Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kerangka Manusia Ditemukan di Area DAM Duriangkang Batam
    17 jam lalu
    Kloter Pertama Haji Embarkasi Batam (BTH 1) Tiba
    17 jam lalu
    Hujan Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Atap Rumah Warga Tertimpa
    2 hari lalu
    Tabrakan Angkot vs Trailer di Jalan Brigjen Katamso, Tidak Ada Korban Jiwa
    2 hari lalu
    Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polisi Periksa Kadishub Batam
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    17 jam lalu
    Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
    1 hari lalu
    Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
    1 hari lalu
    PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
    2 hari lalu
    “Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    1 hari lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    1 hari lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    1 hari lalu
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    3 hari lalu
    Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
    4 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

RAPOT, Cerita Di Balik Populernya Podcast

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1.1k disimak

AWAL tahun 2019, penyiar radio Nastasha Abigail sempat menyayangkan kondisi radio masa kini yang mesti memutar lebih banyak lagu dan iklan ketimbang menyiarkan obrolan penyiar. Pada saat yang sama ia menyadari keberadaan Anchor, platform pembuat podcast yang dibentuk pada 2015.

Kemudian muncullah ide untuk mengajak beberapa kawannya seperti Reza Chandika, Radhini dan Anka untuk membuat podcast agar mereka bisa mendokumentasikan obrolan. 

“Eksplor medium baru di mana kita bisa bebas ngobrol tanpa pakem-pakem yang biasa ada di radio dengan durasi yang lebih fleksibel juga tanpa selingan lagu. Topiknya pengalaman sendiri dan nostalgia. Ngomongin pop culture dan current issue tapi dikemas biar timeless. Awalnya nggak ekspektasi nyari cuan cuma pengen obrolan kami bisa ‘stay’,” kata Abigail seperti dilansir dari Tirto, Senin (6/7) lalu.

Podcast Abigail dkk bernama RAPOT dan jadi salah satu pelopor podcast gaya hidup di Indonesia. Kini RAPOT jadi salah satu Podcast populer di dalam negeri. Semakin hari semakin bertambah brand yang ingin memasang iklan di RAPOT mengingat antusiasme pendengarnya yang besar.

Di Indonesia, podcast mulai tumbuh pada paruh kedua 2019 dan diproduksi baik oleh selebritas atau bukan. Menurut Abigail, podcast populer karena gampang dibuat. Selain itu siaran yang bisa didengar sembari melakukan aktivitas lain, serta konten yang spesifik juga membuat platform ini diminati. 

“Aku merasa sekarang komunitasnya jadi sehat karena ada ruang untuk bicara topik apapun. Ada temen-temen yang fokus membahas wacana para transgender, ada MudaMudaHAM. Di Indonesia saat ini yang paling laris masih konten komedi, horor, dan konten podcast seperti Rintik Sedu yang nuansanya mirip-mirip seperti kata-kata di buku nkcthi,” lanjut Abigail. 

Sekarang popularitas Podcast juga jadi jalan untuk kembali mempopulerkan karya sastra Indonesia. Pada 6 Juni lalu dalam konferensi pers program Sandiwara Sastra, program sandiwara radio garapan Titimangsa Foundation.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan bahwa ia berharap orang muda di Indonesia yang belum mengenal sastra yang ditulis pada zaman Pujangga Baru hingga zaman 2000-an bisa memahami karya sastrawan dalam format yang cenderung lebih mudah dipahami yakni drama radio berdurasi 30 menit. 

“Ini cara pelestarian sastra pada masa sekarang. Cara pengenalan kepada publik,” katanya via Video Conference. 

Program drama radio tersebut akan dibawakan 27 pesohor seperti Christine Hakim, Nicholas Saputra, Lukman Sardi,  Iqbaal Ramadhan, Happy Salma, hingga Najwa Shihab. Publik bisa menyaksikannya lewat kanal Spotify Budaya Kita. 

“Dalam format ini saya merasa kami pengisi suara belajar bagaimana menyampaikan cerita dengan ‘rasa’. Sebuah cara penyampaian yang menurut saya baik dan benar,” tutur Lukman Sardi dalam forum konferensi pers tersebut.

Format sandiwara radio ini juga jadi lahan eksplorasi bagi Abigail. Belakangan ia dan tim mengembangkan format “audio film” dengan konten serupa drama yang diambil dari permasalahan kehidupan sehari-hari yang dialami anggota RAPOT, misalnya ibu muda yang sulit kembali berkarya sebagai penyanyi karena kesulitan membagi waktu lantaran mesti mengurus bayinya. 

“Kami ingin orang punya experience lain ketika mendengar drama di radio dengan memasukkan sound effect seperti yang ada pada film. Untuk proyek ini saya sengaja mengajak teman-teman dari dunia film untuk mengerjakan naskah sampai mengerjakan efek suara. Biar kasarnya orang menyimak film tanpa visual,” lanjut Abigail. 

Podcast Terus Diminati

Profesor komunikasi dari Pompeu Fabra University, Emma Rodero menyatakan keapada The Atlantic bahwa cara bercerita via audio dengan penuh penghayatan bisa membuat pendengar mengimajinasikan konten cerita dengan lebih jelas. Menurut Rodero, penggunaan efek suara dalam cerita juga membantu membuat pendengar lebih tertarik untuk menyimak keseluruhan isi cerita.

“Audio adalah salah satu bentuk media yang sifatnya intim karena pendengarnya dipacu untuk membangun citra dan imajinasi sendiri dalam kepalanya yang membuat mereka bagai sedang memproduksi cerita versinya sendiri. Hal itu tidak akan bisa didapat dari media visual,” kata Rodero seperti yang dikutip dalam Atlantic. 

Studi “Examining the Motives of Podcast Users” (2009) karya  Steven McClung dan Kristine Johnson menyebut podcast dikenal di AS pada 2004. Pada tahun tersebut podcast didengar oleh 820.000-an orang. Setahun kemudian, pertumbuhan pendengar podcast melonjak lebih dari 4.8 juta. Para pakar kemudian memprediksi Podcast akan terus berkembang seiring waktu. Mereka memperkirakan pada 2010 ada 80 juta orang di AS yang mendengarkan Podcast. 

Perkembangan tersebut tidak hanya terjadi di AS tetapi juga di negara-negara lain. Salah satu indikatornya adalah dirilisnya Anchor pada 2015. Aplikasi ini kemudian turut menjadi andalan para podcaster baru di dalam negeri. 

Berdasarkan studi McClung dan Johnson, orang-orang mendengarkan podcast untuk mencari hiburan karena ada anggapan konten podcast menyenangkan untuk disimak. Kemudahan akses juga menjadi faktor pendukung larisnya podcast. Sifat rekaman yang bisa diunduh kapan saja ternyata juga menimbulkan kesenangan tersendiri dalam diri penikmat podcast. Mereka bisa mengunduh dan membuat koleksi podcast dari berbagai jenis topik. 

Hal lain yang juga membuat platform ini laris adalah munculnya aspek sosial. Podcast bisa jadi bahan pembicaraan antar teman maupun bahan pembuka pembicaraan dengan orang baru.

Menurut studi berjudul “How podcasting is changing the audio storytelling genre” (2016), sejarawan lisan Siobhán McHugh mengungkapkan bahwa hal yang membedakan podcast dari platform lain adalah unsur kedekatan yang tercipta. Dalam podcast, pendengar benar-benar dengan sadar memilih untuk mendengarkan kanal tertentu karena sadar memiliki kesamaan minat dengan produsen podcast. Hal tersebut kemudian berpengaruh ke konten pembicaraan yang langsung pada inti tanpa perlu basa-basi.

Sumber : tirto.id

*(Zhr/GoWestId)

Kaitan Podcast, Populer, Rapot, top
Redaksi 13 Juli 2020 13 Juli 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tangki Bensin Kosong Bisa Hancurkan Fuel Pump Mobil
Artikel Selanjutnya Nasdem : Kandidat Pasangan Ansar Ahmad – Marlin Agustina Sesuai Dengan Hasil Survey

APA YANG BARU?

Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
Pendidikan 17 jam lalu 207 disimak
Kerangka Manusia Ditemukan di Area DAM Duriangkang Batam
Artikel 17 jam lalu 210 disimak
Kloter Pertama Haji Embarkasi Batam (BTH 1) Tiba
Artikel 17 jam lalu 199 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 1 hari lalu 308 disimak
Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
Pendidikan 1 hari lalu 298 disimak

POPULER PEKAN INI

“Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
Histori 6 hari lalu 803 disimak
BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
Artikel 6 hari lalu 785 disimak
Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
Artikel 6 hari lalu 738 disimak
Prakiraan Cuaca Kepri Jumat (29/5/2026): Berawan hingga Hujan Ringan, Waspadai Petir
Artikel 4 hari lalu 686 disimak
Polda Kepri Hentikan Kasus Kecelakaan Maut WNA Tiongkok Lewat RJ
Artikel 6 hari lalu 633 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?