Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
    5 jam lalu
    Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
    5 jam lalu
    Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
    18 jam lalu
    Pemuda Ditusuk Orang Tak Dikenal di Villa Pesona Asri
    18 jam lalu
    Tilang Manual dalam Operasi Patuh 2026, Daftar Pelanggaran Yang Diincar
    18 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    2 hari lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    2 hari lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    2 hari lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    3 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    5 jam lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    17 jam lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    2 hari lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    2 hari lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Ragam

Studi Jepang: Omicron Mampu Bertahan 21 Jam Di Kulit, 8 Jam Di Plastik

Editor Admin 4 tahun lalu 522 disimak

STUDI terbaru oleh peneliti Jepang mengungkapkan virus Corona (Covid-19) varian Omicron yang sangat menular bisa bertahan hingga 21 jam di kulit manusia dan hingga delapan hari di permukaan plastik. Artinya, daya tahan varian Omicron jauh lebih lama dibandingkan varian-varian corona lainnya.

Dilansir detik.com seperti dikutip dari The Statesman dan The Star, Rabu (26/1/2022), studi Jepang yang menyajikan informasi itu masih berupa pre-print dan belum ditinjau sesama peneliti.

Studi tersebut menganalisis perbedaan stabilitas lingkungan virus antara Sars-CoV-2 yang pertama terdeteksi di Wuhan dan varian-varian lainnya yang menjadi perhatian (variant of concern/VOC).

Temuan studi Jepang itu menunjukkan bahwa pada permukaan plastik dan kulit manusia, varian Alfa, Beta, Delta, dan Omicron menunjukkan waktu bertahan hidup lebih lama dua kali lipat dibandingkan strain asli di Wuhan, dan mempertahankan infektivitas selama lebih dari 16 jam pada permukaan kulit.

Menurut studi tersebut, varian Omicron bisa bertahan selama 21,1 jam pada model kulit dari mayat, diikuti oleh strain asli di Wuhan selama 8,6 jam, kemudian varian Gamma selama 11 jam dan varian Delta selama 16,8 jam. Sementara daya tahan varian Alfa mencapai 19,6 jam dan varian Beta mencapai 19,1 jam.

“Varian Omicron memiliki stabilitas lingkungan tertinggi di antara VOC,” sebut para peneliti dari Universitas Kedokteran Prefektur Kyoto di Jepang.

“Stabilitas tinggi ini mungkin juga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan varian Omicron untuk menggantikan varian Delta dan menyebar dengan cepat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, tim peneliti Jepang juga menemukan bahwa varian Omicron bisa bertahan selama 193,5 jam atau sekitar delapan hari pada permukaan plastik (polystyrene), yang berarti lebih lama tiga kali lipat dibandingkan strain asli (56 jam) dan varian Gamma (59,3 jam).

Daya tahan itu secara signifikan jauh lebih lama dari varian Delta (114 jam) dan varian Beta (156,6 jam). Hanya varian Alfa (191.3 jam) yang menunjukkan daya tahan yang sama dengan varian Omicron.

Para peneliti menyebut bahwa stabilitas lingkungan tinggi dari varian-varian yang menjadi perhatian ini bisa meningkatkan risiko penularan kontak dan berkontribusi pada penyebaran virus.

Studi Jepang itu juga menunjukkan bahwa meskipun varian Alfa, Beta, Delta dan Omicron menunjukkan sedikit peningkatan resistensi ethanol, semua varian yang menjadi perhatian (variant of concern) sepenuhnya tidak aktif dalam waktu 15 detik setelah terpapar hand sanitizer berbasis alkohol.

Oleh karena itu, para peneliti sangat merekomendasikan praktik kebersihan tangan dan penggunaan disinfektan dengan konsentrasi alkohol yang sesuai, seperti direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Studi ini juga mengakui keterbatasan, seperti keterkaitan antara jumlah virus pada permukaan dan risiko penularan, yang masih belum jelas pada tahap ini. Oleh karena itu, para peneliti menyebut masuk akal untuk menginterpretasikan nilai waktu bertahan hidup dalam studi ini sebagai nilai referensi.

(*)

sumber: detik.com

Kaitan Covid-19
Admin 27 Januari 2022 27 Januari 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Tunggu Ratifikasi Parlemen
Artikel Selanjutnya AirNav Sudah Mampu Layani Seluruh Ruang Udara Indonesia

APA YANG BARU?

Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
Statistik 5 jam lalu 114 disimak
ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
Artikel 5 jam lalu 135 disimak
Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
Artikel 5 jam lalu 129 disimak
Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
Statistik 17 jam lalu 234 disimak
Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
Artikel 18 jam lalu 220 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 3 hari lalu 760 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 6 hari lalu 737 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 6 hari lalu 716 disimak
PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
Sports 6 hari lalu 716 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 708 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?