ADA lomba ‘Nasir Besar’ yang digelar di Batam, akhir pekan ini. ‘Nasi besar’, adalah sebutan hidangan di kalangan masyarakat Melayu Kepulauan Riau
Nasi Besar bukan merupakan hidangan yang berbahan dasar beras, tetapi berupa pulut atau ketan yang diproses dengan cara ditanak, lalu ditambah kunyit sehingga hasilnya menjadi pulut kuning.
“Lomba tersebut diikuti oleh enam kelurahan di Kecamatan Batam Kota. Jadi nasi besar dibuat dari rumah, peserta akan menjelaskan nasi besarnya,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Muhammad Zen di Batam, Sabtu (9/9/2023.
Ia menyebutkan, Nasi Besar tersebut terdiri dari bunga puncak, bunga telur, telur yang diberi warna merah, pulut kuning, dan lingkar pulut. Kemudian juga ada hiasan pada pinggir pahar dan pahar dulang bekaki.
“Kalau tidak lengkap, berkurang nilainya. Telurnya harus berjumlah ganjil. Dinilai juga kreativitas membuat bunga telur karena bunga telur ini tidak ada pakemnya jadi bisa berkreasi,” lanjut dia.
Penghidangan ‘Nasi Besar’
Selain untuk acara pernikahan, orang Melayu di Kepulauan Riau, dulu menghidangkan nasi besar pada acara khataman Alquran. Nasi besar biasa diletakkan di depan orang yang berkhatam Alquran, tetapi tidak untuk dimakan oleh yang berkhatam, melainkan dihadiahkan kepada guru ngaji sebagai santapan bersama keluarga.
Acara lainnya, yakni bersunat bagi anak laki-laki sebelum baligh. Sebelum anak laki-laki disunat, dilaksanakan acara tepuk tepung tawar. Pada prosesi ini, nasi besar diletakkan di hadapan anak yang akan bersunat, nasi besar utuh, semuanya untuk anak yang akan disunat.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan Nasi Besar merupakan salah satu tradisi Melayu, yang ada di rangkaian setiap acara kebesaran.
Menurutnya Nasi Besar tidak hanya disajikan pada saat acara pernikahan, khataman Al-Quran atau sunatan , tetap juga sudah mulai hadir di berbagai acara seperti peringatan hari kelahiran, hari jadi kota dan sebagainya.
“Namun nasi besar tersebut tetap ada ciri khasnya yakni pulut kuning, bunga telur warna merah, dan bunga puncak. Untuk acara perayaan hari jadi dan perayaan lainnya bisa namun ciri khasnya jangan sampai hilang,” kata Ardi.
(dha)


