Hubungi kami di

Dunia

Rencana Mahathir Bangun Pulau di Dekat Singapura

Mike Wibisono

Terbit

|

Middle Rock Malaysia : © Scmp

PM Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan rencana membangun pulau.

Pulau yang dimaksud berada di gugus batuan yang dekat dengan Singapura.

Melansir kantor berita AFP, Rabu (30/5) kemarin, rencana tersebut berpotensi membuat negara tetangganya marah.

Kawasan Pedra Branca atau Batu Puteh menjadi sengketa sejak Malaysia memasukkannya ke dalam wilayah mereka dalam peta yang dipublikasikan pada 1979.

Singapura memprotes, dan mengadukan masalah tersebut ke Pengadilan Internasional milik PBB (ICJ) pada 2003.

23 Mei 2008, ICJ mengumumkan Pedra Branca menjadi milik Singapura. Sedangkan gugusan batu, atau Middle Rock, masuk ke dalam kekuasaan Malaysia.

Malaysia tidak terima, dan mengajukan peninjauan kembali atas putusan ICJ di 2 Februari 2017 dengan mengajukan bukti baru.

Bukti tersebut berupa tiga dokumen yang diambil dari Arsip Nasional Inggris, dan memperlihatkan Singapura tidak berkuasa atas Pedra Branca selama 1950-1960.

Singapura kemudian membalas dengan memberi laporan pengamatan tertulis yang mereka sebut sebagai “bantahan komprehensif”.

Malaysia mengajukan peninjauan kedua di 30 Juni 2017 yang meminta agar ICJ memutuskan perairan di sekitar Pedra Branca milik mereka.

Langkah itu dikecam Kementerian Luar Negeri Singapura sebagai gugatan yang “membingungkan, tidak penting, dan tidak pantas”.

Namun, pada Rabu ini, Kemenlu Singapura mengumumkan Malaysia telah menarik gugatan yang mereka layangkan ke ICJ sejak 2017.

BACA JUGA :  Singapura Catat 41 Kasus Baru Covid-19

Dalam konferensi pers seusai rapat kabinet, Mahathir mengungkapkan bahwa dia berencana mengembangkan Middle Rock menjadi pulau kecil.

“Adalah kepentingan kami mengubah Middle Rock menjadi pulau yang menguntungkan,” beber PM 92 tahun itu dilansir dari Channel News Asia.

Dia menambahkan, saat ini Malaysia telah mendirikan bangunan di Middle Rock, yang oleh media Negeri “Jiran” dilaporkan sebagai pangkalan angkatan laut sejak tahun lalu.

James Chin, pakar Malaysia dari Universitas Tasmania menilai, langkah itu bisa dianggap Singapura sebagai “penyanderaan”.

Middle Rock terletak di sebelah timur pintu masuk kawasan strategis Selat Singapura yang menjadi rute tersibuk dunia kapal dagang.

“Di antara elit politik Singapura, mereka bakal melihat rencana Mahathir sebagai penegasan atas sikap anti-Singapura yang diusungnya,” ujar Chin.

Sebelumnya, Singapura sudah dikagetkan dengan pernyatan Mahathir yang berniat membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura yang diteken pada 2016.

Singapura dengan cemas sudah mengamati dampak kembalinya Mahathir setelah menang Pemilihan Umum Malysia 9 Mei lalu.

Di masa Mahathir menjabat perdana menteri lebih dua dekade lalu, hubungan Malaysia dan Singapura tak pernah terlalu mesra.

 

Sumber : AFP / Channel News Asia / Kompas

 

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook