Terhubung Dengan Kami

Ide

Tips Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi : ist.

KEBANYAKAN milenial nyaris tak terpikir menyisihkan uang untuk dana pensiun.

Biasanya hal ini memang disebabkan oleh banyak faktor, seperti banyak kebutuhan di masa produktif, memiliki pendapatan kecil, atau bahkan merasa masa pensiun masih lama sehingga kebutuhan dana pensiun tidak mendesak.

Padahal, semua perencana keuangan sepakat mencicil dana pensiun selagi muda dan di masa puncak produktivitas banyak manfaatnya. Utamanya membuat pengeluaran dana pensiun di masa depan jauh lebih ringan.

Apalagi, milenial cenderung tak banyak dibuntuti kebutuhan mendesak, seperti biaya sekolah anak, cicilan kredit pemilikan rumah (KPR), bayar listrik, maupun bayar air setiap bulan.

Paling-paling keuangannya kerap dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif, seperti minum kopi di kafe kekinian hingga beli baju yang terlalu sering.

Untuk itu, mulailah mencicil dana pensiun sedini mungkin.

Bila Anda masih bingung soal perencanaannya dan aja saja yang perlu Anda persiapkan untuk menabung dana pensiun, tips-tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda.

1. Targetkan umur pensiun

Perencana keuangan Eko Endarto mengatakan, Anda perlu menargetkan beberapa hal, seperti di usia berapa Anda akan pensiun, berapa angka harapan hidup Anda, dan berapa besaran dana yang diperlukan.

“Tentu harus dihitung dulu kapan pensiunnya, seberapa kebutuhan dia, dan berapa angka harapan hidupnya,” kata Eko Indarto kepada Kompas.com, Senin (19/8/2019).

Misalnya, Anda memiliki target pensiun di usia 55 tahun. Bila saat ini Anda berusia 20-30 tahun, berarti Anda punya waktu sekitar 25-35 tahun ke depan untuk mempersiapkan dana pensiun.

Setelah menghitung target pensiun, Anda juga perlu menghitung dan mengasumsikan angka harapan hidup Anda.

Misalnya, jika Anda akan pensiun di usia 55 tahun dan Anda akan hidup hingga usia 80 tahun, maka dana pensiun yang Anda butuhkan setara dengan 25 tahun hidup.

Dari situ, Anda bisa menghitung besaran dana pensiun yang bisa Anda cicil. Bila kebutuhan bulanan Anda sekitar Rp 5 juta, maka dana pensiun yang Anda butuhkan untuk 25 tahun ke depan sekitar Rp 1,5 miliar.

2. Bangun kebiasaan

Eko menyarankan, milenial perlu membangun kebiasaan untuk menyisihkan dana pensiun dari gajinya maupun pendapatan lain.

Adapun membangun kebiasaan ini membutuhkan komitmen dan kedisiplinan.

“Yang penting adalah disiplin dan komitmen, minimal 10 persen dari penghasilan. Coba untuk disisihkan di awal. Pasti agak susah, namanya juga awal-awal. Tapi ini untuk membangun kebiasaan,” kata Eko.

Bila tiba-tiba Anda mengalami kebutuhan mendesak, Eko pun tak melarang Anda menggunakan dana pensiun terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan itu.

Tapi yang jelas, pastikan Anda memiliki komitmen untuk menambah sedikit demi sedikit pemasukan untuk dana pensiun dan berusaha tak lagi memakainya.

“Boleh diambil lagi tapi enggak semua. Makin lama makin sedikit yang diambil. Jadi memang butuh komitmen sebenarnya, coba dulu di awal. Kalaupun nanti butuh, ya itu urusan nanti,” terang Eko.

3. Kurangi konsumsi dan alihkan ke dana darurat

Bila Anda gemar berbelanja atau sekedar minum kopi di kafe kekinian, ada baiknya kebiasaan itu dikurangi.

Alih-alih minum kopi setiap hari atau seminggu sekali, alokasikanlah dana konsumtif tersebut ke dana darurat.

Tindakan ini, kata Eko, berguna untuk mengamankan dana pensiun bila suatu saat ada kebutuhan mendadak. Anda bisa menggunakan dana darurat ketimbang dana pensiun yang telah Anda kumpulkan.

Adapun idealnya, besaran dana darurat harus setara dengan 3 kali pengeluaran bulanan.

“Dana darurat adalah dana yang dibutuhkan ketika ada masalah di keuangan. Maka, untuk milenial yang masih muda-muda sebenarnya 3 kali pengeluaran bulanan sudah cukup, enggak usah terlalu banyak karena masih muda,” ungkap Eko.

Namun pastikan, jangan satukan simpanan dana darurat dengan simpanan dana pensiun. Dana darurat harus ditaruh di instrumen yang likuid, sementara dana pensiun mesti ditaruh dalam instrumen jangka panjang.

4. Pilih instrumen

Mengingat dana pensiun adalah simpanan jangka panjang, Eko menyarankan Anda untuk mencari produk yang berisiko tinggi dan return yang tinggi.

Pun produk yang minim bahkan tidak bisa tergerus inflasi.

“Bisa taruh di saham, properti, bisa juga ke investasi emas minimal. Tapi harus yang investasi, jangan produk perbankan seperti deposito. Karena produk perbankan itu bukan jangka panjang,” saran Eko.

Jika Anda belum mengerti saham langsung, pelajarilah atau pilihlah instrumen lain yang bisa Anda mengerti, seperti reksa dana saham.

Anda juga bisa memulai bisnis yang keuntungannya bisa digunakan untuk dana pensiun.

“Kalau memang merasa saham terlalu sulit, mungkin milenial bisa mencoba dahulu ke reksadana. Reksadana saham itu kan ada pengelolanya, nah itu lebih aman dibanding saham langsung. Atau bisnis juga bisa. Zaman sekarang bisnis bisa digunakan sebagai dana pensiun,” pungkas Eko.

Sumber : Kompas

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Budaya6 hari lalu

“MERAWAT GASING MELAYU” | GALERI

GASING merupakan permainan tradisi yang kerap ditemui di masyarakat Melayu pada zaman dahulu. Sekarang, sudah tidak banyak lagi yang memainkannya....

Pop & Roll6 hari lalu

Sudah Jelas, Jenis Kelamin Lucinta Luna Adalah Wanita

JAJARAN Polres Metro Jakarta Barat telah menerima salinan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ihwal perubahan jenis kelamin Lucinta Luna. Surat tersebut...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Berhati-Hati, Ada Malware Yang Disuntikkan di Konten Informasi Tentang Virus Corona

VIRUS corona disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk memasukkan malware ke perangkat mobile. Pakar informasi dan teknologi (IT) mengungkapkan celah masuknya malware ke...

Makan Enak2 minggu lalu

Nyicip Lendot Khas Karimun

LENDOT adalah makanan khas masyarakat Melayu. Khususnya bagi warga yang tinggal di kabupaten Karimun. Makanan yang terbuat dari sagu dengan...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

4 Vendor China Bergabung Bikin Pesaing Google PlayStore

EMPAT vendor ponsel asal China, Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan sebuah platform toko aplikasi smartphone Android pesaing...

Makan Enak2 minggu lalu

Harris Resort Barelang Batam Hadirkan Menu Baru di 2020

JUICE Bar, HARRIS Café, 20 Feet Snack & Bar, Rocksalt Beach Club dan Ti Punch Bar HARRIS Resort Barelang Batam,...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Proses Pemulangan WNI Dari Wuhan | KILAS BALIK

DALAM beberapa hari ini, proses pemulangan 238 WNI asal Wuhan, China begitu menyita perhatian publik. Banyak yang mendukung langkah pemerintah...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Virus Corona Tidak Ditularkan Dari Benda Mati

VIRUS Corona tidak menular melalui barang maupun pakaian. Terkait keresahan masyarakat apakah Novel Coronavirus (2019-nCoV) dapat menular melalui barang paketan,...

Pop & Roll3 minggu lalu

Ronaldo Jadi Yang Pertama Dengan 200 Juta Followers di IG

BINTANG sepak bola Cristiano Ronaldo merayakan raihan  200 juta pengikut di Instagram. Ronaldo pun memposting keberhasilan ini melalui sebuah postingan....

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

Menampilkan Galaksi Bimasakti di Ponsel Pakai Google Earth

MESKIPUN tidak bisa menikmati keindahan luar angkasa, kita bisa melihat alam semesta di smartphone lewat bantuan Google Earth. Sayangnya, selama...