FORD Motor berencana untuk menangguhkan atau memangkas produksi di delapan pabriknya di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, sepanjang pekan depan karena kendala pasokan chip semikonduktor. Demikian kata seorang juru bicara kepada Reuters, Senin (7/2).
Perubahan strategi produksi ini terjadi sehari setelah pabrikan mengalami krisis chip dan menyebabkan penurunan volume kendaraan pada kuartal pertama tahun ini.
Produksi di pabrik-pabrik di Michigan, Chicago dan di Cuautitlan, Meksiko akan ditangguhkan. Sementara di Kansas City, produksi truk pikap F-150 akan dihentikan sementara satu shift.
Merek mobil Detroit ini juga akan menjalankan satu shift atau pengurangan jadwal di pabriknya di Dearborn, Kentucky dan Louisville, sambil menghapus lembur di pabrik Oakville di Kanada.
Semua perubahan akan dilakukan mulai 7 Februari.
Saham Ford telah merosot pada Jumat, setelah pembuat mobil tersebut membukukan pendapatan kuartal yang lebih kecil dari perkiraan dan memperkirakan pemulihan lebih lambat pada produksi kendaraan 2022 daripada saingannya General Motors (GM).
Namun, perusahaan mengatakan pihaknya memperkirakan volume kendaraan akan meningkat secara signifikan di semester kedua.
Komponen chip semikonduktor saat ini memang menjadi masaah global untuk para produsen otomotif dunia. Seretnya pasokan telah dimulai sejak pandemi corona (Covid-19).
Masalah chip juga menjadi ganjalan produksi otomotif di Indonesia baik motor dan mobil.
(*)
sumber: CNNIndonesia.com


