DIREKTUR Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Annang Setia Budhi, memastikan akan ada tambahan konektivitas penerbangan internasional dari Hang Nadim, dengan dibukanya rute baru Batam-Kuala Lumpur, Malaysia.
Rute ini nantinya akan dilayani maskapai berbiaya hemat AirAsia Malaysia dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026. Penerbangan Batam-Kuala Lumpur akan dilayani setiap hari atau daily flight.
Annang Setia Budhi menyampaikan, bahwa pembukaan rute Batam-Kuala Lumpur oleh AirAsia Malaysia menunjukkan tren positif minat masyarakat terhadap penerbangan internasional dari Batam.
“Kehadiran rute ini diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan trafik penumpang internasional, penguatan sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Pihaknya menyebut, rute Kuala Lumpur-Batam menjadi bagian dari strategi AirAsia Malaysia dalam memperluas jaringan penerbangan internasional di kawasan Asia Tenggara sekaligus memperkuat konektivitas udara antara Indonesia dan Malaysia.
Batam dinilai memiliki potensi pasar yang kuat dengan pertumbuhan penumpang yang stabil, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun perjalanan lanjutan ke destinasi internasional.
“Melalui rute ini, penumpang dari dan menuju Batam akan mendapatkan akses langsung ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA), yang merupakan salah satu hub utama AirAsia Group,” jelasnya.
Dari Kuala Lumpur, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi internasional melalui layanan konektivitas lanjutan atau fly-thru, seperti Bangkok, Ho Chi Minh City, Almaty, Istanbul, serta kota-kota lainnya dalam jaringan AirAsia Group.
Adapun jadwal penerbangan yang telah diumumkan, yakni penerbangan AK 472 dari Kuala Lumpur menuju Batam yang berangkat pukul 08.05 waktu setempat dan tiba di Batam pukul 08.15 WIB.
Sementara penerbangan AK 471 dari Batam menuju Kuala Lumpur dijadwalkan berangkat pukul 08.45 WIB dan tiba pukul 10.55 waktu setempat.
“Dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 10 menit, rute ini diharapkan dapat menjadi alternatif perjalanan udara yang efisien, terjangkau, dan nyaman bagi masyarakat di kedua negara,” jelasnya.
(*/Kompas)


