Hubungi kami di

Ini Batam

Waspada! MonkeyPox Sudah Sampai Singapura

Terbit

|

Foto : © straitstimes

PENYAKIT langka cacar monyet (monkeypox) telah dikonfirmasi sampai di Singapura, dibawa seorang laki-laki asal Nigeria.

Akibatnya 24 orang masuk karantina, Batam pun melakukan antisipasi.

Laki-laki yang namanya tak disebutkan itu berusia 38 tahun. Ia ke Singapura untuk ikut lokakarya di hotel tempatnya menginap pada 29-30 April.

Setelah menjalani pemeriksaan, (8/5) lalu ia positif terinfeksi monkeypox. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) kemudian mengidentifikasi 18 peserta dan seorang staf lokakarya, empat karyawan hotel.

Kesemuanya dikarantina di bangsal isolasi di Pusat Nasional Penyakit Menular (NCID). “Mereka yang terlibat kontak dekat dengan pasien telah diperiksa NCID dan diberi vaksin, untuk mencegah penyakit atau mengurangi gejala,” tulis MOH dalam pernyataan resmi.

“Sebagai tindakan pencegahan, mereka akan dikarantina dan diawasi selama 21 hari sejak hari pertama mereka terlibat kontak dengan pasien,” tambahnya.

Sejauh ini, belum ada pasien yang menunjukkan gejala cacar monyet. “Hingga saat ini tidak ada bukti transmisi antarmanusia bisa menularkan infeksi monkeypox pada populasi manusia,” tutur Direktur Eksekutif NCID Profesor Leo Yee Sin.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) belum mengeluarkan imbauan perjalanan atau kebijakan terkait penyakit ini. Pun demikian, Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau sudah mulai mengantisipasi virus monkeypox.

BACA JUGA :  Bercirikan Tanjak Melayu | Masjid Bandara Hang Nadim Batam Jadi Ikon Terbaru Kota Batam

“Saya sudah berbincang dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), untuk menyiagakan alat pendeteksi panas tubuh, sebagai langkah antisipasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusumarjadi, Minggu (12/5).

Dengan alat pendeteksi panas, orang yang masuk wilayah Batam akan dipindai. Jika suhu tubuh di atas batas normal, orang tersebut akan dievakuasi dan diperiksa.

Seumpama positif terjangkit virus monkey pox, akan dibawa ke ruang isolasi RS Badan Pengusahaan Batam atau RS Umum Daerah Embung Fatimah. “Penularannya melalui kontak langsung. Masa inkubasi 5-7 hari baru. terlihat gejalanya,” jelas Didi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), monkeypox adalah penyakit yang disebabkan virus langka, umum terjadi di area terpencil Afrika Tengah dan Barat. Virus ini hidup pada hewan, termasuk primata dan hewan pengerat, tetapi kadang-kadang bisa “melompat” dari hewan ke manusia.

Baik monkeypox maupun cacar berasal dari keluarga poxvirus yang disebut orthopoxvirus. Sejak 1970, kasus monkeypox pada manusia telah dilaporkan di 10 negara Afrika. 

Pada 2017, Nigeria mengalami wabah monkeypox pertama sejak 1978, dengan 172 kasus.

Meskipun monkeypox dan cacar punya gejala sama, monkeypox tidak sama bahayanya dengan cacar: Dalam wabah sebelumnya, tingkat kematian akibat monkeypox antara 1 persen dan 10 persen. Sebaliknya, cacar memiliki tingkat kematian sekitar 30 persen.

BACA JUGA :  Program Ketahanan Pangan Polresta Barelang Kembangkan Budidaya Sayuran Baby Kailan dan Sawi

Orang yang terinfeksi monkeypox bisa menyebarkan penyakit ke orang lain, sebagian besar lewat percikan ludah yang keluar ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Tapi biasanya virus ini tak bisa bertahan lama, kecuali terjadi kontak dalam jangka waktu panjang dengan penderita.

Orang juga bisa tertular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit yang terinfeksi. Juga melalui kontak tidak langsung dengan pakaian yang terkontaminasi.

Gejala biasanya muncul sekitar dua minggu setelah seseorang terpapar monkeypox. Gejala awal bisa berupa demam, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Tak lama setelahnya, pasien mengalami ruam cacar dengan lesi yang sering muncul di wajah dan badan. Lesi berkembang menjadi lepuh kecil yang berisi cairan sebelum jadi luka dan mengelupas.

Biasanya penderita monkeypox akan pulih dalam dua hingga empat minggu. Pada beberapa orang, mungkin ada bekas luka akibat ruam.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook