Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
    8 jam lalu
    Komisi III DPRD Batam Soroti Keberadaan Titik Parkir Didepan PT Panasonic
    10 jam lalu
    Petani di Setokok Disambar Petir, 1 Meninggal Dunia, 1 Luka-luka
    11 jam lalu
    Pemko Batam Siapkan Skema Swastanisasi Dalam Pengelolaan Sampah
    12 jam lalu
    Awal Tahun 2026 Kunjungan Wisman ke Batam Mencapai 257.928 Orang
    14 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    12 jam lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    3 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    3 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    4 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Pendidikan

Tari Rengkam dan Antusiasnya Siswa SMAN 22 Pulau Pecong

Editor Admin 3 tahun lalu 1.4k disimak
Daftar Gambar 1/11
IMG_0030-1536×1024-1
IMG_0104-scaled-1
IMG-20230920-WA0011
IMG_0038-1536×1024-1
IMG_0015-1536×1024-1
IMG_0040-1536×1024-1
IMG_0072-1536×1024-1
IMG_0011-1536×1024-1
IMG_0066-1536×1024-1
FB_IMG_1695124578994
IMG_0025-1536×1024-1

SMAN 22 Pecong berdiri sejak tahun 2016 di Pulau Pecong, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. Roadshow tim Batam Creator Academy, Selasa (19/9/2023) disambut hangat di sekolah itu.

“Kami menyambut semua tamu dengan tarian Rengkam, kreasi siswa SMAN 22 dan binaan guru,”kata Kepala Sekolah SMAN 22 Slamet Munawar di sanggar seni budaya Hulubalang Laot, sekolah itu.

Siswa siswi SMAN 22 pulau Pecong menyambut tim Batam Creator Academy dengan tarian Rengkam, khas pulau Pecong, Selasa (19/9/2023). © F. Arif – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Selain mengenalkan budaya Melayu, kata Slamet Munawar, pihaknya juga memberi kesempatan siswa tampil di depan umum. Total jumlah siswa 150 orang. Sebagian dari Pulau Pecong, sebagian dari Pulau Jaloh dan pulau sekitarnya.

SMAN 22 adalah sekolah pertama di hinterland yang dikunjungi tim Batam Creator Academy. Naik boat pancung dari Sekupang, waktu tempuh 1 jam ke Pulau Pecong dari pelabuhan penyeberangan antar pulau di Sekupang.

Perjalanan menuju pulau Pecong, © F. Eri Syahrial – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Siswa dibekali pelatihan tentang kreator digital, konten kegiatan sekolah dan masyarakat Pulau Pecong. “Sejarah Pulau Pecong, Darat Keramat, menarik dibikin konten,” kata Socrates dan Bintoro Suryo yang membriefing siswa.

Direktur Batam Creator Academy, Socrates bersama seorang siswa di SMAN 22 pulau Pecong, Batam, Selasa (19/9/2023). © Rizki – SocratesTalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Kepala Sekolah Batam Creator Academy yang juga aktivis perlindungan anak Eri Syahrial, juga memberikan materi sekolah ramah anak. ” Tidak boleh lagi ada bulliying di sekolah,” katanya.

Kepala SMAN 22 pulau Pecong, Slamet Munawar bersama Kepala Sekolah Batam Creator Academy, Eri Syahrial. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Siswa SMAN 22 Pulau Pecong, memiliki semangat untuk maju. Termasuk di bidang literasi digital. Motto mereka, siap kerja, siap kuliah. Sayangnya, sinyal internet hilang timbul di Pulau Pecong. Padahal, ada tower BTS Telkomsel di pulau itu.


Selain SMA, fasilitas pendidikan di pulau kecil ini terbilang lengkap, walau secara kualitas tidak banyak.

“Ada SMA, PAUD, TK, SD, SMP. Masing-masing satu unit sekolah. Jadi, anak-anak Pecong tidak perlu lagi keluar pulau untuk sekolah”, ujar sang Kepala Sekolah, Slamet Munawar.

Sementara untuk siswa lain dari sekitar pulau Pecong, pemerintah juga sudah mengoperasikan boat pancung sekolah. Perannya sama seperti bus sekolah dengan operasional ditanggung pemerintah provinsi Kepri.

Para siswa SMAN 22 pulau Pecong antusias mengikuti materi kelas dari tim Batam Creator Academy. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

“Jadi, anak-anak dari luar seperti dari pulau Jaloh, diantar jemput setiap hari dengan boat pancung sekolah”, lanjutnya.

“Saat ini, 60 persen anak yang bersekolah di sini berasal dari pulau Pecong sendiri, hampir 40 persen lainnya dari pulau Jaloh yang bertetangga dengan Pecong. Ada juga beberapa lainnya yang berasal dari pulau-pulau kecil di sekitar Pecong. Bahkan beberapa anak dari Karimun, melanjutkan SLTA-nya di sini”, lanjutnya.

Gedung SMAN 22 Batam yang berada di ketinggian di pulau Pecong. © F. Arif – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

SMAN 22 terletak di atas bukit yang tinggi di pulau ini. Fasilitas ruang belajar hingga perumahan untuk gurunya juga terbilang lengkap. Ada satu ruang kelas yang difungsikan sebagai mushala sekolah. Ruang ini selalu ramai pada jam menjelang dan setelah shalat zuhur. Siswa-siswi muslim di sini, dibiasakan shalat zuhur secara berjamaah dan diikuti kultum yang dilakukan bergantian oleh para siswanya.

“Tidak ada istilah siswa bodoh, semua punya kelebihan. Saya berusaha mendukung mereka dengan apa yang mereka bisa”, kata Slamet Munawar soal metode pengajaran dan pendekatan ke para siswa di pulau Pecong ini.

Para siswa SMAN 22 pulau Pecong antusias mengikuti materi kelas dari tim Batam Creator Academy. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

Misalnya menurutnya, ada siswa yang punya kemampuan olahraga sepakbola dan ada turnamen yang perlu diikutinya di luar Pecong.

“Saya izinkan itu, nggak ada masalah karena itu positif untuk perkembangannya, walaupun misalnya sampai seminggu”, katanya.

Kepala SMAN 22 Batam, Slamet Munawar berdialog bersama tim Batam Creator Academy. © F. Rizki – socratestalk.com/ disediakan GoWest.ID

Saat pelatihan tentang kreator digital, konten kegiatan sekolah dan masyarakat Pulau Pecong yang dilakukan Batam Creator Academy di sini, seorang siswi, Siti NurAin Hasan, adalah salah satu yang berbakat.

Video karya Siti NurAin Hasan, siswi SMAN 22 yang menggeluti kegiatan videografi di pulau Pecong.

Ain, panggilannya, sudah membuat berbagai konten tentang pulau tempat kelahirannya itu, selain konten video pembelajaran sekolah.

“Ini menarik, bagus. Makin banyak informasi positif tentang pulau Pecong dibuat, publik akan semakin kenal Pecong. Ayo kita buat Pecong mendunia dengan sumberdaya dan keunggulannya”, kata salah satu instruktur Batam Creator Academy, Bintoro Suryo, menyemangati para siswa di SMAN 22 pulau Pecong.

Salah satu Instruktur Batam Creator Academy, Bintoro Suryo memberi pengarahan ke siswa SMAN 22 pulau Pecong sebelum melakukan kegiatan eksplorasi. © F. Socrates – socratestalk.com/ Disediakan oleh GoWest.ID

WALAU jauh dari keramaian Batam, kreatifitas para siswa di sini, patut diacungi jempol. Mereka aktif di kegiatan seni seperti menggeluti seni tarian khas Melayu hingga konten kreasi.

Tari Rengkam yang mereka bawakan untuk semua tamu SMAN 22 yang berkunjung ke sini, sarat pesan lokal dan menjadi ciri khas masyarakat pulau Pecong. Tari Rengkam mendeskripsikan aktifitas harian warga di pulau itu yang rata-rata membudidaya Rengkam atau rumput laut.

Rengkam atau Rumput laut yang menjadi salah satu sumber penghasilan warga di pulau Pecong. © F. Socrates – Socratestalk.com/ disediakan oleh GoWest.ID

“Rata-rata, mata pencaharian masyarakat di sini, kalau tak melaut, ya mencari dan membudidaya Rengkam”,
ujar Feranica Fathanah yang biasa dipanggil Bu Fera oleh para siswa di sini. Ia adalah guru bahasa Indonesia di SMAN 22 pulau Pecong yang merangkap sebagai Humas sekolah.

Tari Rengkam yang kini menjadi ikon seni di SMAN 22 pulau Pecong, merupakan hasil koreografi Fera. Wanita 30-an tahun yang sudah menjadi guru di sekolah itu sejak 2016, merupakan anak kelahiran pulau Pecong.

“Kembali ke kampung halaman, saya senang di sini”, kata Fera yang alumni Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Foto bersama para siswa siswi yang tergabung di sanggar seni dan tari Hulubalang Laot SMAN 22 Batam. © F. Rizki – socratestalk.com. Disediakan oleh GoWest.ID

Baginya, mengajar di SMAN 22 menyenangkan. Ia hapal setiap detil pulau ini, masyarakatnya dan kehidupan sosial budayanya.

“Anak-anak yang bersekolah di SMAN 22, saya kenal semua keluarganya. Hampir semua masih terkait saudara”, katanya tersenyum.

(*)

Artikel ini terbit pertama kali di : socratestalk.com

Admin 24 September 2023 24 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira1
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Harga Beras Meroket, Warga Kepri Diminta Beralih ke Beras SPHP
Artikel Selanjutnya Liga Batam 2023, PS Seuramoe Tantang Batam City di Final

APA YANG BARU?

Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
Artikel 8 jam lalu 58 disimak
Komisi III DPRD Batam Soroti Keberadaan Titik Parkir Didepan PT Panasonic
Artikel 10 jam lalu 75 disimak
Petani di Setokok Disambar Petir, 1 Meninggal Dunia, 1 Luka-luka
Artikel 11 jam lalu 73 disimak
Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
Sports 12 jam lalu 71 disimak
Pemko Batam Siapkan Skema Swastanisasi Dalam Pengelolaan Sampah
Artikel 12 jam lalu 88 disimak

POPULER PEKAN INI

Akhir Maret ini SPPG Batam Mulai Distribusikan Kembali MBG ke Sekolah
Artikel 6 hari lalu 329 disimak
Diskominfo Batam Sosialiasikan Larangan Penggunaan Medsos Anak Dibawah 16 Tahun
Artikel 7 hari lalu 319 disimak
Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
Artikel 6 hari lalu 260 disimak
Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 6 hari lalu 252 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 3 hari lalu 246 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?