Hubungi kami di

Sebaiknya Tahu

5 Obat-Obatan Tertua Yang Sudah Ditemukan Sejak Lama

Terbit

|

Ilustrasi, © The Conversation

OBAT-obatan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia medis, bahkan menjadi sesuatu yang ada di setiap rumah. Namun, pernahkah kamu terpikir, kapan manusia pertama kali menemukan obat dan obat apa yang ditemukan pertama kali?

Ternyata, manusia telah menggunakan obat jauh sebelum tahun masehi. Banyak obat-obatan pada zaman kuno digunakan bersamaan dengan upacara keagamaan dan spiritual. Di sini, kamu akan diajak memahami apa saja obat-obatan yang pertama kali ditemukan dan apa saja kegunaannya.

1. Ganja

Ilustrasi, tanaman ganja

Dijelaskan dalam laman Live Science, beberapa bukti menunjukkan bahwa ganja sudah digunakan sejak tahun 8000 SM dan menjadikannya obat tertua yang pernah digunakan manusia. Ganja juga dianggap sebagai salah satu tanaman budi daya tertua umat manusia.

Pada mulanya, ganja digunakan untuk tujuan pengobatan, seperti anestesi selama operasi dan untuk mengatasi kecemasan. Saat ini ganja masih banyak digunakan di seluruh dunia. Penggunaan ganja juga telah banyak berkembang, baik sebagai obat maupun rekreasional. Meskipun begitu, tidak semua negara melegalkan penggunaan ganja untuk umum.

2. Coca

Ilustrasi, coca

Erythroxylon coca atau Coca adalah obat kuno yang juga masih digunakan di banyak tempat sampai sekarang. Coca berasal dari Amerika Selatan bagian barat dan dianggap sebagai tanaman sakral oleh masyarakat asli di sana, menurut laman National Geographic. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa masyarakat Peru telah mengunyah daun Coca setidaknya sejak 8000 tahun yang lalu.

BACA JUGA :  VIDEO : "Kisah Lamtoro dan Sapi di Australia"

Di daerah asalnya, yaitu Amerika Selatan, daun Coca digunakan sebagai stimulan, bahkan hingga saat ini. Coca juga dikenal sebagai kokain yang sangat adiktif dan ilegal. Kokain juga merupakan obat terlarang kedua yang paling sering digunakan di dunia.

3. Opiat

Ilustrasi, opiat

Opiat adalah salah satu obat penghilang rasa sakit yang dipilih oleh banyak orang, terutama di AS. Meskipun dikenal sangat efektif, opiat juga sangat membuat ketagihan. Opiat sudah digunakan sejak tahun 3400 SM dan pertama kali digunakan di Mesopotamia, menurut laman History.

Dari Mesopotamia, penggunaan opiat kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui perdagangan. Orang-orang di masa lampau menggunakan opiat sebagai obat tidur, obat penghilang rasa sakit, anestesi, dan mungkin untuk rekreasi.

4. Mandragora officinarum

Ilustrasi, Mandragora officinarum

Mandragora officinarum, spesies mandrake yang paling terkenal telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu sebagai racun, ramuan penyihir, dan juga sebagai ramuan obat. Akar mandrake memiliki sifat halusinogen dan narkotika. Mandrake juga digunakan sebagai afrodisiak.

BACA JUGA :  VIDEO : "Kisah Lamtoro dan Sapi di Australia"

Dilansir laman Atlas Obscura, banyak orang percaya bahwa akar Mandragora officinarum terlihat seperti sosok manusia yang menyebabkan tanaman ini dikaitkan dengan berbagai praktik takhayul sepanjang sejarah. Saat ini, mandrake masih digunakan dalam ritual sihir di beberapa tempat.

5. Amanita muscaria

Ilustrasi, Amanita muscaria

Diperkirakan manusia telah menggunakan Amanita muscaria atau fly amanita sejak ribuan tahun lalu. Fly amanita telah dianggap sebagai kandidat yang paling mungkin untuk Soma misterius yang disebutkan dalam sekitar 150 himne Rig-Veda Hindu, menurut laman Third Wave. Soma adalah salah satu zat halusinogen yang digunakan untuk tujuan keagamaan atau perdukunan paling awal.

Fly amanita masih digunakan sebagai entheogen oleh penduduk asli Siberia dan Sámi. Fly amanita juga bisa ditambahkan dalam makanan asalkan disiapkan dengan benar. Di beberapa tempat, fly amanita digunakan sebagai minuman keras.

Sekarang kita tahu, obat paling awal adalah obat yang ditemukan secara alami, bahkan beberapa obat paling awal ini tidak dapat digunakan secara luas saat ini. Meskipun begitu, penggunaan bahan-bahan alami sebagai obat telah menginspirasi obat-obatan buatan manusia yang banyak digunakan pada zaman modern.

(*)

Sumber : LiveScience | IDNTimes 
Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook