Hubungi kami di

Ini Batam

PDAM Tirta Kepri Gandeng ATB Selesaikan Permasalahan Pelayanan Air di Bintan

iqbal fadillah

Terbit

|

Direktur Teknik ATB, Paul Bannett, didampingi sejumlah manager ATB tengah mengadakan pertemuan virtual dengan jajaran direksi dan manajemen PDAM Tirta Kepri terkait tindak lanjut kerjasama peningkatan kualitas layanan air bersih di pulau Bintan. Photo : Ist.

PDAM Tirta Kepri telah berdiri sejak tahun 1971. Namun hingga kini, perusahaan pengelola air bersih milik pemerintah daerah tersebut belum mencapai performa optimalnya. Tirta Kepri berniat membenahi diri, agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi ibukota provinsi Kepri.

Dalam rangka itu, PDAM Tirta Kepri meminta ATB untuk mengevaluasi beberapa hal, dan mengasistensi PDAM tertua di Kepri ini untuk membenahi beberapa faktor penting yang dianggap mendesak.

PT. Adhya Tirta Batam (ATB) akan mengasistensi PDAM Tirta Kepri untuk menyelesaikan masalah pelayanan air bersih di pulau Bintan. Setidaknya ada 8 masalah krusial yang dipaparkan PDAM Tirta Kepri untuk segera diselesaikan.

“Ada delapan poin yang sudah kami petakan. Beberapa diantaranya sangat mendesak,” ujar Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat saat melakukan Zoomeeting bersama Direksi ATB, Selasa (15/12).

Lebih jauh Mamat menjelaskan, poin pertama yang penting untuk dipetakan adalah kebutuhan air bersih untuk 25 tahun kedepan. Saat ini PDAM Tirta Kepri telah mengolah air bersih sebesar 400 liter perdetik. Itu merupakan kapasitas maksimal yang bisa dioptimalkan dari sejumlah instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola oleh Tirta Kepri.

Namun di sisi lain, cakupan layanan PDAM ini baru mencapai 51 persen. Artinya, PDAM Tirta Kepri belum melayani hampir separuh penduduk Bintan, namun sumber air yang ada sudah tidak mencukupi lagi.

Selain mengestimasi kebutuhan air bersih 25 tahun kedepan, ATB juga diminta untuk mengevaluasi penggunaan pompa dan jaringan pipa ke masing-masing IPA. PDAM Tirta Kepri juga meminta asistensi ATB untuk mengevaluasi kapasitas terpasang, jaringan distribusi yang ada.

“Evaluasi ini bertujuan agar penggunaan pipa dan pompa bisa lebih efisien,” jelasnya.

Selain itu, masalah kehilangan air juga menjadi momok menahun yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Kepri. ATB dinilai sebagai ahlinya dalam menurunkan angka kehilangan air, karena berhasil menekan angka Non Revenue Water (NRW) di Batam hingga 14 persen. Prestasi yang belum pernah dicapai oleh perusahaan air dengan pelanggan diatas 100 ribu lainnya.

BACA JUGA :  Jaga Stabilitas Ekonomi, BI Dorong Banyak Kegiatan MICE di Awal 2020

Sebenarnya, Tirta Kepri sudah mulai melakukan langkah dengan membentuk District Meter Area (DMA) untuk menekan angka kebocoran. Namun, Menurut Mamat, DMA yang dibangun Tirta Kepri juga akan dievaluasi oleh ATB agar semakin efisien.

“Kami juga meminta masukan mengenai pemilihan dan akurasi meter air, serta evaluasi struktur organisasi di bidang operasi hingga bisa berjalan lebih efektif dan efisien kedepannya,” tuturnya.

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengatakan, pihaknya siap membantu PDAM Tirta Kepri untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih di pulau Bintan. ATB akan segera menurunkan tim untuk melakukan peninjauan ke Tanjungpinang dalam waktu dekat ini.

“Mudah-mudahan Januari sudah tim kita sudah bisa turun,” jelasnya.

Maria percaya, ATB akan menemukan solusi bagi semua kendala yang ditemukan PDAM Tirta Kepri dalam memperbaiki layanannya. Tim Business Development (BD) ATB telah melakukan sejumlah pembahasan intensif untuk menemukan solusi paling efektif bagi PDAM Tirta Kepri.

“Tim BD ATB diisi oleh para profesional yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Tim ini telah membahas dan tengah merumuskan cara terbaik untuk diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan PDAM Tirta Kepri,” paparnya.

Selain itu, ATB juga memiliki modul SPARTA Smart Solution yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Kepri. Modul ini diyakini dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi secara holistik, sehingga masyarakat pulau Bintan dapat menikmati layanan air bersih yang lebih baik.

“Ada beberapa modul SPARTA yang bisa diaplikasikan di Tirta Kepri. Kami akan propose berdasarkan prioritas biar bisa berjalan similran dan holistik,” tuturnya. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook