Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pesawat ATR 400 Jogja – Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros
    1 hari lalu
    ABK Kapal Dilaporkan Jatuh di Perairan Tg Pinggir Batam
    2 hari lalu
    Libur Akhir Pekan, Banyak Warga Batam Berlibur ke Luar Negeri
    2 hari lalu
    Program Pinjaman Dana Bergulir, Dinas KUKM Batam Verifikasi 4 Berkas Pengajuan
    2 hari lalu
    Simpan Sabu, Polsek Bengkong Amankan Seorang Pria di Kamar Kontrakanya
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Kepulauan Batam di Awal Abad 20”
    2 minggu lalu
    Etnis Singapura, dan Masalah Mereka
    2 minggu lalu
    Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepulauan Riau 2025
    3 minggu lalu
    Pemko Batam Sediakan 4 Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar di Pesisir
    3 minggu lalu
    Kerongkongan Penuh Plastik, Bangkai Penyu Ditemukan di Pantai Bintan Lagoon
    3 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 minggu lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    3 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
    Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Batam
    3 minggu lalu
    Raja Osman (Raja Usman) Ibn Raja Ahmad
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 minggu lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    6 bulan lalu
    #ComingSoon Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    6 bulan lalu
    #Full Pelayanan Publik BP Batam : Ngobrol Bareng Deputi VI, Ariastuty Sirait
    7 bulan lalu
    Pelayanan Publik BP Batam : Ngobrol Bareng Deputi VI, Ariastuty Sirait #ComingSoon
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Shipyard di Batam Banyak Pesanan Kapal, Butuh 8.000 Tenaga Kerja Ahli

Editor Admin 3 tahun lalu 2.3k disimak

MASA depan yang cukup baik menanti industri galangan kapal (shipyard) dan juga industri offshore di Batam tahun ini. Pesanan kapal terus berdatangan, karena kebutuhan armada lokal untuk mengangkut minerba sangat tinggi, begitu juga dengan proyek offshore di luar negeri. Tapi, sayangnya sektor pembuatan kapal ini tengah mengalami krisis ketenagakerjaan.

“Untuk 2023, semua galangan kapal penuh, karena pesanan dari 2022 belum terkejar. Ini penuh sampai 2024 nanti,” kata Ketua Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), Robin Pramana di Sagulung, Rabu (11/1).

Saat ini, pesanan pembuatan kapal memang penuh. Namun, persoalan yang dihadapi oleh shipyard dan juga offshore di Batam yakni kekurangan tenaga kerja ahli.

“Untuk sekarang memang lagi krisis. Kami butuh sekitar 5.000-8.000 orang untuk kegiatan shipyard dan offshore. Kami juga sudah minta bantuan Disnaker setempat untuk bantu cari tenaga kerja,” ungkapnya.

Karena banyak pekerjaan, maka shipyard sangat membutuhkan banyak tenaga kerja, khususnya welder, drafter, fitter dan scaffolder. Semua jenis pekerjaan ini merupakan bagian dari perencanaan pembuatan sebuah kapal.

Welder bertugas menyambungkan logam dengan teknik pengelasan. Drafter bertugas menyiapkan gambar-gambar kerja teknis terkait kapal yang akan dibuat, sehingga gambar tersebut dapat memudahkan dalam proses pembuatan kapal.

Selebihnya, bagian fitter atau profesi pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan, pembuatan dan pemasangan konstruksi baja serta peralatan mesin mengikuti petunjuk yang diberikan engineering melalui gambar desain.

Kemudian, scaffolder atau pekerja dengan keahlian membuat bangunan konstruksi, serta untuk menyangga manusia dan bahan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya.

Menurut Robin yang juga Direktur PT Karya Teknik Utama (KTU) ini, ada sejumlah faktor yang menyebabkan minimnya tenaga kerja ahli di bidang shipyard di Batam.

“Pertama, karena penundaan yang terjadi karena perang Rusia-Ukraina, dimana pengiriman material semua terlambat. Lalu, di tahun 2022 curah hujan sangat tinggi. Sebenarnya bisa lebih cepat, tapi karena kondisi tersebut, jadi terkendala,” paparnya.

Selanjutnya, kondisi ekonomi. “Dulu tahun 2015, jumlah tenaga kerja mencukupi, tapi saat ekonomi turun di 2018 dan Covid di 2020 membuat shipyard dan offshore turun, sehingga banyak tenaga kerja ahli yang pulang kampung atau cari kerja di luar Batam,” paparnya.

Di tempat yang sama Ketua Harian BSOA, Novi Hasni mengatakan pesanan di pertengahan 2022 terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan kegiatan tambang di Sulawesi meningkat pesat.

Adapun pesanan kapal paling banyak yakni kapal tugboat dan tongkang. Lalu tanker dan barge, serta accomodation barge.

“Permintaan tinggi karena untuk mengangkut minerba. Jadi satu shipyard itu bisa diminta bangun 30 kapal karena dapat job yang berbarengan,” paparnya.

Proses pembuatan kapal di KTU Shipyard. F. rifki/gowest.id

Di sektor offshore, kegiatan eksplorasi dan pembangunan infrastruktur di tengah laut juga meningkat dengan pesat. Akibat dari hal tersebut, shipyard dan offshore sering berebutan tenaga kerja ahli.

“Tenaga pemotongan khususnya welder lagi banyak butuh, minil sertifikasi 3G dibutuhkan di galangan,” paparnya.

Untuk mencukupi kebutuhan tenaga kerja, banyak shipyard menyewa subkontraktor untuk mendapatkannya. Khusus di shipyard, dalam pembuatan sebuah kapal terbagi atas sejumlah tahapan atau proyek.

Dalam satu proyek, ada jenjang pekerjaan dari terendah ke yang tertinggi. “Shipyard sering pakai subkon. Kita subkonkan satu projek, dengan posisi-posisi yang sudah terpenuhi, misalnya dari welder, foreman, supervisor, project manager dan lainnya,” paparnya.

Terkait soal gaji, semenjak terbitnya PP 78/2015 tentang Pengupahan, gaji bukan lagi masalah bagi shipyard. “Dengan UMK tidak ada masalah lagi, dengan munculnya PP 78. Tiap perusahaan yang ada saat ini harus punya standar gaji,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Provinsi Kepri, Mangara Simarmata mengatakan industri shipyard butuh ribuan tenaga kerja, karena banyak pesanan pembuatan kapal.

“Ini menandakan bisnis shipyard di Batam tengah menggeliat. Sehingga dampaknya diharapkan dapat mendorong tingginya penyerapan tenaga kerja di Batam,” katanya seperti dikutip dari Antara baru-baru ini.

Mangara mengaku pihaknya akan berupaya maksimal memfasilitasi calon tenaga kerja dengan keahlian mumpuni untuk memenuhi permintaan industri galangan kapal di Kota Batam pada tahun 2023.

Ia mengakui jika kondisi saat ini masih terjadi ketimpangan antara keterampilan yang dimiliki pekerja dengan kebutuhan dunia industri tidak cocok.

“Contohnya, pekerja tukang las yang kita rekomendasikan ke industri galangan kapal, tapi ternyata belum memenuhi standar yang dibutuhkan perusahaan,” ujar Mangara.

Hal ini, menurutnya, menjadi pekerjaan besar yang harus diatasi Disnaker Kepri dengan memperbanyak kegiatan pelatihan kerja terhadap calon pencari kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di kabupaten/kota setempat (leo).

Kaitan BSOA, industri galangan kapal, kota, Novi Hasni, offshore batam, pembuatan kapal, robin pramana, shipyard batam, Tenaga kerja
Admin 11 Januari 2023 11 Januari 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Lewat Musrenbang, Wali Kota Respons Keluhan dan Himpun Usulan Pembangunan dari Warga Batam
Artikel Selanjutnya Angin Kencang, 4 Titik Pohon Tumbang dan Atap Dua Rumah Terangkat di Tanjungpinang

APA YANG BARU?

Pesawat ATR 400 Jogja – Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros
Artikel 1 hari lalu 102 disimak
ABK Kapal Dilaporkan Jatuh di Perairan Tg Pinggir Batam
Artikel 2 hari lalu 112 disimak
Libur Akhir Pekan, Banyak Warga Batam Berlibur ke Luar Negeri
Artikel 2 hari lalu 138 disimak
Program Pinjaman Dana Bergulir, Dinas KUKM Batam Verifikasi 4 Berkas Pengajuan
Artikel 2 hari lalu 153 disimak
Simpan Sabu, Polsek Bengkong Amankan Seorang Pria di Kamar Kontrakanya
Artikel 3 hari lalu 119 disimak

POPULER PEKAN INI

Peduli Korban Bencana Alam, PKC Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Artikel 3 hari lalu 351 disimak
Tanjungpinang dan Bintan Masih Berpotensi Dilanda Banjir Rob
Artikel 7 hari lalu 336 disimak
Cuaca Buruk Akibatkan Tongkang Hanyut, Terdampar di Pulau Raja Batam
Artikel 6 hari lalu 323 disimak
Harga Gas Terus Naik, Mengancam Daya Saing Batam Sebagai Kota Industri
Artikel 6 hari lalu 312 disimak
Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Jenazah Korban Kecelakaan Speedboat di Karimun
Artikel 7 hari lalu 300 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2025. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?