BANK Indonesia (BI) menambah alokasi uang tunai layak edar sebesar Rp27,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2022. Dengan demikian, total uang yang telah disiapkan bank sentral menjadi Rp 202,7 triliun untuk penuhi kebutuhan masyarakat hingga lebaran tahun ini.
“Dari sisi tunai kami tingkatkan (persediaan untuk Lebaran) sebesar Rp 27 triliun menjadi Rp 202,7 triliun,” ungkap Deputi Gubernur BI, Aida S Budiman, dalam konferensi pers, Selasa (19/4/2022).
Total uang tunai yang disiapkan BI tahun ini, sambung Aida, naik sekitar 31 persen dibandingkan dengan posisi 2021. Kenaikan ini seiring dengan perkembangan ekonomi yang membaik.
“Kami akan perkuat titik-titik penukaran uang baik bekerja sama dengan perbankan dan kas keliling BI, serta aplikasi SIPINTAR untuk mengurangi kerumunan dan agar masyarakat lebih nyaman,” jelas Aida.
Sebelumnya, Aida mengatakan BI memperluas layanan penukaran uang di 5.013 titik. Rinciannya, 453 titik di antaranya berada di Jabodebek dan 4.560 lainnya di luar Jabodebek.
Sementara, Kepala Departemen Pengelolaan Uang (DPU) BI, Marlison Hakim, mengatakan setiap orang hanya dapat menukarkan uang maksimal Rp 3,8 juta.
Ia merinci Rp 3,8 juta terdiri dari satu pack pecahan Rp 1.000 senilai Rp 100 ribu, 1 pack pecahan Rp 2.000 senilai Rp 200 ribu, satu pack pecahan Rp 5.000 senilai Rp 500 ribu, satu pack pecahan Rp 10 ribu senilai Rp 1 juta, dan pecahan Rp 20 ribu senilai Rp 2 juta.
Saat ini, masyarakat sudah mulai bisa menukarkan uang di kas keliling BI. Bank sentral membuka layanan penukaran hingga 29 April 2022.
(*)
sumber: CNN Indonesia.com


