TERHITUNG mulai awal tahun 2026, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam mencatat telah memulangkan 16 orang terlantar ke daerah asalnya.
Selain itu, penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) juga terus dilakukan berdasarkan laporan masyarakat.
Menurut Kepala Dinsos PM Batam, Zulkifli Aman, penanganan ODGJ memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui tahapan medis dan administrasi.
“Penanganan ODGJ membutuhkan waktu karena harus melalui proses di rumah sakit, penelusuran identitas, hingga pengobatan,” jelas Zulkifli Aman, Senin (6/04/2026) di Sekupang.
Dinsos Batam memastikan akan terus merespons cepat setiap laporan masyarakat serta meningkatkan fasilitas penanganan agar ODGJ dan orang terlantar memperoleh perawatan yang layak.
“Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan, baik dari sisi respons maupun fasilitas,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, dalam satu kasus, penanganan ODGJ dapat berlangsung antara satu hingga dua bulan, bergantung pada kondisi pasien. Proses pengobatan pun dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan medis.
“Pengobatan diberikan secara bertahap, sehingga perkembangan kondisi pasien dapat terus dipantau,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, Dinsos Batam telah memulangkan 66 orang terlantar serta menangani 99 ODGJ. Pada 2026, penanganan terus diintensifkan seiring masih adanya laporan dari masyarakat.
Terbaru, petugas mengevakuasi seorang ODGJ yang dilaporkan meresahkan warga karena berteriak-teriak di kawasan Jodoh, tepatnya di sekitar DC Mall.
“ODGJ yang sempat berteriak di kawasan Jodoh sudah kami amankan setelah menerima laporan masyarakat. Pagi tadi sudah dilakukan pemeriksaan, dan direncanakan sore ini akan dirujuk ke RSUD,” jelasnya.
Menurut Zulkifli, sebagian besar penanganan ODGJ berawal dari laporan warga yang merasa terganggu. Petugas kemudian segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan awal.
“Biasanya laporan masyarakat menjadi dasar penanganan, misalnya ketika ada yang berperilaku tidak terkendali, langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Saat ini, Dinsos Batam juga menampung sejumlah ODGJ di shelter. Berdasarkan data terbaru, terdapat tiga orang yang tengah dirawat.
Dua di antaranya ditempatkan di ruang isolasi khusus, sementara satu lainnya berada di ruang eks ODGJ dengan fasilitas yang lebih memadai.
“Ruang eks ODGJ sudah dilengkapi tempat tidur, kipas angin, serta toilet di dalam kamar. Sedangkan ruang isolasi berada di samping gedung,” pungkas Zulkifli.
(*)


