Hubungi kami di

Budaya

Pelestarian Budaya Pantun di Negeri Serumpun

Terbit

|

Ilustrasi, ist.

FESTIVAL Pantun Pendidikan Negeri Serumpun 2021 dibuka secara langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI), Hermono, pada Sabtu (19/6) lalu.

Acara tersebut digelar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dengan standar protokol kesehatan negara setempat, dan diikuti oleh guru dan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Dubes Hermono dalam sambutannya mengapresiasi dan mendukung penuh ide kreatif mendesain kegiatan bermakna yang melibatkan guru dan siswa dari empat negara walau masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Dua hal yang saya tekankan sebagai capaian festival ini, yaitu pantun sebagai warisan yang terus hidup di tengah masyarakat. Selain itu, pantun berfungsi mempererat hubungan antarmasyarakat di negeri serumpun,” jelas Hermono. Ia berharap, generasi penerus dapat melestarikan pantun di masa depan.

“Saya sangat mengapresiasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang telah menjalin kerja sama dengan Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN) Malaysia menyelenggarakan festival pantun ini. Guru dan siswa Indonesia dan Malaysia juga menyambut positif kegiatan ini,” ungkap Dubes Hermono, yang juga menyumbangkan pantun dalam pembukaannya.

BACA JUGA :  “Melayu dalam Teater & Bahasa” | Merawat Khazanah Budaya

“Hari Sabtu mencari buah, jangan lupa membeli semangka. Dengan mengharap ridho Allah, festival pantun resmi  saya buka,” ucap Hermono yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf, yang turut hadir pada pembukaan tersebut menjelaskan bahwa rangkaian festival terdiri atas empat kegiatan utama, yaitu Seminar Internasional; Lomba Cerdas Cermat Pantun untuk Guru dan Siswa Jenjang SD, SMP, dan SMA; Lomba Kreasi Lagu Berpantun untuk Guru dan Siswa; serta Pentas Apresiasi Seni Budaya Festival Pantun Pendidikan.

“Festival Pantun Pendidikan ini perdana digelar setelah UNESCO menetapkan pantun sebagai warisan budaya dunia pada Desember 2020. Festival ini menjadi sangat spesial, karena menteri dan kepala daerah turut menyampaikan dukungan dan ucapan selamat kepada SIKL melalui video berpantun,” jelas Atdikbud Farid.

Dalam acara peresmian, turut ditayangkan video berpantun Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansyah, dan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

BACA JUGA :  Ke Bengkel Tanjak (Di Belakang Layar)

Kepala SIKL, Encik Abdul Hajar, dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan ini adalah bentuk respon dan tanggung jawab Indonesia dan Malaysia atas penetapan UNESCO terhadap pantun sebagai warisan budaya dunia. “Hubungan persaudaraan negara Rumpun Melayu diharapkan dapat semakin erat sesuai dengan tema festival: ‘Berpantun Kita Berbudaya, Berbudaya Kita Bersaudara’,” jelas dia.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid, dan Direktur JKKN Malaysia Mesran bin Mohd Yusof, juga menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara yang mendukung pengakuan UNESCO terhadap pantun.

Berdasarkan data panitia festival, total peserta yang mendaftar adalah 1.741 orang. Pada saat peresmian dan Seminar Internasional, sebanyak 2.124 orang peserta menyaksikan acara melalui Zoom dan livestreaming kanal resmi YouTube SIKL.

Festival pantun ini diselenggarakan atas kolaborasi SIKL dan JKKN dengan didukung penuh oleh KBRI Kuala Lumpur, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM), dan Kementerian Kesenian dan Pelancongan Malaysia.

(*)

Sumber : BEPLUS INDONESIA 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook