Hubungi kami di

Uang

Uber Mundur dari Asia Tenggara

Mike Wibisono

Terbit

|

Aplikasi Uber di ponsel : ist.

UBER Technologies Inc sudah sepakat menjual bisnis taksi online-nya di Asia Tenggara ke Grab.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Minggu (25/3/2018), kesepakatan itu rencananya akan diumumkan ke publik pada Senin (26/3) ini di Singapura.

Dengan kesepakatan ini, Grab akan menguasai operasi Uber di Asia Tenggara.

Sementara Uber akan mendapatkan 25 sampai 30 persen saham dari gabungan usaha baru itu.

Kesepakatan ini juga berarti Uber resmi hengkang dari Asia Tenggara, dan meninggalkan Grab bertarung melawan Go-Jek, yang sampai saat ini masih beroperasi di Indonesia.

G-Jek sendiri merupakan pasar taksi online terbesar di kawasan ini.

Meski demikian, baik Grab maupun Uber belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini.

BACA JUGA :  Kemenkeu Kantongi Rp297 Miliar dari Pajak Digital 2020

Ini bukan pertama kali Uber menyerah dan mundur dalam persaingan di pasar taksi online. Sebelumnya Uber sudah menyerahkan bisnisnya di Cina pada Didi Chuxing dan juga mendapat kompensasi saham. Di Rusia, Uber juga menyerah pada Yandex.

Saat ini Grab masih menjadi penguasa Asia Tenggara. Grab, yang bermarkas di Singapura, mengklaim sudah diunduh 86 juta kali dan beroperasi di 190 kota di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.

Sementara Go-Jek, seperti dilansir Wall Street Journal tahun lalu, sudah diunduh sebanyak lebih dari 40 juta kali di Indonesia dan memiliki sekitar 10 juta pengguna aktif per pekan.

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook