DINAS Kesehatan Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang terus melakukan tracing kontak terhadap pihak yang hadir dalam rangkaian kegiatan syukuran pelantikan Gubernur Kepri yang menjadi klaster baru Covid 19, Minggu (2/8/2020).
Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana hingga saat terdapat 12 orang yang dinyatakan positif Covid 19 dari klaster Pemprov Kepri.
Kedua belas orang ini terdiri dari Gubernur Kepri Isdianto, lima orang staff dan ajudan beserta tamu undangan yang hadir dalam rangkaian acara tersebut.
“Hingga saat ini 12 orang,” ujarnya.
Untuk melakukan tracing terhadap pihak-pihak yang hadir dalam acara tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang masih membuka posko pelayanan dan pengambilan sampel swab di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Hingga hari keempat posko dibuka, sudah lebih dari 200 orang yang merasa memiliki kontak erat dengan Gubernur diambil sampel swabnya.
Sebagaimana diketahui, usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin 27 juli 2020 sebagai Gubernur Kepri definitive, rangkaian kegiatan penyambutan digelar di Kota Tanjungpinang.
Dari mulai penyambutan di Bandara, ziarah makam hingga acara adat tepung tawar digelar di rumah dinas Gubernur.
Ironisnya dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur beserta undangan sempat tidak mematuhi protokol kesehatan. Sebagian dari mereka banyak yang tidak mengenakan masker, melakukan kontak fisik dan tidak menjaga jarak.
Kasus Positif Covid-19 Meningkat di Tanjungpinang
KASUS positif virus Korona di Tanjungpinang meningkat drastis. Hari ini terdapat penambahan 37 kasus baru Korona, sehingga total jumlah orang yang terinfeksi sebanyak 71 kasus, Sabtu (1/8/2020).
Plt. Wali Kota Tanjung Pinang Rahma mengatakan peningkatan kasus terbanyak berasal dari klaster Bhayangkara. Ada sebanyak 19 orang, klaster Pemerintah Provinsi Kepri sebanyak 12 orang dan klaster Brigjen Katamso 2 orang.
Sedangkan 4 orang lainnya, masing-masing adalah EY, laki-laki berusia 30 tahun, seorang anggota TNI yang sedang bertugas dari Malang ke Tanjungpinang. RA, wanita berusia 32 tahun, guru SD honorer, beralamat di Tanjung Unggat, ia tidak ada riwayat bepergian, namun karena mempunyai keluhan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak sehinga pasien berobat dan dirawat di RSUD Tanjungpinang, hasil rapid tes reaktif, dilanjutkan dengan swab yang hasilnya dinyatakan positif Covid 19 pada pemeriksaan PCR.
Selanjutnya, wanita berinisial MU, usia 57 tahun, seorang Ibu rumah tangga, beralamat di Jalan Pramuka, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, terakhir laki-laki berinisi BS, beralamat di Jalan Pramuka, yang bersangkuta pada minggu kedua bulan Juli melakukan perjalanan untuk keperluan tugas ke Pekanbaru selama 3 hari.
“Dinas Kesehatan Pengandalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang bersama-sama Tim Gerak Cepat Covid-19, Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan seluruh stakeholder terkait telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat secara massif,” ujar Rahma.
Rahma mengimbau kepada seluruh masyarakat, dunia usaha, tempat ibadah, pasar, swalayan, perkantoran dan seluruh tempat-tempat yang membuat adanya penumpukan massa agar senantiasa melaksanakan upaya-upaya pencegahan penularan Covid 19.
“Selalu memakai masker bila keluar rumah, menjaga jarak, tidak ada kontak fisik, tidak bersalaman, jarak minimal 1 meter, dan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun,” imbaunya.
(*)
Sumber : bentan.id


