Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Salurkan 33 Ribu Liter di Teluk Sebong
    13 jam lalu
    Kepala BP Apresiasi Kinerja Koperasi Karyawan (Kopkar) BP Batam
    17 jam lalu
    Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadhan, Pemkab Karimun Gelar Bazar Pangan Murah
    17 jam lalu
    Penganiayaan di Pelabuhan Punggur: Supir Truk Melapor ke Polisi
    18 jam lalu
    Pengemudi Ojek Online Ditemukan Meninggal di Batam
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Aksi Tanam Pohon di Kebun Raya, Dukung Program Gema Batam Asri
    1 hari lalu
    Jam Belajar Siswa di Batam Selama Ramadan 1447 Hijriah
    5 hari lalu
    Edukasi Hukum untuk Pelajar di Batam; Jaksa Masuk Sekolah
    5 hari lalu
    Kebakaran Hutan Taman Lestari, Bukit Hijau Berubah Jadi Hitam
    7 hari lalu
    Desa Wisata Pengudang Bintan, Bangkit Dengan Program Mangrove Nursery
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    1 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 minggu lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    1 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
    #ComingSoon Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Ancaman ‘Gunung’ Sampah Produk Elektronik

Editor Admin 9 tahun lalu 1.2k disimak
Ilustrasi :

PERKEMBANGAN produk elektronik begitu pesat. Produk yang awalnya masuk kategori baru dan tren, cepat tergantikan produk susulannya hanya dalam beberapa tahun.

Produk-produk elektronik itu akhirnya menjadi usang termakan zaman. Sebagian ada yang diekspor ke negara-negara ketiga untuk bisa dimanfaatkan kembali.

Lantas, mereka jadi sampah. ‘Gunung’ sampahnya terus meninggi dan sangat berpotensi jadi masalah di kemudian hari.

Akibat melonjaknya permintaan dan penggunaan produk elektronik antara tahun 2010 hingga 2015, sampah elektronik (e-waste) di 12 negara Asia Timur dan Asia Tenggara naik hingga 63 persen dengan total bobot 12,3 juta ton.

Untuk perbandingan, angka tersebut merupakan 2,4 kali berat Piramida Giza di Mesir.

Dua belas negara yang dilansir memiliki sampah elektronik dalam jumlah besar tersebut adalah Kamboja, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Sementara itu, berdasarkan laporan Sustainable Cycles (SCYCLE) Programme (fail PDF) yang dirumuskan oleh United Nation University, Tiongkok atau Cina sendiri bertanggung jawab atas 6,7 juta ton sampah elekronik pada 2015. Angka tersebut naik 107 persen dibandingkan 2010.

Meski begitu, sampah elektronik di Tiongkok bukanlah yang tertinggi jika dihitung per kapita. Warga Hong Kong dan Singapura menjadi yang terbanyak dengan e-waste masing-masing sebanyak 21,7 kg dan 19,95 kg per orang. Taiwan menempati posisi ketiga dengan 19,13 kg per kapita.

Indonesia saat ini masih berada pada tingkat yang cukup rendah dengan sampah elektronik seberat 2,9kg per kapita.

Sedangkan Filipina (1,35kg), Vietnam (1,34kg), dan Kamboja (1,1kg) menjadi tiga yang terendah dari 12 negara tersebut.

“Bagi negara-negara yang sudah kekurangan infrastruktur untuk pengelolaan limbah elektronik yang berwawasan lingkungan, meningkatnya volume menjadi penyebab keprihatinan,” kata rekan penulis laporan Ruediger Kuehr  dari Universitas PBB.

Apa penyebab naiknya sampah elektronik ini?

Selain meningkatnya peredaran produk elektronik di pasar, para peneliti juga menyebutkan bertambahnya kelas menengah yang bisa membeli lebih dari satu produk elektronik, cepatnya periode pergantian produk akibat pesatnya perubahan teknologi tinggi dan tuntutan gaya hidup, serta aktivitas impor menjadi penyebab utama.

Saat Asia memproduksi volume sampah elektronik terbesar di dunia, sampah elektronik di Eropa dan Amerika ternyata juga naik. Jumlah kenaikannya juga besar, mencapai empat kali per kapita mereka.

Sebagian besar sampah elektronik di negara-negara barat tersebut telah diekspor ke negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia.

Hal itu memperbanyak sampah elektronik di negara-negara pengimpor itu. Padahal kebanyakan dari negara-negara tersebut kekurangan infrastruktur yang aman dan bersih untuk mendaur ulang.

Dilansir dari Eureka Alert (15/1), jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan cermat, maka sampah elektronik ini umumnya dibakar atau dicuci menggunakan asam untuk mengesktraksi tembaga dan logam lain di dalamnya.

Sayangnya, langkah-langkah ini ternyata dapat mencemari air dan udara. Akibatnya juga buruk ke lingkungan, yakni dapat menyuburkan kanker dan menurunkan tingkat kesuburan pekerja yang terpapar asapnya.

Cara-cara tersebut juga tidak dapat mengekstraksi nilai yang tersisa secara penuh. Kebanyakan sampah elektronik masih menyisakan material seperti emas, perak, paladium, dan tembaga. Umumnya material-material tersebut berasal dari papan sirkuit.

Lantas, jika tren produksi barang elektronik dan masa penggunaannya yang tergolong cepat terus terjadi, bagaimana nasib sampah-sampah elektronik dari produk sebelumnya yang terus menggunung? Bagaimana dampak yang bisa disebabkan oleh sampah-sampah tersebut?

Sepertinya, kita perlu bijak menyikapi penggunaan dan paska penggunaan produk-produk elektronik tersebut.

(dha)

Admin 18 Januari 2017 18 Januari 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemko Batam Siapkan Beasiswa Rp.2,1 Miliar Untuk Mahasiswa Berprestasi
Artikel Selanjutnya “Jual Beli Jabatan di Lingkaran ASN”

APA YANG BARU?

Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Salurkan 33 Ribu Liter di Teluk Sebong
Artikel 13 jam lalu 86 disimak
Kepala BP Apresiasi Kinerja Koperasi Karyawan (Kopkar) BP Batam
Artikel 17 jam lalu 100 disimak
Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadhan, Pemkab Karimun Gelar Bazar Pangan Murah
Artikel 17 jam lalu 84 disimak
Penganiayaan di Pelabuhan Punggur: Supir Truk Melapor ke Polisi
Artikel 18 jam lalu 96 disimak
Pengemudi Ojek Online Ditemukan Meninggal di Batam
Artikel 20 jam lalu 86 disimak

POPULER PEKAN INI

Harga Emas Batangan UBS Melonjak, Emas Antam Turun di Batam
Artikel 4 hari lalu 198 disimak
Dinas Penanaman Modal Kab. Bintan Raih Prestasi Wilayah Bebas Korupsi
Artikel 4 hari lalu 192 disimak
10 Pejabat Eselon II Kabupaten Karimun Dilantik Bupati Iskandarsyah
Artikel 4 hari lalu 183 disimak
Korupsi Rekayasa Ekspor CPO, Negara Rugi Capai Rp14 Triliun
Artikel 4 hari lalu 182 disimak
Pemko Batam dan Kejari Batam Tandatangani Nota Kesepahaman
Artikel 4 hari lalu 164 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?