Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Rupiah melemah ke Rp 16.867 per dolar AS
    5 jam lalu
    Terungkap Identitas Mayat Pria di Perairan Galang, Seorang Bendahara di RSBP Batam
    11 jam lalu
    Bahan Pokok di Tanjungpinang Menjelang Ramadan: Harga Naik, Stok Mencukupi
    23 jam lalu
    Polsek Sagulung Tangkap Dua Tersangka Pelaku Curanmor
    23 jam lalu
    Polisi Buru Pelaku Dugaan Pencabulan Anak Sekolah di Bengkong
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    6 jam lalu
    Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
    12 jam lalu
    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
    15 jam lalu
    DPRD Batam Klaim Anggaran Pendidikan Tak Terdampak Program Makan Bergizi Gratis
    23 jam lalu
    Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Batam
    23 jam lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    1 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 jam lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 minggu lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Belgia Laporkan 3 Kasus Cacar Monyet Ditemukan dari Festival Gay di Antwerpen

Editor Admin 4 tahun lalu 683 disimak

KASUS Monkeypox atau cacar monyet terus meningkat di Eropa. Lonjakan kasus ini membuat kekhawatiran bagi negara-negara Eropa dan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Berdasarkan laporan pejabat Kesehatan Masyarakat Belgia, tiga kasus cacar monyet di negaranya. Kasus itu diduga berasal dari festival gay yang diselenggarakan di Antwerpen.

Sebelumnya, WHO melakukan rapat darurat membahas cacar monyet yang terus merebak. Yang menarik adalah, hampir seluruh penderita cacar monyet atau Monkeypox adalah pengikut gay, LGBT, atau biseksual.

Penyelenggara acara festival Darklands menyatakan virus cacar monyet di Belgia kemungkinan terbawa oleh pengunjung luar negeri yang datang ke festival tersebut.

Diketahui, Darklands merupakan acara bagi pria gay yang dimeriahkan oleh festival, pesta, pendidikan, serta tempat perbelanjaan. Acara itu berlangsung di Belgia selama empat hari dan berakhir pada 9 Mei lalu.

“Ada alasan untuk berasumsi bahwa virus dibawa oleh pengunjung dari luar negeri ke festival setelah temuan kasus baru-baru ini di negara lain,” tulis unggahan penyelenggara festival Darklands, seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (21/5/2022).

Penyelenggara festival Darklands mengunggah pernyataan tersebut di hari yang sama dengan konfirmasi temuan kasus cacar monyet oleh pejabat kesehatan.

Dalam unggahan itu, otoritas kesehatan masyarakat meminta penyelenggara festival menyarankan pesertanya untuk waspada terhadap luka yang tak biasa selama tiga minggu usai kontak fisik.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Belgia, Frank Vandenbroucke, melaporkan tiga kasus cacar monyet telah diidentifikasi di wilayah Flemish, Belgia.

Vandenbroucke mengatakan jumlah kasus tersebut tengah dipantau secara ketat usai adanya laporan penularan di Inggris, Portugal, dan Spanyol. Kasus itu ditemukan pada sebagian besar pria yang melakukan kontak fisik dengan pria lain.

Meski begitu, Vandenbroucke mengklaim bahwa risiko penularan terhadap populasi umum cenderung rendah.

Saat ini, total terdapat 76 kasus konfirmasi cacar monyet dan 65 kasus dugaan cacar monyet di negara-negara yang belum pernah melaporkan kasus.

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh insinyur manajemen Italia Antonio Caramia, kasus cacar monyet saat ini sebagian besarnya ditemukan di Eropa, khususnya Spanyol dan Portugal. Wabah penyakit ini dikatakan telah mendominasi benua tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat mencatat dua kasus cacar monyet yang telah dikonfirmasi.

“Wabah baru-baru ini yang dilaporkan di 11 negara sejauh ini tidak biasa, karena terjadi di negara-negara non-endemik,” demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (20/5).

Tercatat, lebih dari 1.300 kasus yang diduga cacar monyet dengan 58 kematian dilaporkan sebagai bagian dari wabah penyakit saat ini. Sebagian besar kasus baru terkonsentrasi di Republik Demokratik Kongo hingga awal bulan ini.

WHO menyatakan virus ini menyebar melalui kontak dekat dengan orang lain. Organisasi itu juga menyatakan bahwa melakukan stigmatisasi suatu kelompok tertentu hanya akan memperpanjang wabah. Sebab, stigma hanya mendorong orang untuk tak ingin mencari perawatan.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Kaitan belgia, cacar monyet, Festival gay, Monkeypox
Admin 22 Mei 2022 22 Mei 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Membengkak! Sebulan Utang Indonesia ke China Naik Rp 17,45 Triliun
Artikel Selanjutnya SEA Games 2021 (2022): Timnas Vietnam Pertahankan Emas Usai Kalahkan Thailand 1-0

APA YANG BARU?

Rupiah melemah ke Rp 16.867 per dolar AS
Artikel 5 jam lalu 59 disimak
Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
Ramadan 6 jam lalu 72 disimak
Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
Enjoy Karimun 7 jam lalu 72 disimak
Terungkap Identitas Mayat Pria di Perairan Galang, Seorang Bendahara di RSBP Batam
Artikel 11 jam lalu 92 disimak
Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
Ramadan 12 jam lalu 96 disimak

POPULER PEKAN INI

Harga Emas Batangan UBS Melonjak, Emas Antam Turun di Batam
Artikel 5 hari lalu 216 disimak
Dinas Penanaman Modal Kab. Bintan Raih Prestasi Wilayah Bebas Korupsi
Artikel 6 hari lalu 205 disimak
10 Pejabat Eselon II Kabupaten Karimun Dilantik Bupati Iskandarsyah
Artikel 5 hari lalu 192 disimak
Korupsi Rekayasa Ekspor CPO, Negara Rugi Capai Rp14 Triliun
Artikel 5 hari lalu 190 disimak
Pemko Batam dan Kejari Batam Tandatangani Nota Kesepahaman
Artikel 6 hari lalu 172 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?