Hubungi kami di

Ini Batam

PHRI Kepri Menunggu Realisasi Insentif Hotel dan Restoran

Terbit

|

Photo : Ist.

PEMERINTAH pusat dinilai harus mempercepat realisasi pembebasan pajak hotel dan restoran dan pemberian insentif kepada sektor pariwisata. Hal itu perlu dipercepat sebagai upaya untuk mendukung sektor-sektor yang terdampak COVID-19 agar tetap bisa survive. Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau, Tupa Simanjuntak saat dihubungi pada Jumat (13/3).

Jika tidak disegerakan, Tupa khawatir kalau ancaman dalam bentuk merumahkan karyawan atau bahkan PHK seperti yang terjadi pada salah satu agensi travel di Kabupaten Bintan, dimana sebanyak 150 karyawannya belum lama ini, akan semakin bertambah.

Pembebasan pajak sendiri, menjadi bagian utama dari biaya yang dikeluarkan hotel selain listrik dan gaji karyawan.

BACA JUGA :  Konjen Singapura Pindah Kantor dari Gedung SPC ke Kawasan Panbil

“Besaran pembebasan pajak dan insentif untuk karyawan itu saya kira akan sangat membantu, cuma sayangnya sampai sekarang belum turun, padahal kondisinya mendesak sekarang,” kata Tupa ketika dihubungi pada Jumat (13/3).

Upaya yang dilakukan PHRI, dinilai Tupa sudah optimal dijalankan. Seperti penurunan harga atau diskon besar dari harga normal, dengan layanan yang maksimal dilakukan. Akan tetapi langkah-langkah tersebut tidak membuahkan hasil karena kenyataan yang terjadi okupansi hotel terus mengalami penurunan.

Atas kondisi ini, selain meminta pemerintah pusat mempercepat realisasi tersebut, optimalisasi potensi wisatawan lokal menjadi langkah lain yang layak untuk dilakukan. Meskipun saat ini Batam dan Bintan terbilang jauh terlambat jika dibandingkan dengan Bali.

BACA JUGA :  Panduan Registrasi Simcard Jelang Deadline

Tupa juga mendukung dan mendorong realisasi rencana pemerintah untuk membantu promosi sektor perhotelan di Batam ke daerah lain di Indonesia. Sehingga nantinya acara-acara dengan skala nasional bisa banyak dilakukan di hotel-hotel yang ada di Batam.

“Batam dan Bintan ini memang terlalu mengandalkan turis asing dari Singapura, seharusnya ada paket-paket untuk mengakomodir wisatawan lokal,” kata Tupa lagi.

Terkait dengan insentif berupa penurunan harga tiket pesawat untuk rute domestik sendiri, dirasakan belum banyak membantu, utamanya bagi PHRI Kepri. Rencana masyarakat atau wisatawan untuk berwisata bukan kegiatan instan, sehingga butuh waktu untuk hal itu memberi efek.

*(Bob/GoWestId)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid