Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pendaftaran Diperpanjang Lagi, Pemko Siapkan 3.000 Agen Perlinsos Jemput Bola
    4 jam lalu
    Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
    15 jam lalu
    Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
    16 jam lalu
    Polisi Jaring 33 Motor Berknalpot Brong di Batam
    19 jam lalu
    Kemkomdigi Desak Operator Eksekusi Utuh Putusan MK Soal Kuota Internet
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    2 jam lalu
    Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
    3 jam lalu
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    16 jam lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    19 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    5 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    6 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    6 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Wanita Asing di Balik Isi Pidato Menggugah Soekarno

Editor Admin 9 tahun lalu 2.4k disimak

KETIKA Presiden Soekarno mulai membacakan tiap bait-bait pidatonya, seketika semua hati rakyat pun ikut tergugah lewat kata-katanya. Namun memasuki awal 1960-an, kondisi kesehatan Bung Karno mulai menurun.

Dilansir dari laman Sejarahri.com, situasi ini tentu saja berpengaruh kepada kemampuannya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk ia tidak lagi sanggup menulis sendiri konsep pemikiran yang akan disampaikannya di depan khalayak dunia.

Akhirnya diputuskan, setiap pidato Bung Karno akan ditulis oleh sebuah tim ghost writers atau penulis bayangan. Dalam buku G30S, Fakta atau Rekayasa, disebutkan setidakny ada dua tim penulis bayangan di sekitar Presiden Soekarno secara ketat bersaing.

Tim pertama adalah Soebandrio, yang tak lain adalah Menteri Luar Negeri sekaligus Pimpinan BPI (Badan Pusat Intelejen). Sedangkan tim kedua dipunyai Njoto, Menteri Negara dan juga Wakil Ketua II Central Commite Partai Komunis Indonesia (CC PKI).

Uniknya, kedua loyalis Soekarno itu memiliki asisten yang masing-masing merupakan perempuan yang berasal dari negara asing. Jika Soebandrio memiliki tandem bernama Molly Warner dari Australia, maka Njoto sangat pas  bermitra dengan Carmel Brickman dari Inggris.

Berbeda dengan anggapan orang kebanyakan yang melihat kehadiran dua perempuan tersebut hanya sebagai penerjemah, sesungguhnya mereka berdua memiliki peran yang sangat strategis dalam menuangkan konsep-konsep yang bernas terkait kebijakan politik luar negeri yang dianut Bung Karno.

Dunia internasional pastinya tak akan pernah melupakan pidato fenomenal Soekarno di depan Majelis Umum PBB pada 1964. Konon Molly memiliki peran signifikan dalam penyusunan pidato yang berjudul To Build the World Anew itu. Siapakah Molly sebenarnya?

Molly tak lain adalah istri Muhammad Bondan, seorang aktivis pergerakan yang “diculik mengungsi” oleh pemerintah Hindia Belanda ke Australia saat tentara Jepang menyerbu Nusantara pada 1942.

Begitu pemerintahan Indonesia menyingkir ke Yogyakarta pada 1947, Bondan memboyong sang istri bulenya itu ke Tanah Air. Ia lantas direkrut oleh Soekarno-Hatta sebagai pejabat di Kementerian Perburuhan. Sedangkan Molly, bekerja di RRI Pemancar Yogyakarta yang khusus mengasuh acara The Voice of Free Indonesia.

Sebagai penyiar RRI, Molly dikenal sebagai penyiar asing yang sangat rajin mengenalkan perjuangan Indonesia sehingga membuat masyarakat internasional bersimpati. Melihat bakat luar biasa di dalam diri Molly, Soekarno kemudian memindahkannya ke Kementerian Luar Negeri.

Di sana, ia didapuk untuk mengajar bahasa Inggris  kepada para diplomat Indonesia. Sekitar awal 1960, Soekarno memutuskan Molly untuk menjadi pendamping Soebandrio dalam membuat naskah-naskah pidato yang khusus ditujukan bagi kepentingan luar negeri Indonesia.

Sebagai penulis bayangan Presiden, Molly sangat mengenal pemikiran-pemikiran dan kebiasaan-kebiasaan Soekarno saat berpidato. “Ia gemar melakukan pengulangan kata sebagai upaya untuk lebih menjelaskan apa yang dia maksud,” kata Molly.

Nasib Carmel tak jauh berbeda dengan Molly. Bertemu sebagai sesama aktivis kiri  dengan Soewondo Budiardjo di Praha, Chekoslovakia pada 1950, ia kemudian dinikahi oleh pegiat Himpunan Sarjana Indonesia (HSI) tersebut. HSI adalah organisasi massa yang sangat dekat dengan PKI.

Lewat PKI inilah, Carmel kemudian terhubung dengan Njoto. Melihat kemampuan Carmel yang sangat baik dalam segi analisa politik dan pemikiran, tokoh PKI saingan Aidit itu (Aidit pernah menyebutnya sebagai kaum revisionis pro Moskwa dibanding Peking), menunjuknya untuk menjadi tandem penulisan pidato-pidato Bung Karno.

Posisi Carmel tetap eksis sebagai penulis bayangan, hingga Insiden 1965 meletus. Ia kemudian ditangkap tentara dan kemudian ikut dibuang ke Pulau Buru bersama suaminya, sebelum Pemerintah Inggris (ia masih memegang paspor Inggris rupanya) turun tangan dan meminta Soeharto mendeportasi perempuan pakar ekonomi lulusan Universitas London itu ke  negeri leluhurnya tersebut pada 1971.

Begitu sampai di Inggris, dua tahun kemudian Carmel Budiardjo mendirikan TAPOL, sebuah lembaga hak asasi manusia yang menyoroti kehidupanpara tahanan politik di Indonesia.

“Saya tak bisa melupakan begitu saja nasib kawan-kawan yang masih berada di penjara Soeharto,” tulisnya dalam Surviving Indonesia’s Gulag, sebuah judul buku yang mengisahkan pengalaman dia menjadi tahanan politik di Indonesia. ***

Kaitan carmel, molly, orde lama, pidato, soekarno
Admin 24 April 2017 24 April 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya PS 757 Kepri Jaya Gagal Bawa Pulang Angka
Artikel Selanjutnya Mall Pelayanan Publik, Begini Konsepnya Menurut Menpan RB

APA YANG BARU?

Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
Histori 2 jam lalu 224 disimak
Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
Catatan Netizen 3 jam lalu 172 disimak
Pendaftaran Diperpanjang Lagi, Pemko Siapkan 3.000 Agen Perlinsos Jemput Bola
Artikel 4 jam lalu 84 disimak
Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
In Depth 15 jam lalu 264 disimak
Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
Artikel 16 jam lalu 188 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 5 hari lalu 741 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 7 hari lalu 594 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 5 hari lalu 593 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 5 hari lalu 563 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 4 hari lalu 488 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?