Hubungi kami di

Uang

Ratusan Fintech Abal-Abal Ditutup Pemerintah

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi : © conference com mx

PELAKU peer-to-to peer (P2P) lending ilegal sepertinya tak pernah kapoknya, jumlahnya terus bertambah. Terbaru Satgas Waspada Investasi kembali menutup 120 fintech tak terdaftar dan berizin. Fintech ini berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan hasil penelusuran Satgas pada Januari ini telah menemukan 120 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

“Banyak kegiatan fintech peer to peer lending ilegal pada website, aplikasi atau penawaran melalui sms yang beredar. Masyarakat selalu kami minta waspada agar memanfaatkan daftar fintech peer to peer lending yang terdaftar di OJK,” kata Tongam dalam keterangan pers, Jumat (31/1/2020).

BACA JUGA :  22.519 Pegawai Daerah Akan Beralih Jadi Pegawai Pusat

Menurut Tongam, masyarakat juga harus terus diinformasikan untuk berhati-hati memanfaatkan mudahnya penawaran meminjam uang dari perusahaan fintech peer to peer lending mengingat tanggungjawab dalam pengembalian dana yang dipinjam.

Meminjam uang dimanapun harus bertanggungjawab untuk membayarnya. Bahayanya jika meminjam di fintech peer to peer lending ilegal masyarakat bisa jadi korban ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman,” katanya.

Berikut daftar terbaru yang ditutup OJK:

Sumber : © CNBC Indonesia

——————–

Sumber : CNBC INDONESIA

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook