Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    USD Terus Menguat Terhadap Rupiah, Picu Kekhawatiran Pengusaha Batam
    22 menit lalu
    Empat Mantan Pejabat KPU Karimun Dituntut Hukuman Penjara hingga 4,6 Tahun
    3 jam lalu
    Pengangguran di Kepri Capai 6,8%
    16 jam lalu
    8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
    1 hari lalu
    Disdukcapil Batam Sederhanakan Layanan, Perubahan Data Bisa di Kecamatan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    55 menit lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    16 jam lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    16 jam lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    2 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    4 jam lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    15 jam lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    4 hari lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    4 hari lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    4 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Wanita Asing di Balik Isi Pidato Menggugah Soekarno

Editor Admin 9 tahun lalu 2.3k disimak

KETIKA Presiden Soekarno mulai membacakan tiap bait-bait pidatonya, seketika semua hati rakyat pun ikut tergugah lewat kata-katanya. Namun memasuki awal 1960-an, kondisi kesehatan Bung Karno mulai menurun.

Dilansir dari laman Sejarahri.com, situasi ini tentu saja berpengaruh kepada kemampuannya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk ia tidak lagi sanggup menulis sendiri konsep pemikiran yang akan disampaikannya di depan khalayak dunia.

Akhirnya diputuskan, setiap pidato Bung Karno akan ditulis oleh sebuah tim ghost writers atau penulis bayangan. Dalam buku G30S, Fakta atau Rekayasa, disebutkan setidakny ada dua tim penulis bayangan di sekitar Presiden Soekarno secara ketat bersaing.

Tim pertama adalah Soebandrio, yang tak lain adalah Menteri Luar Negeri sekaligus Pimpinan BPI (Badan Pusat Intelejen). Sedangkan tim kedua dipunyai Njoto, Menteri Negara dan juga Wakil Ketua II Central Commite Partai Komunis Indonesia (CC PKI).

Uniknya, kedua loyalis Soekarno itu memiliki asisten yang masing-masing merupakan perempuan yang berasal dari negara asing. Jika Soebandrio memiliki tandem bernama Molly Warner dari Australia, maka Njoto sangat pas  bermitra dengan Carmel Brickman dari Inggris.

Berbeda dengan anggapan orang kebanyakan yang melihat kehadiran dua perempuan tersebut hanya sebagai penerjemah, sesungguhnya mereka berdua memiliki peran yang sangat strategis dalam menuangkan konsep-konsep yang bernas terkait kebijakan politik luar negeri yang dianut Bung Karno.

Dunia internasional pastinya tak akan pernah melupakan pidato fenomenal Soekarno di depan Majelis Umum PBB pada 1964. Konon Molly memiliki peran signifikan dalam penyusunan pidato yang berjudul To Build the World Anew itu. Siapakah Molly sebenarnya?

Molly tak lain adalah istri Muhammad Bondan, seorang aktivis pergerakan yang “diculik mengungsi” oleh pemerintah Hindia Belanda ke Australia saat tentara Jepang menyerbu Nusantara pada 1942.

Begitu pemerintahan Indonesia menyingkir ke Yogyakarta pada 1947, Bondan memboyong sang istri bulenya itu ke Tanah Air. Ia lantas direkrut oleh Soekarno-Hatta sebagai pejabat di Kementerian Perburuhan. Sedangkan Molly, bekerja di RRI Pemancar Yogyakarta yang khusus mengasuh acara The Voice of Free Indonesia.

Sebagai penyiar RRI, Molly dikenal sebagai penyiar asing yang sangat rajin mengenalkan perjuangan Indonesia sehingga membuat masyarakat internasional bersimpati. Melihat bakat luar biasa di dalam diri Molly, Soekarno kemudian memindahkannya ke Kementerian Luar Negeri.

Di sana, ia didapuk untuk mengajar bahasa Inggris  kepada para diplomat Indonesia. Sekitar awal 1960, Soekarno memutuskan Molly untuk menjadi pendamping Soebandrio dalam membuat naskah-naskah pidato yang khusus ditujukan bagi kepentingan luar negeri Indonesia.

Sebagai penulis bayangan Presiden, Molly sangat mengenal pemikiran-pemikiran dan kebiasaan-kebiasaan Soekarno saat berpidato. “Ia gemar melakukan pengulangan kata sebagai upaya untuk lebih menjelaskan apa yang dia maksud,” kata Molly.

Nasib Carmel tak jauh berbeda dengan Molly. Bertemu sebagai sesama aktivis kiri  dengan Soewondo Budiardjo di Praha, Chekoslovakia pada 1950, ia kemudian dinikahi oleh pegiat Himpunan Sarjana Indonesia (HSI) tersebut. HSI adalah organisasi massa yang sangat dekat dengan PKI.

Lewat PKI inilah, Carmel kemudian terhubung dengan Njoto. Melihat kemampuan Carmel yang sangat baik dalam segi analisa politik dan pemikiran, tokoh PKI saingan Aidit itu (Aidit pernah menyebutnya sebagai kaum revisionis pro Moskwa dibanding Peking), menunjuknya untuk menjadi tandem penulisan pidato-pidato Bung Karno.

Posisi Carmel tetap eksis sebagai penulis bayangan, hingga Insiden 1965 meletus. Ia kemudian ditangkap tentara dan kemudian ikut dibuang ke Pulau Buru bersama suaminya, sebelum Pemerintah Inggris (ia masih memegang paspor Inggris rupanya) turun tangan dan meminta Soeharto mendeportasi perempuan pakar ekonomi lulusan Universitas London itu ke  negeri leluhurnya tersebut pada 1971.

Begitu sampai di Inggris, dua tahun kemudian Carmel Budiardjo mendirikan TAPOL, sebuah lembaga hak asasi manusia yang menyoroti kehidupanpara tahanan politik di Indonesia.

“Saya tak bisa melupakan begitu saja nasib kawan-kawan yang masih berada di penjara Soeharto,” tulisnya dalam Surviving Indonesia’s Gulag, sebuah judul buku yang mengisahkan pengalaman dia menjadi tahanan politik di Indonesia. ***

Kaitan carmel, molly, orde lama, pidato, soekarno
Admin 24 April 2017 24 April 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya PS 757 Kepri Jaya Gagal Bawa Pulang Angka
Artikel Selanjutnya Mall Pelayanan Publik, Begini Konsepnya Menurut Menpan RB

APA YANG BARU?

USD Terus Menguat Terhadap Rupiah, Picu Kekhawatiran Pengusaha Batam
Artikel 22 menit lalu 22 disimak
Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
Sports 55 menit lalu 39 disimak
Empat Mantan Pejabat KPU Karimun Dituntut Hukuman Penjara hingga 4,6 Tahun
Artikel 3 jam lalu 93 disimak
Raja Haji Ali (Tengku Selat)
Tokoh 4 jam lalu 97 disimak
Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
Statistik 15 jam lalu 190 disimak

POPULER PEKAN INI

“Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
Histori 6 hari lalu 700 disimak
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Melejit Sabtu Ini
Artikel 6 hari lalu 655 disimak
Libatkan RT/RW, Pengelolaan Sampah dengan TPS Komunal di Batam
Lingkungan 6 hari lalu 639 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 4 hari lalu 616 disimak
PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
Sports 5 hari lalu 603 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?