Terhubung Dengan Kami

Khas

Bagaimana Medsos Mengubah Pola Pikir Orang?

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

DI era teknologi yang sedang sangat maju ini, internet sangat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Terutama melalui media sosial.

Mulai dari pekerjaan, bertukar informasi, atau sekedar menyenangkan diri sendiri. Akan tetapi, ternyata sosial media dapat mengubah pola pikir seseorang.

Proses Perubahan Pola Pikir

Media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, dan platform lainnya kini menjadi sesuatu yang tak dapat dilepaskan dari masyarakat.

Hal tersebut disebabkan kemudahan memperoleh informasi tanpa harus bersusah payah seperti zaman dahulu kala. Oleh karena itu,  media sosial dapat dikatakan sebagai salah satu penyebab pola pikir seseorang dapat berubah.

Lalu, bagaimana pola pikir seseorang bisa berubah karena hal ini?

Pertama-tama, orang yang mendapatkan sebuah informasi melalui media sosial akan menafsirkan berita tersebut. Apakah hal itu masuk akal atau tidak sama sekali untuk dirinya.

Jika masuk akal, maka ia akan menerima, mengolah, dan bahkan meyakini informasi tersebut hingga akhirnya mengubah pola pikirnya.

Contohnya saja, YouTube. Media sosial ini sering digunakan masyarakat untuk mengunggah dan mendapatkan pengetahuan.

Nah, dari sinilah kita seringkali mendapati konten-konten yang tujuannya menggiring opini publik. Bahkan dari konten tersebut dapat mengubah pola pikir mereka yang tadinya tidak setuju menjadi setuju dan sebaliknya.

Hal yang memengaruhi pola pikir ketika menggunakan media sosial

1. Usia

Mulai dari anak-anak hingga orang tua menggunakan ponsel pintarnya untuk memperoleh dan bertukar informasi melalui media apapun, termasuk media sosial. Sebenarnya, umur tidak terlalu menjadi penyebab hal tersebut dapat terjadi. Hal ini disebabkan oleh cara berpikir manusia sangat dinamis karena berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Akan tetapi, anak-anak yang menggunakan media sosial tanpa pengawasan dari orang tua akan berdampak buruk bagi kondisi mental mereka. Misalnya, ketika mereka sedang menonton konten kartun di platform YouTube, bisa saja tersasar ke konten-konten yang seharusnya tidak patut mereka saksikan.

Usia anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP pola pikirnya masih belum matang, sehingga mudah untuk mengubah pola pikir mereka, baik untuk hal positif maupun negatif..

2. Cara mengolah informasi

Ilustrasi

Media sosial tidak langsung mengubah poa pikir seseorang. Hal ini tentu saja akan tergantung dengan cara seseorang mengolah informasi yang didapatkan.

Misalnya, ketika Anda mendapatkan informasi dari Instagram atau Twitter, apakah Anda akan langsung menyimpulkan atau berusaha mencari fakta lain?

Lagi-lagi, hal itu tergantung dengan bagaimana Anda mengolah informasi tersebut. Ketika langsung percaya terhadap suatu informasi, saat itu juga pola pikir Anda akan berubah. Oleh karena itu, cara mengolah informasi hingga menyimpulkan suatu fakta bisa sangat berpengaruh terhadap pola pikir seseorang.

3. Usaha memastikan kebenaran

Salah satu topik yang kini sedang hangat-hangatnya dibicarakan di Indonesia adalah hoaks atau kabar berita bohong. Berubah atau tidaknya pola pikir seseorang juga tergantung pada kemauan yang ada di dalam dirinya untuk memeriksa sumber dan fakta mengenai berita tersebut. Seperti yang sudah disinggung di atas, jika kita tidak memastikan kebenarannya, pola pikir seseorang akan sangat mudah untuk berubah.

Oleh karena itu, kabar hoaks memberikan dampak yang sangat berbahaya bagi semua orang karena tujuannya adalah untuk mengajak orang lain untuk setuju dengan apa yang disebarkan. Contoh kasusnya adalah kejadian penyebaran berita palsu di India.

Beritanya mengenai empat pengemis wanita yang disinyalir adalah penculik anak. Kabar tersebut beredar sangat cepat dan membuat masyarakat menghakimi keempat wanita tersebut hingga salah satunya tewas dan tiga lainnya luka-luka. Kenyataannya, pengemis malang itu adalah korban dari berita palsu yang tersebar di antara masyarakat.

Plus minus pakai media sosial

Kebanyakan orang mengatakan bahwa media sosial itu memberikan dampak buruk bagi pola pikir kita. Faktanya, menggunakan media sosial berlebihan sangat mungkin menimbulkan depresi.

Hal ini terjadi karena melihat-lihat media sosial membuat kita tidak sadar selalu membandingkan diri dengan orang lain. Mungkin Anda sering melihat teman yang hidupnya lebih baik, pekerjaan yang lebih mapan, hingga memiliki pasangan idaman. Semua terlihat ideal dan akhirnya muncul iri dan rasa tidak percaya diri.

Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin Anda bisa mengalami depresi. Namun memang, depresi akibat media sosial biasanya tidak terjadi dengan mudah. Biasanya gangguan ini terjadi cukup lama hingga depresi muncul dan terdapat faktor pendukung lainnya.

Akan tetapi, bila kita bijak menggunakannya, justru media sosial bisa menjadi wadah untuk saling berbagi informasi yang positif, misalnya saja pekerjaan sampai seputar info tentang barang yang memang sedang Anda cari selama ini.

Tips agar mendapatkan manfaat dari media sosial

Seberapa besar dampak negatif dan positif dari penggunaan media sosial akan tergantung dengan pribadi masing-masing. Nah, supaya terhindar dari dampak negatif, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Pakai media sosial seperlunya

Pemakaian sosial media sebenarnya tidak apa-apa karena platform ini yang sering kita gunakan untuk bersosialisasi serta mendapatkan informasi.

Oleh karena itu, jika kita lebih bijaksana dalam membatasi waktu serta memakainya untuk situasi dan kondisi tertentu saja, sehingga kita tidak begitu terkena efek negatif dari penggunaan sosial media secara berlebihan.

2. Awasi anak Anda

Ilustrasi

Jika kita adalah orang tua, maka langkah yang paling benar adalah dengan memantau penggunaan sosial media anak. Mulailah dengan menjelaskan apa yang boleh dan dilarang dan menyaring informasi juga harus dilakukan sejak dini agar tidak mengganggu proses perkembangan psikologis anak dan mengubah pola pikir mereka menjadi lebih buruk. 

3. Berpikir kritis

Cobalah untuk mulai berpikir kritis karena hal tersebut sangat penting dalam tata cara penggunaan sosial media yang baik. Jangan menelan informasi begitu saja, cari faktanya terlebih dahulu, dan fokus terhadap pengembangan diri masing-masing.

Sebenarnya, sosial media memang dapat mengubah pola pikir seseorang, entah itu menjadi lebih baik ataupun buruk. Semuanya tergantung pada individu masing-masing yang memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Jika mulai terasa dampak negatifnya, sudah saatnya untuk lebih fokus pada dunia nyata, memperhatikan orang-orang dan lingkungan sekitar, dan melakukan kegiatan yang lebih positif.

Sumber : Hellosehat

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!21 jam lalu

Jika Bumi Tidak Memiliki Bulan

MENURUT sebuah laporan astronom Karen Masters yang ditulis pada tahun 2000 lalu, jika Bumi tidak memiliki Bulan maka tidak akan...

Gaptek? Gak Lah!2 hari lalu

Jumlah LIKE, Sebentar Lagi Tidak Bisa Dilihat di Instagram

DIAM-DIAM Instagram sedang menguji coba desain baru, yang di dalamnya media tersebut tak lagi akan membeberkan informasi tentang berapa banyak...

Gaptek? Gak Lah!3 hari lalu

Goodbye BBM!

PT Elang Mahkota Technologi Tbk (EMTK) secara resmi mengumumkan penghentian operasi Blackberry Messenger (BBM). Aplikasi perpesanan yang sempat populer di tahun...

Pilihan gowest.id4 hari lalu

Bayi Lahir Normal dan Caesar Punya Usus Yang Beda

BAGAIMANA cara bayi dilahirkan ternyata memainkan peran penting dalam perkembangan susunan bakteri di dalam usus yang dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan...

Histori4 hari lalu

Nomor-Nomor Punggung Yang Dipensiunkan

JIKA kamu melihat klub West Ham bertanding ,carilah pemain yang menggunakan nomor punggung Enam. Niscaya itu hanya membuat kamu lelah....

Pilihan gowest.id4 hari lalu

Tabel Periodik Tertua di Dunia

SEBUAH tabel periodik tertua di dunia disebut-sebut telah menampakkan wujudnya. Sang penemu tak lain seorang ahli kimia bernama Alan Aitken....

Histori6 hari lalu

Tragedi Hillsborough Dalam Kenangan

TANGGAL 15 April adalah tanggal berkabung untuk pendukung klub Liverpool . Di Tanggal 15 April 1989 Liverpool bertanding melawan klub...

Hidup Sehat6 hari lalu

Kebiasaan – Kebiasaan yang Merusak Ginjal

GINJAL punya banyak fungsi penting untuk tubuh. Beberapa fungsi penting ginjal antara lain untuk menyaring dan membuang limbah, mengendalikan keseimbangan...

Pop & Roll6 hari lalu

Album Baru Ahmad Dhani Dari Penjara

AHMAD Dhani tetap berkarya meskipun berada di penjara. Buktinya, musisi 46 tahun itu meluncurkan boxset bertajuk Ahmad Dhani Indonesia Songbook vol...

Ide1 minggu lalu

10 Aplikasi Untuk Buat Logo Tanpa Ribet

LOGO merupakan salah satu aspek paling vital dalam dunia usaha atau organisasi karena mencerminkan identitas dan filosofi. Jika dulu membuat...