Hubungi kami di

Berita

Merawat Hutan Mangrove Terbaik Di Dunia

Mike Wibisono

Terbit

|

HUTAN manrove (bakau) di lokasi ini menyimpan eksotisme dan keindahan tersendiri.

Kabupaten Kubu Raya memang menyimpan banyak potensi wisata alam. Salah satu wisata alam yang sangat digemari oleh pelancong baik dari dalam maupun luar negeri, yakni keindahan hutan mangrove milik mereka.

Mengutip laman Kuburayakab.go.id, potensi wisata alam tersebut bahkan menyabet predikat terbaik di dunia versi majalah Linkers Citilink Edisi Maret 2016 dan Ekspress Air Magazine.

bekantan

Hutan Mangrove Kubu Raya sebagai habitat hidup Bekantan

Melihat potensi alamnya menyandang predikat terbaik, Bupati Kubu Raya Rusman Ali merasa sangat bersyukur.

“Kami dari pemerintah Kubu Raya merasa sangat bersyukur karena pesona mangrove Kabupaten Kubu Raya memiliki daya tarik yang luar biasa. Saat ini mangrove Kubu Raya yang berada di kawasan Batu Ampar dan Kubu merupakan Mangrove Terbaik di Dunia untuk versi dua majalah maskapai penerbangan tersebut,” ujar Ali.

Ali mengajak ke seluruh masyarakat Kubu Raya untuk menjaga kebersihan serta kelestarian hutan mangrove yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

Hutan Mangrove Kubu Raya

Hutan Mangrove Kubu Raya

“Saya minta agar semua kita ikut menjaga dan memelihara keindahan alam hutan Mangrove Kubu Raya sebagai kekayaan kita. Hutan mangrove kita ternyata yang terbaik di dunia, dan ini kita harus jaga bersama-sama,” tuturnya.

Selain itu, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengungjung, dia juga menghimbau masyarakat Batu Ampar dan Kubu agar membantu dan memfasilitasi wisatawan yang berkunjung.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat di sekitar hutan Mangrove Kubu Raya, khususnya masyarakat Batu Ampar dan Kubu agar membantu dan memfasilitasi wisatawan yang berkunjung ke Perairan Kubu dan Batu Ampar untuk menikmati keindahan alam hutan mangrove kita,” ujarnya.

Merawat Hutan Terbaik

DEFINISI ‘terbaik’ tersebut seperti dijelaskan laman PORTAL HIJAU, karena dari 60 lebih jenis mangrove yang ada di Indonesia, 40 jenis di antaranya bisa ditemukan di Kabupaten Kubu Raya. Di antaranya di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Batu Ampar.

Foto : © Portal Hijau

Foto : © Portal Hijau

Saat ini, sejumlah pihak berkolaborasi melakukan sosialisasi program peningkatan produksi, restorasi, konservasi mangrove dan gambut berbasis lansekap di Kubu Raya.

Upaya yang sudah dilakukan sejak 2015 ini bertujuan menyampaikan informasi yang utuh kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Provinsi Kalimantan Barat.

Pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Lansekap Kubu melalui Program Peningkatan Produksi, Restorasi dan Konservasi Mangrove dan Gambut sudah dilakukan oleh WWF Indonesia.

Program ini bekerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Kandelia Alam, PT Bina Silva, dan PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari, dengan dukungan IDH The Sustainable Trade Initiative yang berasal dari Belanda.

Mengingat program kerja sama ini baru dimulai, sehingga langkah awal yang diperlukan bagi WWF bersama perusahaan mitranya adalah melakukan sosialisasi program.

Melalui sosialisasi ini pula diharapkan bisa mendapatkan dukungan positif dari pemerintah kabupaten, termasuk pemerintah provinsi, dan masyarakat. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook