Artikel ini ditulis oleh Leli Nurmeida Akhira, S.Pd, seorang Guru yang bertugas mengajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Sijantung, Galang, Kota Batam. Artikel dikirim ke redaksi GoWest Indonesia untuk dimuat dalam rubrik Catatan Netizen, dengan harapan dapat memberikan inspirasi kepada para pembaca. Berikut tulisanya.
———————————————————
KEGIATAN Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mengembangkan bakat dan minat serta karakter anak. Karena dalam kegiatan pramuka terdapat berbagai macam kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan karakter anak seperti cinta tanah air, komunikatif atau bersahabat, disiplin, jujur, mandiri, bertanggung jawab, kerja keras, berjiwa sosial dan lain-lain.
Pendidikan Kepramukaaan memiliki jalur dan jenjang sebagaimana isi UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 11 dan pasal 12 yang menyebutkan bahwa: “Pendidikan kepramukaan dalam Sistem Pendidikan Nasional termasuk jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup”; dan jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas jenjang pendidikan: siaga, penggalang, penegak, pandega.
Dewasa ini pendidikan karakter sangat dibutuhkan guna untuk menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Di Indonesia, masih kurangnya penanaman pendidikan karakter. Diantaranya semakin banyaknya penyimpangan-penyimpangan norma agama maupun sosial kehidupan yang dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun sekarang ini banyak menunjukkan sikap yang kurang baik di sekolah seperti kurangnya perilaku hormat kepada guru maupun karyawan sekolah.
Siswa kurang menghargai perbedaan dalam Kerangka Bhineka Tunggal Ika, siswa juga masih sering saling mengejek antar siswa satu dengan siswa yang lainnya, siswa juga tampak acuh tak acuh kepada guru dan karyawan di sekolah.
Sikap gotong royong dan bekerja sama antar siswa juga masih kurang, siswa juga masih mengutamakan kepentingan pribadi dari pada kepentingan kelompok, dan lain-lain.
Masalah-masalah seperti ini apabila tidak segera diatasi maka dapat merusak generasi-generasi penerus bangsa ini, dalam hal ini sekolah ikut berperan penting dalam pembentukan karakter anak.
Pembentukan karakter anak harus di ajarkan sejak dini, melalui Pendidikan Karakter. Apabila pendidikan karakter sudah diajarkan dari zaman dahulu hingga sekarang ini serta ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga, mungkin tidak akan ada istilah korupsi, kenakalan remaja, maupun kerusakan moral bangsa di negara ini.
Penanaman karakter cinta tanah air dan komunikatif ikut berperan penting dalam menumbuhkan karakter siswa, terutama dapat melalui ekstrakurikuler Pramuka.
Karakter cinta tanah air berperan dalam mengajarkan menghargai perbedaan antar sesama teman kepada siswa, sehingga dalam kehidupan sehari-hari siswa tidak membeda-bedakan dalam berteman.
Menjaga kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia juga sangat penting untuk diajarkan kepada siswa, agar siswa dapat mengerti pentingnya untuk menjaga negaranya serta mentaati setiap peraturan yang dibuat oleh negaranya.
Penanaman karakter komunikatif juga berperan sangat penting, karena dengan menanamkan karakter komunikatif sejak dini agar siswa dapat menjaga hubungan yang baik dengan antar sesama teman maupun orang yang lebih tua darinya.
Karakter komunikatif mengajarkan cara menjalin hubungan yang baik serta mengajarkan cara bergotong royong dan bermusyawarah. Beorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.
Sekolah hendaknya mengimplementasikan pendidikan karakter sejak dini karena pendidikan karakter akan lebih mudah diterima dan tersimpan dalam memori anak, apabila di biasakan akan membawa dampak positif sampai anak dewasa nanti.
Pendidikan karakter disamping dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas, juga diberikan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pelaksanaannya dilakukan setelah proses pembelajaran selesai, jadi tidak mengganggu jam belajar anak di sekolah.
Kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pembinaan siswa untuk mengembangkan bakat minatnya, kepribadiannya serta kemampuannya diberbagai bidang yang diminati oleh anak diluar kegiatan pembelajaran di kelas.
Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran dan pada waktu libur sekolah yang dilakukan di sekolah maupun diluar sekolah, dengan bertujuan untuk memperluas pengetahuan, menyalurkan bakat dan minat serta dapat menjadikan warga negara Indonesia yang seutuhnya.
Kegiatan yang dilakukan dibimbing oleh guru maupun pelatih dari luar yang menguasai sesuai bidangnya, salah satunya kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka.
Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang mempunyai arti “Orang Muda yang Suka Berkarya”.
Di SMAN 10 Batam yang terletak di Keluarahan Sijantung Galang, Kota Batam ini, selain mengutamakan kegiatan keagamaan juga mengedepankan penanaman nila-nilai karakter yang dapat menciptakan generasi-generasi yang religius dan berbudi pekerti yang luhur.
Penanaman karakter dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, dilakukan setiap dua minggu sekali. Kegiatan pramuka yang dilakukan dari kelas X dan kelas XI.
Jadi dalam pembentukan karakter dilakukan untuk kelas X dan XI melalui kegiatan Pramuka, terutama dalam membentuk karakter cinta Tanah Air dan Komunikatif atau bersahabat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka, setelah menjuarai banyak lomba-lomba yang diadakan pada hari pramuka ia menjadi lebih semangat dalam berlatih agar dapat meraih juara kembali sehingga dapat mengharumkan nama sekolah.
Teman-temannya juga antusias dalam mengikuti ekstrakurikuler pramuka yang diadakan setiap hari Sabtu.
Setelah mengikuti ekstrakurikuler siswa juga mengerti pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sehingga negara ini dapat terbebas dari perpecahan.
Selain itu setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka, siswa menjadi lebih mudah dalam bergaul antar sesama teman, dari yang dulunya masih malu-malu sekarang dapat lebih akrab lagi, sehingga ia dapat mempunyai banyak teman dan dapat saling hidup bekerja sama. (*)


