BATAM Japan Club menelusuri jejak peninggalan Jepang di Kelurahan Sembulang, Galang, Batam, Kamis lalu (1/9). Bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, mereka mengunjungi Tugu Minamisebo.
Tugu ini menjadi penanda tewasnya ratusan serdadu Jepang saat menunggu kepulangan ke negaranya, pasca kekalahan Jepang di tangan pasukan sekutu pada perang dunia kedua tahun 1945 dulu.
“Kami terus mengoleksi cagar budaya maupun informasi tentang Batam yang nantinya bisa diangkat menjadi paket perjalanan wisata sejarah di Kota Batam,” ujar Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, saat mengunjungi Tugu Minamisebo bersama Direktur Batam Japan Club, Suzuno Akira yang didampingi Manager PT Sanipak Indonesia, Parlindungan Girsang.
Tugu Minamisebo merupakan jejak sejarah Jepang yang dapat menjadi destinasi wisata sejarah bagi wisatawan, khususnya yang berasal dari negeri matahari terbit tersebut.
“Kami juga mengangkat jejak sejarah Jepang ini di Museum Batam Raja Ali Haji, sehingga masyarakat luas dapat mengetahuinya,” katanya lagi.
Sebagai informasi, Tugu Minamisebo atau dikenal sebagai Tugu Jepang yang berada di Sembulang ini dibangun pada tahun 1981 oleh Rempang Friendship Association (RFA), sebuah lembaga non profit yang dibentuk oleh warga Jepang untuk mengenang ratusan serdadu Jepang yang tewas tersebut. Saat monumen ini dibangun, Batam masih berada di bawah Provinsi Riau dengan ibukota di Tanjung Pinang.
“Dari 112.708 serdadu Jepang, ada 128 serdadu yang meninggal saat menunggu kepulangan ke negaranya tersebut,” terangnya.
Kini, jejak-jejak bekas peninggalan Jepang itu diwujudkan dalam bentuk monumen berdiameter 3×3 meter. Disana terpampang nama-nama bekas tentara Jepang lengkap dengan foto-fotonya masing-masing.
Sementara itu, Direktur Batam Japan Club, Suzuno Akira mengaku baru mengetahui tentang monumen ini dari Disbudpar Batam.
“Saya berdoa untuk jiwa-jiwa orang yang meninggal di sini dan tidak dapat kembali ke Jepang setelah perang dunia ke-2,” kata pria yang menjadi eksekutif di PT Sanipak Indonesia di Batam tersebut.
Suzuno Akira juga mengaku akan menginformasikan tentang tugu serdadu Jepang itu kepada generasi seterusnya di negaranya. “Jika keluarga dari orang tersebut masih hidup, saya ingin bertemu dengan mereka,” ungkapnya (leo).


