FLANDY Limpele ditunjuk sebagai pelatih anyar di Pelatnas Bulutangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta Timur. Peraih perunggu Olimpiade Athena 2004 itu akan menangani sektor ganda campuran Indonesia, dan akan bergabung mulai April 2022 mendatang.
Flandy Limpele meninggalkan posisinya sebagai pelatih ganda putra Malaysia, Senin (28/3/2022). Dia tak memperpanjang kontrak, setelah dua tahun melatih Malaysia.
“Memang benar Flandy (Limpele) akan bergabung dengan Pelatnas PBSI per bulan April ini,” ujar Rionny Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI kepada Tim Humas dan Media PP PBSI dalam rilis pada Senin (28/3/2022).
“Flandy akan membantu tim ganda campuran. Kami menyambut kedatangan dia dengan gembira,” sambungnya.
Flandy punya rekam jejak yang bagus. Flandy mampu mengukir prestasi setelah beralih dari pemain menjadi pelatih. Hal itu dibuktikan dengan kemampuannya membuat ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty menjadi pasangan yang disegani.
Flandy melatih India terhitung sejak Maret 2019. Berkat tangan dinginnya, Rankireddy/Shetty kerap jadi batu sandungan bagi pebulutangkis top negara lain.
Pasangan India ini pernah menembus final French Open 2019 sebelum dikalahkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya. Dalam perjalanan mencapai final, Rankireddy/Shetty mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang).
Flandy kemudian memutuskan hijrah ke Malaysia meski sudah terbukti mampu menaikkan level permainan pasangan India. Mantan rekan Eng Hian semasa aktif bermain itu menerima pinangan dari BAM.
Kehadiran Flandy lagi-lagi memberikan efek yang berbeda. Puncaknya saat ganda putra yang dipoles Flandy yakni Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Aaron/Soh mampu menyingkirkan Kevin/Marcus di babak perempat final Olimpiade Tokyo 2020 yang menjadi salah satu kejutan besar.
Semasa masih aktif sebagai pemain, Flandy sempat berpasangan dengan Eng Hian di sektor ganda putra. Pria kelahiran Manado itu pernah bermain di sektor ganda campuran bersama Vita Marissa.
Flandy dan Eng Hian juga tercatat pernah meraih medali perunggu pada Olimpiade 2004. Keduanya mengalahkan pasangan Denmark, Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen.
(*)
sumber: CNN Indonesia.com


