Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kabar Duka: Putra Bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
    22 jam lalu
    Polisi Gadungan Asal Lampung Peras Perempuan Tanjung Uban Rp20 Juta Lewat Tinder
    1 hari lalu
    Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
    1 hari lalu
    Bahas Kebebasan Pers se-Asia Tenggara, Fesmed Selat Malaka AJI 2026 Sukses Digelar di Batam dan Tanjungpinang
    2 hari lalu
    Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang 2-0 atas Singapura Timnas Garuda Buka Peluang
    24 jam lalu
    Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
    1 hari lalu
    Indonesia Pecah Telur di Aichi-Nagoya 2026, Tim Beregu Putra Bulutangkis Sumbang Emas Pertama
    2 hari lalu
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    5 hari lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    6 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    1 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    3 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Para Siswa Yang Menyeberangi Sungai Untuk Sampai ke Sekolah”

Editor Admin 10 tahun lalu 3.7k disimak
Foto : © Antara

KONDISI pendidikan di Indonesia masih belum merata. Ada ketimpangan antara kondisi di kota dan desa. Apalagi di daerah tertinggal.

Di daerah terpencil di pelosok Tanah Air, misalnya. Masih banyak dijumpai infastruktur pendidikan yang memprihatinkan. Padahal salah satu kemajuan bangsa bisa dilihat dari kemajuan pendidikannya.

Kondisi memprihatinkan bisa dilihat dari perjuangan para siswa sekolah dasar yang letaknya berada di daerah pegunungan, misalnya. Di SD Negeri 1 Campoan, Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, para siswanya harus gigih untuk bisa mengkuti pelajaran.

Para siswa di sekolah dasar itu harus menempuh jalan setapak dan memutar serta melewati tebing yang curam dan juga menyeberangi sungai dengan arus deras.

Di sekolah dasar yang letaknya antara 35 kilometer hingga 40 kilometer dari Kota Situbondo ini para siswa setiap hari harus berjalan sejauh lebih dari 1 kilometer dari rumah ke sekolah.

Mereka terpaksa menyeberangi sungai selebar sekitar 10 meter dengan arus sangat deras. Sungai merupakan akses jalan satu-satunya menuju sekolah. Sedangkan akses lain harus memutar lebih jauh, yakni sekitar 3 kilometer.

Karena itu perjalanan menuju sekolah yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa pelajar SD ini sudah menjadi hal yang biasa demi menuntut ilmu.

“Sebenarnya takut terseret arus sungai, tapi bagaimana lagi tidak ada jalan lain untuk ke sekolah. Teman-teman semua memang berangkat bersama-sama dan saling membantu saat menyeberang sungai,” kata Nur Faizah, salah satu siswa, seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/2).

Satu-satunya jembatan untuk menuju sekolah dasar itu tidak bisa digunakan lagi karena sudah putus akibat diterjang banjir bandang pada dua tahun silam (2015). Kendati sempat dibangun jembatan dengan berbahan bambu oleh masyarakat desa setempat, beberapa kali juga hanyut akibat banjir.

Tidak heran, seragam sekolah pelajar SD ini selalu basah karena terkena air saat sampai ke sekolah. Bahkan, seluruh siswa menggunakan sandal jepit pergi ke sekolah karena setiap hari pulang dan pergi menyeberang sungai.

Dari foto yang sempat didokumentasikan, terlihat para pelajar SD tersebut saling membantu ketika menyeberang sungai, beberapa siswa kelas VI berusaha menggendong adik kelasnya menyeberang sungai.

Tak terkecuali guru sekolah. Selain mengajar, mereka juga perlu mengawasi saat anak didiknya menyeberang sungai dan bahkan menggendong siswa yang masih kecil karena khawatir terbawa arus sungai.

Salah seorang guru SDN 1 Campoan, Ahmad Faesoli di laman Antara mengatakan, jumlah siswa sekolah dasar itu keseluruhan 28 orang, mulai kelas I hingga kelas VI.

“Saya kasihan sama anak-anak setiap hari pergi dan pulang sekolah menyeberang sungai, kadang murid-murid saya mengeluh capek setelah sampai di sekolah,” katanya.

Ia bercerita, suatu ketika pernah ada kejadian seorang guru yang sedang menyeberang sungai, terseret air yang tiba-tiba deras dan permukaannya naik, mirip seperti banjir bandang. Untunglah si guru bisa menyelamatkan diri meskipun sempat terseret sekitar 10 meter.

Selama ini, kata dia, para guru pengajar sekolah dasar dan kepala desa setempat sudah mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk membangun jembatan sebagai akses jalan anak-anak menuju ke sekolah.

Dengan dibangunnya jembatan, selain memudahkan akses pelajar SD ke sekolah, juga dapat membantu masyarakat satu dusun di desa setempat melakukan aktivitas setiap hari.

Pelajar SD itu tidak cukup berjuang pergi dan pulang sekolah menyeberangi sungai serta melewati jalan setapak di tebing yang curam, konsentrasi belajar siswa juga tidak dapat maksimal selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sebab, tepat di depan ruang kelas sekolah mereka berhadapan dengan kandang sapi yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Letak sekolah yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk ini juga membuat pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi lingkungan sekitar sekolah, dan kandang sapi maupun kandang kambing di depan maupun samping sekolah menjadi pemandangan setiap hari.

Selama ini hanya sebagian kecil wali murid sekolah dasar itu, yang mengantarkan putra dan putrinya ke sekolah, sedangkan sebagian besar wali murid lainnya memasrahkan kepada guru sekolah.

Sehingga beberapa guru sekolah membagi tugas atau piket untuk berjaga di sekitar sungai pada pagi hari saat anak didiknya berangkat ke sekolah dan menyeberang sungai.

Para orang tua (wali murid) sangat berharap kepada pemerintah kabupaten untuk segera membangun jembatan. Selain itu juga akses jalan setapak yang biasa dilewati pelajar SD setempat juga perlu diperbaiki karena licin saat hujan dan khawatir mereka terpeleset dan jatuh ke sungai. ***

Kaitan jawa timur, kondisi pendidikan, siswa, situbondo, sungai
Admin 3 Februari 2017 3 Februari 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Menteri Agama : Jaga Marwah Pemuka Agama
Artikel Selanjutnya Schwarzenegger Tantang Trump

APA YANG BARU?

Kabar Duka: Putra Bungsu Presiden Soekarno, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Artikel 22 jam lalu 134 disimak
FIFA ASEAN Cup 2026, Menang 2-0 atas Singapura Timnas Garuda Buka Peluang
Sports 24 jam lalu 123 disimak
Polisi Gadungan Asal Lampung Peras Perempuan Tanjung Uban Rp20 Juta Lewat Tinder
Artikel 1 hari lalu 287 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 1 hari lalu 445 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 1 hari lalu 487 disimak

POPULER PEKAN INI

Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 5 hari lalu 654 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 2 hari lalu 510 disimak
Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 1 hari lalu 487 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 1 hari lalu 445 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 4 hari lalu 438 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?