Hubungi kami di

Dunia

Teken Dekrit, Putin Balas Saksi Ekonomi AS dan Negara Barat

Otoritas pemerintah, organisasi, dan individu Rusia dilarang untuk melakukan transaksi (termasuk membuat kontrak perdagangan luar negeri) dengan badan hukum, individu, dan organisasi di bawah kendali mereka

Terbit

|

Presiden Rusia Vladimir Putin. F. Dok. Headtopics.com

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin telah menandatangani dekrit yang bertujuan membalas sanksi ekonomi dari negara-negara Barat terhadap Rusia. Bahkan, organisasi internasional turut dibidik oleh Moskow.

Dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, dalam dekrit tersebut entitas Rusia dilarang membuat kesepakatan dengan individu dan badan hukum asing di bawah tindakan pembalasan. Mereka pun dilarang mengekspor bahan mentah dan produk dari Rusia untuk kepentingan individu-individu terkait.

Menurut dekrit tersebut, langkah-langkah itu diambil untuk melindungi kepentingan nasional Rusia. Dekrit itu diterbitkan lewat situs resmi pemerintah Rusia, Selasa (3/5/2022).

Larangan ini meliputi masalah perdagangan, ekspor produk, dan sumber daya. Meski demikian, Putin tak merinci detail individu atau entitas yang mungkin terpengaruh oleh dekrit tersebut.

“Otoritas pemerintah, organisasi, dan individu Rusia dilarang untuk “melakukan transaksi (termasuk membuat kontrak perdagangan luar negeri) dengan badan hukum, individu, dan organisasi di bawah kendali mereka,” demikian tertulis dalam dokumen, seperti dilansir dari CNN.

BACA JUGA :  5 orang Tewas, 26 Terluka | Kebakaran di Lembaga Penelitian Militer Rusia

“Terkait dengan diberlakukannya ketentuan ekonomi khusus; untuk bekerja sama dengan orang yang terkena sanksi dan kewajiban berdasarkan transaksi yang telah diselesaikan (termasuk kontrak perdagangan luar negeri yang diselesaikan), jika kewajiban tersebut tidak terpenuhi atau tidak sepenuhnya terpenuhi,” kata dokumen tersebut.

Menurut dekrit itu, langkah-langkah ini diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Rusia. Selain itu, dekrit itu akan berlaku sampai sanksi ekonomi yang ditujukan pada Rusia dibatalkan.

“Sehubungan dengan tindakan tidak bersahabat Amerika Serikat dan negara-negara asing dan organisasi internasional yang telah bergabung dengan mereka, yang bertentangan dengan hukum internasional dan ditujukan untuk secara ilegal membatasi atau merampas hak milik Federasi Rusia, warga negara Federasi Rusia, dan badan hukum Rusia,” seperti tertulis dalam dokumen.

BACA JUGA :  Euro 2021 | Tekuk Finlandia 0-1, Rusia Buka Peluang Lolos

Rusia dilaporkan masih melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Ukraina. Setidaknya delapan orang tewas akibat gempuran Rusia yang makin brutal di kawasan timur Ukraina, terutama Donetsk dan Kharkiv, pada Minggu (1/5).

Amerika Serikat memprediksi Putin siap mendeklarasikan secara resmi perang di Ukraina. Dengan deklarasi itu, Rusia dapat mengerahkan tenaga penuh untuk menggempur negara itu.

Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada CNN, Putin kemungkinan bakal mengumumkan deklarasi perang itu secara resmi pada 9 Mei mendatang.

Tanggal deklarasi itu bertepatan dengan Hari Kemenangan yang dirayakan tiap tahun di Rusia untuk memperingati kemenangan mereka dari Nazi pada 1945 silam.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid