Connect with us

Khas

Media Sosial Picu Intoleransi?

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi media sosial

PENELITI dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas menyebut media sosial memiliki peran yang penting dalam mendorong seseorang untuk bersikap intoleran.

Berbicara dalam pemaparan hasil riset bertajuk Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia, di Jakarta peka ini, Cahyo mengemukakan bahwa ketika digunakan oleh orang yang memiliki tingkat fanatisme tinggi, dukungan terhadap sekularisasi yang rendah, spiritualitas keagamaan yang rendah, dan perasaan terancam dan ketidakpercayaan pada kelompok lain yang tinggi, maka media sosial akan mendorong orang bertindak intoleran dan radikal.

“Fenomena intoleransi politik, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial, sudah mencapai ambang batas yang tidak dapat diterima oleh publik,” kata Cahyo di laman Suara.com.

Di era arus informasi yang cepat ini, pengaruh paham transnasional pun menjadi pemicu baru. Menurut dia, paham-paham ini, diakui atau tidak ikut berperan dalam membangun ekosistem menjadi lebih intoleran.

“Gerakan ini sulit dikendalikan. Teknologi menyediakan informasi gagasan transnasional. Sekarang lebih massif memang. Dulu mungkin cuma satu orang yang belajar ke luar negeri, sekarang lewat whatsapp dan youtube semua bisa belajar,” ujar dia.

Meski demikian, ada juga pengaruh dari warisan pemikiran lama, seperti temuan yang didapat di Jawa Barat, yakni masih adanya pengaruh Darul Islam yang tertanam dalam kesadaran Gerakan Islam di Jawa Barat.

“DI/TII dibubarkan tapi cara berpikirnya masih diwariskan kepada generasi muda. Memang tidak mutlak ya keturunan mereka menolak sistem politik, karena ada juga yang bergabung pada sistem demokrasi. Jadi mungkin salah satu caranya (meredam hal ini) adalah dengan pragmatisme mengajak mereka berpartisipasi dalam demokrasi yang akan memoderatkan pandangan mereka,” kata Cahyo lagi.

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan penelitian ini merupakan isu aktual mengingat fenomena intoleransi nyata adanya.

“Meski tidak selalu terlihat sehari-hari, tapi di dunia virtual sangat nyata. Hal ini justru menimbulkan dampak yang sangat nyata walaupun awalnya berangkat dari barang virtual,” kata Laksana.

Menurut dia, perbedaan antar-kelompok ini bisa jadi konflik karena adanya relasi mayoritas dan minoritas, seperti agama, ras, dan etnis ditambah stereotip negatif serta kesenjangan ekonomi yang rill.

“Mayoritas merasa terancam oleh minoritas. Apalagi ditambah saat ini sebagai media dimungkinkan ujaran yang memicu,” kata Laksana.

Laksana menyebut revolusi digital di samping punya dampak positif ternyata memiliki juga dampak negatif yang sangat signifikan apalagi di era post-truth society ketika kebenaran tak berarti tunggal.

 

Sumber : Suara

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Hidup Sehat23 jam lalu

Makanan Yang Bisa Tangkal Proses Pikun

SALAH satu masalah penuaan paling umum terjadi adalah penurunan daya ingat atau pikun. Hasil penelitian terbaru menemukan cara pencegahannya yang...

Gaptek? Gak Lah!23 jam lalu

Robot Pembuat Ayam Goreng

TOKO retail Lawson di Jepang punya cara unik agar penyajian ayam gorengnya jauh lebih mudah dan cepat. Mereka memanfaatkan robot Karaage-kun, robot pembuat...

Pop & Roll3 hari lalu

Pernikahan Mewah Nick Jonas dan Priyanka Chopra di Delhi

PRIYANKA Chopra, aktris ternama film India serta serial televisi AS, dan Nick Jonas dari Jonas Brothers merayakan pernikahan mereka pada...

Pilihan gowest.id3 hari lalu

Punya Pengasuh Instagram? Kenapa Tidak

PARA turis kini bisa benar-benar menikmati liburan jauh dari gawai tanpa perlu sibuk memikirkan nasib akun media sosial telantar. Urusan...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Golongan Darah Yang Dikenal Berkepribadian Introvert

BUKAN hanya zodiak. Golongan darah juga bisa digunakan untuk membaca kepribadian seseorang. Nah, golongan darah ini dikenal berkepribadian introvert lho....

Pop & Roll5 hari lalu

Keturunan raja Samurai yang Meriahkan Ajang Miss World 2018

AJANG Miss World 2018 segera digelar Desember ini. Menuju ajang kecantikan tersebut, ada banyak cerita menarik dari para kontestan, salah...

Otto Keren!5 hari lalu

Mengapa Busi Perlu Diganti Berkala ?

SAAT pertama kali membeli kendaraan baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4), pastinya dilengkapi komponen yang masih baru. Selain...

Pop & Roll1 minggu lalu

Irfan Hakim ; Singapore to Batam

BAGI warga kota pulau Batam, beraktifitas ke negeri seberang Singapura menggunakan kapal ferry sudah lumrah. Tapi, tidak dengan artis yang...

Pilihan gowest.id1 minggu lalu

Penganan Dari Ujung Utara Kepulauan Riau

Kerupuk Atom Khas Anambas. JIKA anda jalan-jalan ke daerah Kab. Kepulauan Anambas, Prov. Kepulauan Riau, rasanya kurang pas saat anda...

Otto Keren!2 minggu lalu

Pesaing Jimnie Baru Dari Ford

PERUSAHAAN otomotif Ford memang sudah gulung tikar di Indonesia. Tapi secara global, mobil buatan Amerika Serikat itu masih memiliki pasar...