DITENGAH kondisi debit Waduk Tempan mengalami penyusutan akibat kemarau panjang, Perumda Tirta Mulia Karimun Unit Kundur menambah jam operasional distribusi air bersih untuk konsumenya.
Manajer Perumda Tirta Mulia Unit Kundur, Armand mengatakan, penambahan jam operasional dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang meningkat.
“Distribusi air yang sebelumnya hanya 10 jam, kini ditambah menjadi 14 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB,” ujarnya, Senin (30/03/2026), seperti dikutip dari Batampos.co.id.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil menyusul banyaknya keluhan pelanggan yang tidak mendapatkan pasokan air secara maksimal.
Meski demikian, kondisi sumber air utama yakni Waduk Tempan di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, saat ini mengalami penyusutan signifikan akibat hampir dua bulan tanpa hujan.
Dalam pengelolaan air bersih, Perumda Tirta Mulia memiliki empat waduk, namun hanya Waduk Tempan yang digunakan untuk menyuplai air ke 812 sambungan rumah.
“Luas Waduk Tempan sekitar 2,27 hektare dan saat ini debit airnya sudah menyusut sekitar 30 persen. Namun, masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan untuk sementara,” jelasnya.
Armand memperkirakan, jika kondisi cuaca panas terus berlangsung tanpa hujan, ketersediaan air di waduk tersebut hanya mampu bertahan sekitar tiga bulan ke depan.
Selain faktor kemarau, peningkatan jam operasional pompa juga turut mempercepat penyusutan debit air.
“Dalam kondisi normal, ketinggian air mencapai sekitar 4 meter. Sekarang sudah turun menjadi sekitar 3,7 meter,” katanya.
Perumda Tirta Mulia mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air bersih agar ketersediaan tetap terjaga di tengah kondisi kemarau. (*)


