Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Terkendala Modal dan Pengelolaan, Kopdes Merah Putih di Pulau Buluh Batam Tutup
    3 jam lalu
    Diduga Puting Beliung Sapu Kawasan PT VME Batu Ampar, Sejumlah Bangunan Rusak
    8 jam lalu
    ZIS Tembus Rp21 Miliar, BAZNAS Batam Serahkan Laporan Audit ke Pemko
    11 jam lalu
    Unit Reskrim Polsek Sagulung Tangkap 2 Pria Perampas HP Anak 6 Tahun
    12 jam lalu
    Dihantam Gelombang Tinggi, Tugboat Tenggelam di Perairan Tambelan Bintan
    13 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Tersesat di Labirin Pulau-Pulau; Di Wilayah Kuasa Hamet dari Pulau Buluh”
    2 hari lalu
    Spanyol Juara Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Hujan Gol di Miami, Inggris Tekuk Prancis 6-4
    4 hari lalu
    Workshop Literasi Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
    5 hari lalu
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    7 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    22 jam lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    5 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    3 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Ancaman ‘Gunung’ Sampah Produk Elektronik

Editor Admin 10 tahun lalu 1.3k disimak
Ilustrasi :

PERKEMBANGAN produk elektronik begitu pesat. Produk yang awalnya masuk kategori baru dan tren, cepat tergantikan produk susulannya hanya dalam beberapa tahun.

Produk-produk elektronik itu akhirnya menjadi usang termakan zaman. Sebagian ada yang diekspor ke negara-negara ketiga untuk bisa dimanfaatkan kembali.

Lantas, mereka jadi sampah. ‘Gunung’ sampahnya terus meninggi dan sangat berpotensi jadi masalah di kemudian hari.

Akibat melonjaknya permintaan dan penggunaan produk elektronik antara tahun 2010 hingga 2015, sampah elektronik (e-waste) di 12 negara Asia Timur dan Asia Tenggara naik hingga 63 persen dengan total bobot 12,3 juta ton.

Untuk perbandingan, angka tersebut merupakan 2,4 kali berat Piramida Giza di Mesir.

Dua belas negara yang dilansir memiliki sampah elektronik dalam jumlah besar tersebut adalah Kamboja, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Sementara itu, berdasarkan laporan Sustainable Cycles (SCYCLE) Programme (fail PDF) yang dirumuskan oleh United Nation University, Tiongkok atau Cina sendiri bertanggung jawab atas 6,7 juta ton sampah elekronik pada 2015. Angka tersebut naik 107 persen dibandingkan 2010.

Meski begitu, sampah elektronik di Tiongkok bukanlah yang tertinggi jika dihitung per kapita. Warga Hong Kong dan Singapura menjadi yang terbanyak dengan e-waste masing-masing sebanyak 21,7 kg dan 19,95 kg per orang. Taiwan menempati posisi ketiga dengan 19,13 kg per kapita.

Indonesia saat ini masih berada pada tingkat yang cukup rendah dengan sampah elektronik seberat 2,9kg per kapita.

Sedangkan Filipina (1,35kg), Vietnam (1,34kg), dan Kamboja (1,1kg) menjadi tiga yang terendah dari 12 negara tersebut.

“Bagi negara-negara yang sudah kekurangan infrastruktur untuk pengelolaan limbah elektronik yang berwawasan lingkungan, meningkatnya volume menjadi penyebab keprihatinan,” kata rekan penulis laporan Ruediger Kuehr  dari Universitas PBB.

Apa penyebab naiknya sampah elektronik ini?

Selain meningkatnya peredaran produk elektronik di pasar, para peneliti juga menyebutkan bertambahnya kelas menengah yang bisa membeli lebih dari satu produk elektronik, cepatnya periode pergantian produk akibat pesatnya perubahan teknologi tinggi dan tuntutan gaya hidup, serta aktivitas impor menjadi penyebab utama.

Saat Asia memproduksi volume sampah elektronik terbesar di dunia, sampah elektronik di Eropa dan Amerika ternyata juga naik. Jumlah kenaikannya juga besar, mencapai empat kali per kapita mereka.

Sebagian besar sampah elektronik di negara-negara barat tersebut telah diekspor ke negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia.

Hal itu memperbanyak sampah elektronik di negara-negara pengimpor itu. Padahal kebanyakan dari negara-negara tersebut kekurangan infrastruktur yang aman dan bersih untuk mendaur ulang.

Dilansir dari Eureka Alert (15/1), jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan cermat, maka sampah elektronik ini umumnya dibakar atau dicuci menggunakan asam untuk mengesktraksi tembaga dan logam lain di dalamnya.

Sayangnya, langkah-langkah ini ternyata dapat mencemari air dan udara. Akibatnya juga buruk ke lingkungan, yakni dapat menyuburkan kanker dan menurunkan tingkat kesuburan pekerja yang terpapar asapnya.

Cara-cara tersebut juga tidak dapat mengekstraksi nilai yang tersisa secara penuh. Kebanyakan sampah elektronik masih menyisakan material seperti emas, perak, paladium, dan tembaga. Umumnya material-material tersebut berasal dari papan sirkuit.

Lantas, jika tren produksi barang elektronik dan masa penggunaannya yang tergolong cepat terus terjadi, bagaimana nasib sampah-sampah elektronik dari produk sebelumnya yang terus menggunung? Bagaimana dampak yang bisa disebabkan oleh sampah-sampah tersebut?

Sepertinya, kita perlu bijak menyikapi penggunaan dan paska penggunaan produk-produk elektronik tersebut.

(dha)

Admin 18 Januari 2017 18 Januari 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemko Batam Siapkan Beasiswa Rp.2,1 Miliar Untuk Mahasiswa Berprestasi
Artikel Selanjutnya “Jual Beli Jabatan di Lingkaran ASN”

APA YANG BARU?

Terkendala Modal dan Pengelolaan, Kopdes Merah Putih di Pulau Buluh Batam Tutup
Artikel 3 jam lalu 44 disimak
Diduga Puting Beliung Sapu Kawasan PT VME Batu Ampar, Sejumlah Bangunan Rusak
Artikel 8 jam lalu 114 disimak
ZIS Tembus Rp21 Miliar, BAZNAS Batam Serahkan Laporan Audit ke Pemko
Artikel 11 jam lalu 71 disimak
Unit Reskrim Polsek Sagulung Tangkap 2 Pria Perampas HP Anak 6 Tahun
Artikel 12 jam lalu 95 disimak
Dihantam Gelombang Tinggi, Tugboat Tenggelam di Perairan Tambelan Bintan
Artikel 13 jam lalu 104 disimak

POPULER PEKAN INI

ABH Lakukan Penyambungan Pipa Air, Berikut Wilayah yang Akan Terdampak
Artikel 2 hari lalu 680 disimak
Angka Kecelakaan Lalulintas di Batam Meningkat, Kematian di Jalan Turun
Artikel 4 hari lalu 355 disimak
Workshop Literasi Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
Pendidikan 5 hari lalu 340 disimak
Penolakan Lahan Sekolah Rakyat di Pulau Rempang
In Depth 6 hari lalu 320 disimak
Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
Tokoh 5 hari lalu 307 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?