Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bentrok Lagi di Rempang, Amsakar Enggan Komentari “Saya Agak Goyang”
    3 jam lalu
    Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
    5 jam lalu
    Balita Terkunci di Mobil Saat Orang Tua Belanja di Bintan
    6 jam lalu
    Proses Administrasi Penataan RT/RW Tanjungpinang Masih Berjalan
    6 jam lalu
    Bareskrim Polri Sita Sejumlah Mobil Mewah di Batam
    7 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
    6 jam lalu
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 3)
    2 hari lalu
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    4 hari lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    5 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Belgia Laporkan 3 Kasus Cacar Monyet Ditemukan dari Festival Gay di Antwerpen

Editor Admin 4 tahun lalu 764 disimak

KASUS Monkeypox atau cacar monyet terus meningkat di Eropa. Lonjakan kasus ini membuat kekhawatiran bagi negara-negara Eropa dan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Berdasarkan laporan pejabat Kesehatan Masyarakat Belgia, tiga kasus cacar monyet di negaranya. Kasus itu diduga berasal dari festival gay yang diselenggarakan di Antwerpen.

Sebelumnya, WHO melakukan rapat darurat membahas cacar monyet yang terus merebak. Yang menarik adalah, hampir seluruh penderita cacar monyet atau Monkeypox adalah pengikut gay, LGBT, atau biseksual.

Penyelenggara acara festival Darklands menyatakan virus cacar monyet di Belgia kemungkinan terbawa oleh pengunjung luar negeri yang datang ke festival tersebut.

Diketahui, Darklands merupakan acara bagi pria gay yang dimeriahkan oleh festival, pesta, pendidikan, serta tempat perbelanjaan. Acara itu berlangsung di Belgia selama empat hari dan berakhir pada 9 Mei lalu.

“Ada alasan untuk berasumsi bahwa virus dibawa oleh pengunjung dari luar negeri ke festival setelah temuan kasus baru-baru ini di negara lain,” tulis unggahan penyelenggara festival Darklands, seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (21/5/2022).

Penyelenggara festival Darklands mengunggah pernyataan tersebut di hari yang sama dengan konfirmasi temuan kasus cacar monyet oleh pejabat kesehatan.

Dalam unggahan itu, otoritas kesehatan masyarakat meminta penyelenggara festival menyarankan pesertanya untuk waspada terhadap luka yang tak biasa selama tiga minggu usai kontak fisik.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Belgia, Frank Vandenbroucke, melaporkan tiga kasus cacar monyet telah diidentifikasi di wilayah Flemish, Belgia.

Vandenbroucke mengatakan jumlah kasus tersebut tengah dipantau secara ketat usai adanya laporan penularan di Inggris, Portugal, dan Spanyol. Kasus itu ditemukan pada sebagian besar pria yang melakukan kontak fisik dengan pria lain.

Meski begitu, Vandenbroucke mengklaim bahwa risiko penularan terhadap populasi umum cenderung rendah.

Saat ini, total terdapat 76 kasus konfirmasi cacar monyet dan 65 kasus dugaan cacar monyet di negara-negara yang belum pernah melaporkan kasus.

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh insinyur manajemen Italia Antonio Caramia, kasus cacar monyet saat ini sebagian besarnya ditemukan di Eropa, khususnya Spanyol dan Portugal. Wabah penyakit ini dikatakan telah mendominasi benua tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat mencatat dua kasus cacar monyet yang telah dikonfirmasi.

“Wabah baru-baru ini yang dilaporkan di 11 negara sejauh ini tidak biasa, karena terjadi di negara-negara non-endemik,” demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (20/5).

Tercatat, lebih dari 1.300 kasus yang diduga cacar monyet dengan 58 kematian dilaporkan sebagai bagian dari wabah penyakit saat ini. Sebagian besar kasus baru terkonsentrasi di Republik Demokratik Kongo hingga awal bulan ini.

WHO menyatakan virus ini menyebar melalui kontak dekat dengan orang lain. Organisasi itu juga menyatakan bahwa melakukan stigmatisasi suatu kelompok tertentu hanya akan memperpanjang wabah. Sebab, stigma hanya mendorong orang untuk tak ingin mencari perawatan.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Kaitan belgia, cacar monyet, Festival gay, Monkeypox
Admin 22 Mei 2022 22 Mei 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Membengkak! Sebulan Utang Indonesia ke China Naik Rp 17,45 Triliun
Artikel Selanjutnya SEA Games 2021 (2022): Timnas Vietnam Pertahankan Emas Usai Kalahkan Thailand 1-0

APA YANG BARU?

Bentrok Lagi di Rempang, Amsakar Enggan Komentari “Saya Agak Goyang”
Artikel 3 jam lalu 83 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 5 jam lalu 111 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 6 jam lalu 120 disimak
Balita Terkunci di Mobil Saat Orang Tua Belanja di Bintan
Artikel 6 jam lalu 84 disimak
Proses Administrasi Penataan RT/RW Tanjungpinang Masih Berjalan
Artikel 6 jam lalu 94 disimak

POPULER PEKAN INI

“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 5 hari lalu 768 disimak
Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 4 hari lalu 591 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 6 hari lalu 378 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 4 hari lalu 312 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
Histori 6 hari lalu 309 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?