Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
    1 hari lalu
    Batam Dominan Berawan, BMKG Imbau Waspada Asap Karhutla
    1 hari lalu
    Tim Gabungan Batam Tertibkan Delapan Bangunan Ilegal di Sagulung
    1 hari lalu
    Kualitas Udara Batam Membaik, Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Turun Drastis 50 Persen
    1 hari lalu
    BP Batam Alokasikan Rp665,11 Miliar untuk Infrastruktur dari Pagu Rp2,44 Triliun di 2027
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    11 jam lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    1 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    1 hari lalu
    Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
    1 hari lalu
    Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Ancaman ‘Gunung’ Sampah Produk Elektronik

Editor Admin 10 tahun lalu 1.3k disimak
Ilustrasi :

PERKEMBANGAN produk elektronik begitu pesat. Produk yang awalnya masuk kategori baru dan tren, cepat tergantikan produk susulannya hanya dalam beberapa tahun.

Produk-produk elektronik itu akhirnya menjadi usang termakan zaman. Sebagian ada yang diekspor ke negara-negara ketiga untuk bisa dimanfaatkan kembali.

Lantas, mereka jadi sampah. ‘Gunung’ sampahnya terus meninggi dan sangat berpotensi jadi masalah di kemudian hari.

Akibat melonjaknya permintaan dan penggunaan produk elektronik antara tahun 2010 hingga 2015, sampah elektronik (e-waste) di 12 negara Asia Timur dan Asia Tenggara naik hingga 63 persen dengan total bobot 12,3 juta ton.

Untuk perbandingan, angka tersebut merupakan 2,4 kali berat Piramida Giza di Mesir.

Dua belas negara yang dilansir memiliki sampah elektronik dalam jumlah besar tersebut adalah Kamboja, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Sementara itu, berdasarkan laporan Sustainable Cycles (SCYCLE) Programme (fail PDF) yang dirumuskan oleh United Nation University, Tiongkok atau Cina sendiri bertanggung jawab atas 6,7 juta ton sampah elekronik pada 2015. Angka tersebut naik 107 persen dibandingkan 2010.

Meski begitu, sampah elektronik di Tiongkok bukanlah yang tertinggi jika dihitung per kapita. Warga Hong Kong dan Singapura menjadi yang terbanyak dengan e-waste masing-masing sebanyak 21,7 kg dan 19,95 kg per orang. Taiwan menempati posisi ketiga dengan 19,13 kg per kapita.

Indonesia saat ini masih berada pada tingkat yang cukup rendah dengan sampah elektronik seberat 2,9kg per kapita.

Sedangkan Filipina (1,35kg), Vietnam (1,34kg), dan Kamboja (1,1kg) menjadi tiga yang terendah dari 12 negara tersebut.

“Bagi negara-negara yang sudah kekurangan infrastruktur untuk pengelolaan limbah elektronik yang berwawasan lingkungan, meningkatnya volume menjadi penyebab keprihatinan,” kata rekan penulis laporan Ruediger Kuehr  dari Universitas PBB.

Apa penyebab naiknya sampah elektronik ini?

Selain meningkatnya peredaran produk elektronik di pasar, para peneliti juga menyebutkan bertambahnya kelas menengah yang bisa membeli lebih dari satu produk elektronik, cepatnya periode pergantian produk akibat pesatnya perubahan teknologi tinggi dan tuntutan gaya hidup, serta aktivitas impor menjadi penyebab utama.

Saat Asia memproduksi volume sampah elektronik terbesar di dunia, sampah elektronik di Eropa dan Amerika ternyata juga naik. Jumlah kenaikannya juga besar, mencapai empat kali per kapita mereka.

Sebagian besar sampah elektronik di negara-negara barat tersebut telah diekspor ke negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia.

Hal itu memperbanyak sampah elektronik di negara-negara pengimpor itu. Padahal kebanyakan dari negara-negara tersebut kekurangan infrastruktur yang aman dan bersih untuk mendaur ulang.

Dilansir dari Eureka Alert (15/1), jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan cermat, maka sampah elektronik ini umumnya dibakar atau dicuci menggunakan asam untuk mengesktraksi tembaga dan logam lain di dalamnya.

Sayangnya, langkah-langkah ini ternyata dapat mencemari air dan udara. Akibatnya juga buruk ke lingkungan, yakni dapat menyuburkan kanker dan menurunkan tingkat kesuburan pekerja yang terpapar asapnya.

Cara-cara tersebut juga tidak dapat mengekstraksi nilai yang tersisa secara penuh. Kebanyakan sampah elektronik masih menyisakan material seperti emas, perak, paladium, dan tembaga. Umumnya material-material tersebut berasal dari papan sirkuit.

Lantas, jika tren produksi barang elektronik dan masa penggunaannya yang tergolong cepat terus terjadi, bagaimana nasib sampah-sampah elektronik dari produk sebelumnya yang terus menggunung? Bagaimana dampak yang bisa disebabkan oleh sampah-sampah tersebut?

Sepertinya, kita perlu bijak menyikapi penggunaan dan paska penggunaan produk-produk elektronik tersebut.

(dha)

Admin 18 Januari 2017 18 Januari 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemko Batam Siapkan Beasiswa Rp.2,1 Miliar Untuk Mahasiswa Berprestasi
Artikel Selanjutnya “Jual Beli Jabatan di Lingkaran ASN”

APA YANG BARU?

Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
Histori 11 jam lalu 143 disimak
Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
Artikel 1 hari lalu 177 disimak
143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
Pendidikan 1 hari lalu 156 disimak
Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
Ragam 1 hari lalu 156 disimak
Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
Catatan Netizen 1 hari lalu 186 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 5 hari lalu 458 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 6 hari lalu 409 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 4 hari lalu 354 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 6 hari lalu 354 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 6 hari lalu 348 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?