Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

“Remembering Nukman Luthfie” pada Akun Kenangan Facebook

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi : © Pexels.com/Kaboompics

KABAR duka menghampiri dunia digital Indonesia. Salah satu pakar media sosial, Nukman Luthfie meninggal dunia di Yogyakarta pada Sabtu malam (12/01/2019). Sepeninggal Nukman, akun Facebook pribadinya pun berubah statusnya menjadi akun kenangan atau Memorialized Accounts.

Penelusuran yang kami lakukan saat mengakses halaman Facebook Nukman Luthfie, perubahan tersebut terlihat ketika munculnya notifikasi di bagian atas halaman profil dengan judul “Remembering Nukman Luthfie”.

“Kami berharap bahwa orang yang mencintai Nukman akan menemukan kenyamanan saat mengunjungi profilnya untuk mengingat dan merayakan perjalanan hidupnya,” tulis Facebook dalam notifikasi itu.

Sekadar informasi, Facebook memang memiliki fitur yang mengubah akun penggunanya menjadi akun kenangan, ketika pengguna meninggal dunia. Tujuannya, agar teman-teman, keluarga atau orang-orang terdekat masih dapat berkumpul dan berbagi cerita di akun kenangan tersebut.

Untuk mengubah akun pengguna yang meninggal dunia menjadi akun kenangan, teman, anggota keluarga hingga pengguna yang ditunjuk sebagai ahli waris dalam aturan Legacy Contact Facebook diharuskan mengajukan permohonan ke Facebook melalui halaman Memorialization Request.

Di dalam permohonan, harus disertakan nama orang yang meninggal, sampai dokumen pendukung seperti surat kematian. Khusus bagi pengguna ahli waris, mereka bisa mengurus akun Facebook pengguna yang telah diubah menjadi akun kenangan atau memilih untuk menghapus akun tersebut.

Nukman Luthfie sendiri menghembuskan napas terakhir akibat serangan stroke, setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama hampir seminggu. Menurut sang adik, Lazuardi Nurdin, kakaknya meninggal dunia pada pukul 22.00 WIB, dan akan dimakamkan pada hari Minggu (13/01/2019) di Kendal, Jawa Tengah.

Nukman merupakan sosok dikenal sebagai pegiat dan pakar media sosial Indonesia. Pria kelahiran Semarang pada 24 September 1964 ini juga terbilang sangat aktif di Twitter dan Instagram dengan akun @nukman.

Ia juga banyak memberikan pandangan kepada warganet Tanah Air soal berperilaku di media sosial. Isu seputar hoaks, keamanan siber, hingga etika soal selfie di kawasan terdampak bencana pun tak luput dari perhatiannya.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook