KEGIATAN ekspor Batam, April lalu naik sebesar 1,71 persen dibanding Maret 2021. Dalam angka, sebesar USD 913,43 juta menjadi USD 929,02 juta.
Secara kumulatif, total ekspor Januari-April 2021 Batam sebesar USD 3.484,02 juta. Jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, mengalami kenaikan 11,63 persen.
Kenaikan nilai ekspor April ini disebabkan oleh naiknya sektor nonmigas sebesar 1,98 persen.
“Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, ekspor Batam mengalami kenaikan sebesar 35,20 persen yaitu dari USD 687,13 juta menjadi USD 929,02 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahmad Iswanto, Jumat (25/6).
Kenaikan nilai ekspor April 2021 dibanding April 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspor sektor migas sebesar 72,83 persen dan sektor nonmigas sebesar 32,36 persen.
Sepanjang Januari-April 2021, komoditas ekspor nonmigas Batam yang nilai ekspornya paling besar yakni golongan barang mesin/peralatan listrik sebesar USD 1.341,78 juta dengan peran sebesar 42,52 persen.
Adapun negara ekspor tujuan utama Batam selama Januari-April, yakni Singapura dengan ekspor sebesar USD 1.466, 87 juta atau 42,10 persen dari total ekspor kumulatif. “Dibanding periode sama tahun lalu, ekspor menuju Singapura mengalami kenaikan 11,50 persen,”paparnya.
Baru kemudian, ekspor menuju Amerika. Ekspor ke negeri Paman Sam ini mencapai USD 687,61 juta. “Berikutnya yakni Tiongkok, Jerman, Jepang, India, Mesir dan Prancis,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi mengatakan pemulihan ekonomi global memang berdampak pada perekonomian Kepri.
Data terbaru dari IMF World Economic Outlook per April 2021 menunjukkan pertumbuhan ekonomi global tumbuh 5,7 persen.
Sehingga ekspor Kepri pun bisa lancar, dengan tujuan utama Singapura sebanyak 29,81 persen, Tiongkok sebanyak 26,35 persen, Amerika Serikat sebanyak 17,27 persen, Jerman sebanyak 2,53 persen dan Jepang sebanyak 2,49 persen.
“Singapura mengimpor elektronik, mesin,produk besi dan baja dari Kepri. Sementara Tiongkok mengimpor produk olahan CPO, bahan kimia dan elektronik,” jelasnya.
*(rky/GoWest)


