Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya
    11 jam lalu
    Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
    17 jam lalu
    Beban Gaji 1.800 PPPK Tekan APBD Tanjungpinang
    19 jam lalu
    Penertiban Lahan, Warga Diimbau Bongkar Mandiri Bangunan di Sagulung dan Jodoh
    19 jam lalu
    Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Sementara Mulai 10 September 2026
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    3 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    3 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    4 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    1 minggu lalu
    Pembaca Lansia
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    4 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    4 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    5 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Wilayah

Pulau Pecong, Batam

Editor Admin 5 bulan lalu 2.6k disimak
Peta pulau Pecong, © Google Map
  • Nama : Pulau Pecong
  • Tata Pemerintahan : masuk dalam wilayah administrasi kecamatan Belakangpadang, kota Batam
  • Luas : sekitar 16,368 km²
  • Populasi : sekitar 1.000 jiwa (sekitar 270 Kartu Keluarga)

PULAU Pecong, sebuah kelurahan di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau, memiliki luas wilayah daratan sekitar 16,368 km². Pulau ini didominasi oleh penduduk beretnis Melayu dengan jumlah sekitar 1.000 jiwa (sekitar 270 Kartu Keluarga) yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

Akses ke pulau ini bisa menggunakan kapal pompong, sejenis kapal kayu kecil yang biasa digunakan masyarakat antar-pulau melalui pelabuhan Sekupang atau pelabuhan rakyat Sagulung di Batam.

Kapal perahu yang menjadi sarana transportasi warga antar pulau. © Bintorosuryo.com/ disediakan oleh GoWest.ID

PULAU ini dinamai dari pohon yang disebut masyarakat setempat sebagai pohon pucung. Pohon yang sangat tidak diinginkan karena mulai dari daun, buah hingga batangnya, disebut memiliki rasa yang pahit, bahkan memabukkan. Dahulunya, pohon itu banyak ditemui di sekitar pulau Pecong.

SMAN 22 Batam yang berdiri di atas bukit dengan lahan yang luas di pulau Pecong. © bintorosuryo.com

Walau cuma pulau kecil dengan letak yang jauh dari pusat kota Batam, infrastruktur pendidikan di pulau ini terbilang lengkap. Lembaga pendidikan mulai PAUD hingga SMA sudah tersedia. Pulau Pecong menjadi sentra pendidikan bagi warga di pulau-pulau sekitarnya.

Hikayat pulau Pecong

DISEBUTKAN dalam cerita orang-orang dulu, ada 7 orang yang disebut panglima Galang dan menguasai perairan strategis di sekitar wilayah ini. Mereka terlahir dari 7 wanita asal pulau yang sekarang disebut pulau Galang. 7 Panglima Galang terkenal sebagai lanun atau bajak laut yang sering mengganggu aktifitas kapal-kapal dagang yang melintas. Wilayah mereka meliputi perairan di sekitar Pulau abang, Pulau Sembur, Pulau Cate, Pulau Tokok, Pulau Selat Nenek, Pulau Pecung dan Pulau Panjang.

Sebuah pulau karang kecil di sekitar perairan pulau Pecong. © Bintorosuryo.com

Ditarik lebih jauh ke belakang, kisah 7 Panglima Galang ini bermula dari perintah seorang Sultan Malaka di abad ke-16 untuk membuat sebuah Lancang atau Kapal. Pasukan Kerajaan kemudian tiba di pulau kecil yang kelak dikenal dengan nama pulau Galang. Banyak persediaan kayu seraya yang dipercaya sebagai bahan baku yang baik untuk kapal milik raja di pulau itu. Pasukan Kerajaan kemudian membuat lancang di sana. Seorang warga pulau yang dikenal sebagai orang Selat (yang mendiami wilayah Kepulauan, pen) bernama Canang, coba mendekati pasukan Kerajaan yang sedang membangun lancang. Namun ia diusir untuk menjauh. Sang pria tersinggung dan akhirnya keluar sumpah darinya; “lancang yang dibangun tidak akan pernah bisa mencapai laut saat selesai dibangun.”

Keanehan terjadi saat lancang selesai dibangun. Kapal atau lancang itu tidak bisa dibawa ke laut, seperti sumpah pria bernama Canang. Agar bisa turun ke laut, pasukan Kerajaan mendapat masukan untuk menggunakan 7 wanita yang sedang hamil anak pertama di pulau itu sebagai pemutus sumpah, sekaligus landasan menggulirkan kapal ke laut.

Kapal akhirnya bisa melaut dan berlayar menuju Malaka, sesuai keinginan Sultan. 7 wanita hamil yang menjadi landas kapal meninggal, namun anak-anak mereka selamat. Mereka dipelihara oleh pria bernama Canang yang mengeluarkan sumpah awalnya tersebut.

Setelah dewasa, ketujuhnya kemudian memiliki dendam besar karena ibu-ibu mereka dijadikan tumbal. Ketujuhnya kemudian menjelma menjadi sosok lanun yang sangat berani dan menguasai perairan sekitar Batam hingga Karimun dan dikenal dengan sebutan 7 Panglima Galang.

Aktifitas melaut warga di sekitar pulau Pecong. © bintorosuryo.com

Cikal bakal keturunan orang Pecong yang mendiami pulau Pecong besar sekarang, dipercaya dari keturunan para hulubalang laut yang ikut bersama salah satu panglima Galang bermastautin di pulau Pecong kecil.

(ham)

Kaitan batam, Pecom, pulau pecong, SMAN 22 Batam, Wilayah
Admin 24 April 2026 24 April 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Etalase Publik”: Yang Lahir dari Transportasi Publik
Artikel Selanjutnya Bersih Pantai dan Laut Dalam Rangka Hari Bumi di Nirwana Gardens Bintan

APA YANG BARU?

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya
Artikel 11 jam lalu 150 disimak
Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 17 jam lalu 548 disimak
Beban Gaji 1.800 PPPK Tekan APBD Tanjungpinang
Artikel 19 jam lalu 153 disimak
Penertiban Lahan, Warga Diimbau Bongkar Mandiri Bangunan di Sagulung dan Jodoh
Artikel 19 jam lalu 126 disimak
Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Sementara Mulai 10 September 2026
Artikel 19 jam lalu 162 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 17 jam lalu 548 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 4 hari lalu 431 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 4 hari lalu 380 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 4 hari lalu 373 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 4 hari lalu 342 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?