Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dishub Batam Tegas: Tak Ada Lagi Parkir di Atas Jembatan Barelang, 4 Banner Larangan Dipasang
    4 jam lalu
    Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
    23 jam lalu
    Bareskrim Sasar Aset Bos Kasino: Rumah di Rosewood Bengkong Digeledah
    1 hari lalu
    Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
    1 hari lalu
    7 Titik Jalan Dilebarkan di Batam Sepanjang 2026
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    1 hari lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    2 hari lalu
    Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
    3 hari lalu
    14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
    3 hari lalu
    Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    1 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    3 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    5 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Wanita Asing di Balik Isi Pidato Menggugah Soekarno

Editor Admin 9 tahun lalu 2.4k disimak

KETIKA Presiden Soekarno mulai membacakan tiap bait-bait pidatonya, seketika semua hati rakyat pun ikut tergugah lewat kata-katanya. Namun memasuki awal 1960-an, kondisi kesehatan Bung Karno mulai menurun.

Dilansir dari laman Sejarahri.com, situasi ini tentu saja berpengaruh kepada kemampuannya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk ia tidak lagi sanggup menulis sendiri konsep pemikiran yang akan disampaikannya di depan khalayak dunia.

Akhirnya diputuskan, setiap pidato Bung Karno akan ditulis oleh sebuah tim ghost writers atau penulis bayangan. Dalam buku G30S, Fakta atau Rekayasa, disebutkan setidakny ada dua tim penulis bayangan di sekitar Presiden Soekarno secara ketat bersaing.

Tim pertama adalah Soebandrio, yang tak lain adalah Menteri Luar Negeri sekaligus Pimpinan BPI (Badan Pusat Intelejen). Sedangkan tim kedua dipunyai Njoto, Menteri Negara dan juga Wakil Ketua II Central Commite Partai Komunis Indonesia (CC PKI).

Uniknya, kedua loyalis Soekarno itu memiliki asisten yang masing-masing merupakan perempuan yang berasal dari negara asing. Jika Soebandrio memiliki tandem bernama Molly Warner dari Australia, maka Njoto sangat pas  bermitra dengan Carmel Brickman dari Inggris.

Berbeda dengan anggapan orang kebanyakan yang melihat kehadiran dua perempuan tersebut hanya sebagai penerjemah, sesungguhnya mereka berdua memiliki peran yang sangat strategis dalam menuangkan konsep-konsep yang bernas terkait kebijakan politik luar negeri yang dianut Bung Karno.

Dunia internasional pastinya tak akan pernah melupakan pidato fenomenal Soekarno di depan Majelis Umum PBB pada 1964. Konon Molly memiliki peran signifikan dalam penyusunan pidato yang berjudul To Build the World Anew itu. Siapakah Molly sebenarnya?

Molly tak lain adalah istri Muhammad Bondan, seorang aktivis pergerakan yang “diculik mengungsi” oleh pemerintah Hindia Belanda ke Australia saat tentara Jepang menyerbu Nusantara pada 1942.

Begitu pemerintahan Indonesia menyingkir ke Yogyakarta pada 1947, Bondan memboyong sang istri bulenya itu ke Tanah Air. Ia lantas direkrut oleh Soekarno-Hatta sebagai pejabat di Kementerian Perburuhan. Sedangkan Molly, bekerja di RRI Pemancar Yogyakarta yang khusus mengasuh acara The Voice of Free Indonesia.

Sebagai penyiar RRI, Molly dikenal sebagai penyiar asing yang sangat rajin mengenalkan perjuangan Indonesia sehingga membuat masyarakat internasional bersimpati. Melihat bakat luar biasa di dalam diri Molly, Soekarno kemudian memindahkannya ke Kementerian Luar Negeri.

Di sana, ia didapuk untuk mengajar bahasa Inggris  kepada para diplomat Indonesia. Sekitar awal 1960, Soekarno memutuskan Molly untuk menjadi pendamping Soebandrio dalam membuat naskah-naskah pidato yang khusus ditujukan bagi kepentingan luar negeri Indonesia.

Sebagai penulis bayangan Presiden, Molly sangat mengenal pemikiran-pemikiran dan kebiasaan-kebiasaan Soekarno saat berpidato. “Ia gemar melakukan pengulangan kata sebagai upaya untuk lebih menjelaskan apa yang dia maksud,” kata Molly.

Nasib Carmel tak jauh berbeda dengan Molly. Bertemu sebagai sesama aktivis kiri  dengan Soewondo Budiardjo di Praha, Chekoslovakia pada 1950, ia kemudian dinikahi oleh pegiat Himpunan Sarjana Indonesia (HSI) tersebut. HSI adalah organisasi massa yang sangat dekat dengan PKI.

Lewat PKI inilah, Carmel kemudian terhubung dengan Njoto. Melihat kemampuan Carmel yang sangat baik dalam segi analisa politik dan pemikiran, tokoh PKI saingan Aidit itu (Aidit pernah menyebutnya sebagai kaum revisionis pro Moskwa dibanding Peking), menunjuknya untuk menjadi tandem penulisan pidato-pidato Bung Karno.

Posisi Carmel tetap eksis sebagai penulis bayangan, hingga Insiden 1965 meletus. Ia kemudian ditangkap tentara dan kemudian ikut dibuang ke Pulau Buru bersama suaminya, sebelum Pemerintah Inggris (ia masih memegang paspor Inggris rupanya) turun tangan dan meminta Soeharto mendeportasi perempuan pakar ekonomi lulusan Universitas London itu ke  negeri leluhurnya tersebut pada 1971.

Begitu sampai di Inggris, dua tahun kemudian Carmel Budiardjo mendirikan TAPOL, sebuah lembaga hak asasi manusia yang menyoroti kehidupanpara tahanan politik di Indonesia.

“Saya tak bisa melupakan begitu saja nasib kawan-kawan yang masih berada di penjara Soeharto,” tulisnya dalam Surviving Indonesia’s Gulag, sebuah judul buku yang mengisahkan pengalaman dia menjadi tahanan politik di Indonesia. ***

Kaitan carmel, molly, orde lama, pidato, soekarno
Admin 24 April 2017 24 April 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya PS 757 Kepri Jaya Gagal Bawa Pulang Angka
Artikel Selanjutnya Mall Pelayanan Publik, Begini Konsepnya Menurut Menpan RB

APA YANG BARU?

Dishub Batam Tegas: Tak Ada Lagi Parkir di Atas Jembatan Barelang, 4 Banner Larangan Dipasang
Artikel 4 jam lalu 72 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 23 jam lalu 70 disimak
Bareskrim Sasar Aset Bos Kasino: Rumah di Rosewood Bengkong Digeledah
Artikel 1 hari lalu 64 disimak
Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
Artikel 1 hari lalu 146 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 1 hari lalu 241 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 2 hari lalu 572 disimak
Barelang Jadi Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Transmigrasi Patriot
Artikel 6 hari lalu 375 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 5 hari lalu 359 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 5 hari lalu 335 disimak
Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
Artikel 4 hari lalu 301 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?