang merah, sayuran hortikultura, serta daging ayam ras akibat tantangan rantai pasok cuaca.
- Sektor Perumahan & Energi: Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil dominan pada awal tahun.
- Tiket Transportasi: Fluktuasi harga tiket angkutan udara secara musiman (seasonal) memengaruhi indeks pengeluaran kota secara berkala.
Karimun
- Januari – Februari: Tren awal tahun berada di level tinggi, di mana inflasi tahunan (y-on-y) Februari 2026 sempat menyentuh 4,13%.
- April: Mengalami perlambatan drastis hingga laju inflasi tahunan turun ke angka 1,00% dengan IHK 108,93 berkat kestabilan harga pasokan pokok pasca-Idulfitri.
- Mei: Mengalami lonjakan inflasi bulanan sebesar 0,63%, menjadikannya yang tertinggi di Kepri dibandingkan Kota Tanjungpinang (0,59%) dan Kota Batam (0,33%).
Penyumbang Inflasi di Karimun
- Bahan Pangan Segar: Kenaikan harga cabai, sayur-sayuran, dan bawang merah akibat pergeseran musim panen.
- Kelompok Pakaian & Alas Kaki: Sektor non-makanan ini menyumbang andil inflasi tahunan yang konsisten tinggi.
- Ketergantungan Logistik: Sebagai wilayah kepulauan, harga barang di Karimun sangat sensitif terhadap biaya transportasi laut dan udara.

(ham)


