Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
    21 jam lalu
    13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
    22 jam lalu
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    2 hari lalu
    Untuk Kurangi Kemacetan, Jalan Tengku Sulung Segera Dilebarkan
    2 hari lalu
    BP Batam Perkuat Komunikasi dengan Pelaku Usaha Terkait PTSP dan OSS
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
    1 hari lalu
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    1 hari lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    2 hari lalu
    Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026
    3 hari lalu
    Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    6 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Ancaman ‘Gunung’ Sampah Produk Elektronik

Editor Admin 9 tahun lalu 1.2k disimak
Ilustrasi :

PERKEMBANGAN produk elektronik begitu pesat. Produk yang awalnya masuk kategori baru dan tren, cepat tergantikan produk susulannya hanya dalam beberapa tahun.

Produk-produk elektronik itu akhirnya menjadi usang termakan zaman. Sebagian ada yang diekspor ke negara-negara ketiga untuk bisa dimanfaatkan kembali.

Lantas, mereka jadi sampah. ‘Gunung’ sampahnya terus meninggi dan sangat berpotensi jadi masalah di kemudian hari.

Akibat melonjaknya permintaan dan penggunaan produk elektronik antara tahun 2010 hingga 2015, sampah elektronik (e-waste) di 12 negara Asia Timur dan Asia Tenggara naik hingga 63 persen dengan total bobot 12,3 juta ton.

Untuk perbandingan, angka tersebut merupakan 2,4 kali berat Piramida Giza di Mesir.

Dua belas negara yang dilansir memiliki sampah elektronik dalam jumlah besar tersebut adalah Kamboja, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Sementara itu, berdasarkan laporan Sustainable Cycles (SCYCLE) Programme (fail PDF) yang dirumuskan oleh United Nation University, Tiongkok atau Cina sendiri bertanggung jawab atas 6,7 juta ton sampah elekronik pada 2015. Angka tersebut naik 107 persen dibandingkan 2010.

Meski begitu, sampah elektronik di Tiongkok bukanlah yang tertinggi jika dihitung per kapita. Warga Hong Kong dan Singapura menjadi yang terbanyak dengan e-waste masing-masing sebanyak 21,7 kg dan 19,95 kg per orang. Taiwan menempati posisi ketiga dengan 19,13 kg per kapita.

Indonesia saat ini masih berada pada tingkat yang cukup rendah dengan sampah elektronik seberat 2,9kg per kapita.

Sedangkan Filipina (1,35kg), Vietnam (1,34kg), dan Kamboja (1,1kg) menjadi tiga yang terendah dari 12 negara tersebut.

“Bagi negara-negara yang sudah kekurangan infrastruktur untuk pengelolaan limbah elektronik yang berwawasan lingkungan, meningkatnya volume menjadi penyebab keprihatinan,” kata rekan penulis laporan Ruediger Kuehr  dari Universitas PBB.

Apa penyebab naiknya sampah elektronik ini?

Selain meningkatnya peredaran produk elektronik di pasar, para peneliti juga menyebutkan bertambahnya kelas menengah yang bisa membeli lebih dari satu produk elektronik, cepatnya periode pergantian produk akibat pesatnya perubahan teknologi tinggi dan tuntutan gaya hidup, serta aktivitas impor menjadi penyebab utama.

Saat Asia memproduksi volume sampah elektronik terbesar di dunia, sampah elektronik di Eropa dan Amerika ternyata juga naik. Jumlah kenaikannya juga besar, mencapai empat kali per kapita mereka.

Sebagian besar sampah elektronik di negara-negara barat tersebut telah diekspor ke negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia.

Hal itu memperbanyak sampah elektronik di negara-negara pengimpor itu. Padahal kebanyakan dari negara-negara tersebut kekurangan infrastruktur yang aman dan bersih untuk mendaur ulang.

Dilansir dari Eureka Alert (15/1), jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan cermat, maka sampah elektronik ini umumnya dibakar atau dicuci menggunakan asam untuk mengesktraksi tembaga dan logam lain di dalamnya.

Sayangnya, langkah-langkah ini ternyata dapat mencemari air dan udara. Akibatnya juga buruk ke lingkungan, yakni dapat menyuburkan kanker dan menurunkan tingkat kesuburan pekerja yang terpapar asapnya.

Cara-cara tersebut juga tidak dapat mengekstraksi nilai yang tersisa secara penuh. Kebanyakan sampah elektronik masih menyisakan material seperti emas, perak, paladium, dan tembaga. Umumnya material-material tersebut berasal dari papan sirkuit.

Lantas, jika tren produksi barang elektronik dan masa penggunaannya yang tergolong cepat terus terjadi, bagaimana nasib sampah-sampah elektronik dari produk sebelumnya yang terus menggunung? Bagaimana dampak yang bisa disebabkan oleh sampah-sampah tersebut?

Sepertinya, kita perlu bijak menyikapi penggunaan dan paska penggunaan produk-produk elektronik tersebut.

(dha)

Admin 18 Januari 2017 18 Januari 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemko Batam Siapkan Beasiswa Rp.2,1 Miliar Untuk Mahasiswa Berprestasi
Artikel Selanjutnya “Jual Beli Jabatan di Lingkaran ASN”

APA YANG BARU?

Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 21 jam lalu 229 disimak
13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
Artikel 22 jam lalu 204 disimak
Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
Pendidikan 1 hari lalu 192 disimak
Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 1 hari lalu 346 disimak
Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
Artikel 2 hari lalu 362 disimak

POPULER PEKAN INI

“Dari Karas Besar ke Sungai Dai, Menyinggahi Sarang Perompak Laut”
Histori 6 hari lalu 808 disimak
Masjid Ba’alwie Singapura: Masjid yang Mirip Museum
Catatan Netizen 6 hari lalu 714 disimak
Kepri Butuh 1.500 Guru Baru, Perekrutan Masih Dikaji Jelang Tahun Ajaran 2026
Pendidikan 6 hari lalu 700 disimak
BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Waspada Cuaca Hujan dan Kemunculan Buaya di Pesisir
Artikel 6 hari lalu 673 disimak
Polisi Gencarkan Patroli Malam di Coastal Area
Artikel 6 hari lalu 650 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?