Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    KJRI Johor Bahru Pulangkan 232 WNI dan PMI via Batam
    12 jam lalu
    Pengendara Motor Tewas Ditabrak Fortuner Yang Dikendarai WNA
    13 jam lalu
    Pemprov Kepri Bentuk BLUD Konservasi Perairan Bintan
    15 jam lalu
    Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Batam
    2 hari lalu
    Kembali Menuai Sorotan Terkait Keluhan WNA, Imigrasi Batam Berikan Penjelasan
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
    13 jam lalu
    PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
    2 hari lalu
    Inter Milan Raih Scudetto ke 21, Pesta Biru Hitam di Kota Milano
    5 hari lalu
    Disdik Batam Himbau Keluarga Mampu Pilih Sekolah Swasta
    5 hari lalu
    “Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    6 hari lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    6 hari lalu
    Pulau Pecong, Batam
    2 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Tokoh

Tengku Sulung

Editor Admin 1 tahun lalu 1.9k disimak
Ilustrasi, Perlawanan Tengku Sulung. © disediakan oleh GoWest.ID

Nama : Tengku Sulung

Masa hidup : 1799 – 1858

Era : Kesultanan Riau Lingga

Tengku Sulung lahir di Lingga, Kepulauan Riau, pada sekitar akhir abad 18 atau awal abad ke-19. Ayahnya bernama Tok Luhus, seorang bajak laut yang menikahi Raja Maimunah dari Negeri Siak.

Sejak kecil, ia dididik oleh keluarganya dengan ajaran Islam yang kuat. Pemahamannya tentang Islam pada akhirnya memengaruhi pandangannya terhadap Belanda. Ia diketahui sangat membenci Belanda dan tidak bersedia untuk bekerja sama dalam bentuk apapun.

Saat remaja, ia sempat mengikuti jejak ayahnya menjadi bajak laut hingga berlayar mencapai Kalimantan. Setelah meninggalkan masa kelamnya, Tengku Sulung menetap di Riau, tepatnya di sekitar Sungai Reteh.

Menjadi Panglima Reteh

Pada 1841, kepemimpinan Sultan Muhammad Syah dari Kesultanan Riau-Lingga berakhir. Ia diganti puteranya, Sultan Mahmud Muzaffar Syah. Selama Sultan Mahmud Muzaffar Syah memimpin, Belanda terus mendesak agar kerajaannya mau menandatangani suatu perjanjian.

Namun, Sultan Muzaffar Syah tidak menghiraukan, bahkan telah mengacaukan prajurit Belanda di lautan dan kerap bepergian ke Singapura dan Pahang secara sembunyi-sembunyi. Karena perbuatannya itu, pemerintah kolonial menganggap bahwa Sultan Muzaffar Syah kurang menghormati perwakilan Belanda di Tanjung Pinang.

Pada 23 September 1857, Sultan Muzaffar Syah dilengserkan dari jabatannya oleh Belanda. Langkah yang dilakukan Belanda itu lantas memicu pemberontakan dari rakyat Riau, salah satunya dipimpin oleh Panglima Besar Tengku Sulung.

Tengku Sulung yang kemudian diangkat oleh Sultan sebagai panglima Reteh, melakukan berbagai aksi yang mengganggu pelayaran dan perdagangan Belanda.

Ia memusatkan perlawanan pada Belanda di daerah yang saat ini masuk dalam wilayah Kecamatan Reteh dan Sungai Batang, Riau.

Saat perlawanan, ia sempat mengirim utusan ke Singapura untuk menemui Sultan Muzaffar Syah. Maksudnya adalah meminta dukungan sultan, serta membeli perlengkapan senjata. Setelah persenjataan tersedia, Tengku Sulung mendirikan benteng-benteng pertahanan untuk menampung 800 pasukan yang berhasil dikumpulkannya.

Melihat pergerakan Tengku Sulung, Belanda mengirim sejumlah kapal perang ke Reteh pada 9 Oktober 1858.

Pasukan Belanda yang diperintah oleh Letnan AAJ Kroef, memblokade semua aliran sungai yang mengalir di wilayah Reteh. Aksi blokade membuat pasukan Tengku Sulung terkepung.

Buku : Sejarah perjuangan Panglima Besar Reteh Tengku Sulung melawan Belanda tahun 1858, karya Rustam S. Abrus dkk, terbitan Unri Press

Pada 16 Oktober 1858, pasukan Reteh berusaha menyerang kapal-kapal Belanda yang ada di Kuala Patah Parang. Tapi tidak berlangsung lama karena pasukan Belanda jauh lebih kuat.

Pada 4 November 1858, pasukan Belanda melakukan serangan penuh ke benteng pertahanan Reteh, setelah sehari setelahnya, Residen Riau mengirim ultimatum kepada Tengku Sulung untuk menyerahkan diri.

Puncak pertempuran terjadi pada 7 November 1858, di mana Belanda melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Tengku Sulung. Pasukan Reteh kewalahan. Pada akhirnya, Tengku Sulung meninggal di medan pertempuran setelah tertembak tepat di tengah lehernya.

(ham)

Sumber : Perpusnas, buku "Sejarah perjuangan Panglima Besar Reteh Tengku Sulung melawan Belanda tahun 1858", Kompas, 

Kaitan batam, Inderagiri, kepri, lingga, Reteh, Riau lingga, Tengku Sulung
Admin 7 Januari 2025 7 Januari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Sudah Tiba di Indonesia
Artikel Selanjutnya Lahan Status Quo dan Investor Lokal

APA YANG BARU?

KJRI Johor Bahru Pulangkan 232 WNI dan PMI via Batam
Artikel 12 jam lalu 166 disimak
Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
Pendidikan 13 jam lalu 176 disimak
Pengendara Motor Tewas Ditabrak Fortuner Yang Dikendarai WNA
Artikel 13 jam lalu 177 disimak
Pemprov Kepri Bentuk BLUD Konservasi Perairan Bintan
Artikel 15 jam lalu 169 disimak
Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Batam
Artikel 2 hari lalu 243 disimak

POPULER PEKAN INI

“Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
Histori 6 hari lalu 684 disimak
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
Catatan Netizen 6 hari lalu 592 disimak
Prakiraan Cuaca, Potensi Hujan Masih Terjadi di Batam dan Sekitarnya
Artikel 5 hari lalu 577 disimak
Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
Artikel 6 hari lalu 545 disimak
Polsek Bengkong Amankan Pelaku Pelecehan Seksual Kepada Anak Di Bawah Umur
Artikel 5 hari lalu 543 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?