PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam mengumumkan rencana ambisius untuk membangun 10.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga dalam upaya memperluas akses gas bumi dan mendukung penggunaan energi bersih di Kota Batam. Target penyelesaian proyek ini ditetapkan untuk tahun 2026, sebagai bagian dari program keberlanjutan energi.
Wendi Purwanto, Sales Head Area PGN Batam, menyatakan bahwa pembangunan jargas akan dilakukan secara bertahap. Proses pemasangan direncanakan dimulai pada Maret 2026, sementara saat ini, PGN Batam sedang mempersiapkan pengiriman material yang diperlukan untuk implementasi.
“Proyek jargas ini akan dimulai pada Maret, dan kami sedang dalam tahap persiapan material,” jelas Wendi.
Tahap awal pembangunan akan dipusatkan di tiga kecamatan—Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota—yang dianggap memiliki potensi yang signifikan baik dari jumlah rumah tangga maupun kesiapan infrastruktur. Hingga akhir 2025, PGN Batam telah melayani 8.829 pelanggan jargas yang tersebar di 30 perumahan di ketiga kecamatan tersebut.
Dalam periode lima tahun mendatang, PGN Batam menargetkan mencapai 250 ribu sambungan rumah untuk pelanggan jargas. Untuk mencapai sasaran ini, perusahaan telah merumuskan beberapa strategi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat gas bumi, kolaborasi dengan pemerintah setempat untuk mempermudah proses pendaftaran, serta memperkuat kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Strategi kami fokus pada edukasi kepada masyarakat tentang keuntungan gas bumi dan sinergi dengan pemerintah serta stakeholder,” tambah Wendi.
Hingga saat ini, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan program jargas di Batam. Ini menunjukkan kemitraan yang solid antara PGN, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
“Alhamdulillah, hingga kini tidak ada masalah signifikan, berkat kolaborasi yang kuat antara PGN dan semua pihak yang terlibat,” tutup Wendi.
Dengan langkah ini, PGN Batam berharap dapat memperluas akses energi bersih dan mendukung kebutuhan energi masyarakat di masa depan.
(dha)


