Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sarana Olahraga Engku Putri Rampung Direvitalisasi, Amsakar:”Batam Butuh Sinergi”
    19 jam lalu
    Perang Malaria di Tanjungpinang, 518 Kasus dalam Enam Bulan
    1 hari lalu
    Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam Digerebek Polisi
    1 hari lalu
    ASDP Batam Berlakukan Pas Masuk Pelabuhan
    1 hari lalu
    Kamis (25/06) Harga Emas di Batam Terpantau Menurun
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala Dunia 2026, Brace Vinicius Jr Pastikan Tim Samba Brasil Lolos Babak 32 Besar
    2 hari lalu
    Aplikasi Si-Pintar untuk Pendaftaran Sekolah Tahun 2026 di Bintan
    2 hari lalu
    KPAI Sesalkan Pawai Dukungan MBG Melibatkan Anak Sekolah di Batam
    3 hari lalu
    Pakar Hak Anak Soroti Pawai Dukungan MBG di Batam
    3 hari lalu
    Piala Dunia 2026: Enam Tim Lolos 32 Besar, Empat Lain Terhenti Lebih Awal
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    1 hari lalu
    Ikan Lepu (Lion Fish)
    3 hari lalu
    Pohon Bakau Api Api
    5 hari lalu
    Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
    5 hari lalu
    Pulau Benan, Lingga
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 hari lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    5 hari lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Shipyard di Batam Banyak Pesanan Kapal, Butuh 8.000 Tenaga Kerja Ahli

Editor Admin 3 tahun lalu 2.4k disimak

MASA depan yang cukup baik menanti industri galangan kapal (shipyard) dan juga industri offshore di Batam tahun ini. Pesanan kapal terus berdatangan, karena kebutuhan armada lokal untuk mengangkut minerba sangat tinggi, begitu juga dengan proyek offshore di luar negeri. Tapi, sayangnya sektor pembuatan kapal ini tengah mengalami krisis ketenagakerjaan.

“Untuk 2023, semua galangan kapal penuh, karena pesanan dari 2022 belum terkejar. Ini penuh sampai 2024 nanti,” kata Ketua Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), Robin Pramana di Sagulung, Rabu (11/1).

Saat ini, pesanan pembuatan kapal memang penuh. Namun, persoalan yang dihadapi oleh shipyard dan juga offshore di Batam yakni kekurangan tenaga kerja ahli.

“Untuk sekarang memang lagi krisis. Kami butuh sekitar 5.000-8.000 orang untuk kegiatan shipyard dan offshore. Kami juga sudah minta bantuan Disnaker setempat untuk bantu cari tenaga kerja,” ungkapnya.

Karena banyak pekerjaan, maka shipyard sangat membutuhkan banyak tenaga kerja, khususnya welder, drafter, fitter dan scaffolder. Semua jenis pekerjaan ini merupakan bagian dari perencanaan pembuatan sebuah kapal.

Welder bertugas menyambungkan logam dengan teknik pengelasan. Drafter bertugas menyiapkan gambar-gambar kerja teknis terkait kapal yang akan dibuat, sehingga gambar tersebut dapat memudahkan dalam proses pembuatan kapal.

Selebihnya, bagian fitter atau profesi pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan, pembuatan dan pemasangan konstruksi baja serta peralatan mesin mengikuti petunjuk yang diberikan engineering melalui gambar desain.

Kemudian, scaffolder atau pekerja dengan keahlian membuat bangunan konstruksi, serta untuk menyangga manusia dan bahan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya.

Menurut Robin yang juga Direktur PT Karya Teknik Utama (KTU) ini, ada sejumlah faktor yang menyebabkan minimnya tenaga kerja ahli di bidang shipyard di Batam.

“Pertama, karena penundaan yang terjadi karena perang Rusia-Ukraina, dimana pengiriman material semua terlambat. Lalu, di tahun 2022 curah hujan sangat tinggi. Sebenarnya bisa lebih cepat, tapi karena kondisi tersebut, jadi terkendala,” paparnya.

Selanjutnya, kondisi ekonomi. “Dulu tahun 2015, jumlah tenaga kerja mencukupi, tapi saat ekonomi turun di 2018 dan Covid di 2020 membuat shipyard dan offshore turun, sehingga banyak tenaga kerja ahli yang pulang kampung atau cari kerja di luar Batam,” paparnya.

Di tempat yang sama Ketua Harian BSOA, Novi Hasni mengatakan pesanan di pertengahan 2022 terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan kegiatan tambang di Sulawesi meningkat pesat.

Adapun pesanan kapal paling banyak yakni kapal tugboat dan tongkang. Lalu tanker dan barge, serta accomodation barge.

“Permintaan tinggi karena untuk mengangkut minerba. Jadi satu shipyard itu bisa diminta bangun 30 kapal karena dapat job yang berbarengan,” paparnya.

Proses pembuatan kapal di KTU Shipyard. F. rifki/gowest.id

Di sektor offshore, kegiatan eksplorasi dan pembangunan infrastruktur di tengah laut juga meningkat dengan pesat. Akibat dari hal tersebut, shipyard dan offshore sering berebutan tenaga kerja ahli.

“Tenaga pemotongan khususnya welder lagi banyak butuh, minil sertifikasi 3G dibutuhkan di galangan,” paparnya.

Untuk mencukupi kebutuhan tenaga kerja, banyak shipyard menyewa subkontraktor untuk mendapatkannya. Khusus di shipyard, dalam pembuatan sebuah kapal terbagi atas sejumlah tahapan atau proyek.

Dalam satu proyek, ada jenjang pekerjaan dari terendah ke yang tertinggi. “Shipyard sering pakai subkon. Kita subkonkan satu projek, dengan posisi-posisi yang sudah terpenuhi, misalnya dari welder, foreman, supervisor, project manager dan lainnya,” paparnya.

Terkait soal gaji, semenjak terbitnya PP 78/2015 tentang Pengupahan, gaji bukan lagi masalah bagi shipyard. “Dengan UMK tidak ada masalah lagi, dengan munculnya PP 78. Tiap perusahaan yang ada saat ini harus punya standar gaji,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Provinsi Kepri, Mangara Simarmata mengatakan industri shipyard butuh ribuan tenaga kerja, karena banyak pesanan pembuatan kapal.

“Ini menandakan bisnis shipyard di Batam tengah menggeliat. Sehingga dampaknya diharapkan dapat mendorong tingginya penyerapan tenaga kerja di Batam,” katanya seperti dikutip dari Antara baru-baru ini.

Mangara mengaku pihaknya akan berupaya maksimal memfasilitasi calon tenaga kerja dengan keahlian mumpuni untuk memenuhi permintaan industri galangan kapal di Kota Batam pada tahun 2023.

Ia mengakui jika kondisi saat ini masih terjadi ketimpangan antara keterampilan yang dimiliki pekerja dengan kebutuhan dunia industri tidak cocok.

“Contohnya, pekerja tukang las yang kita rekomendasikan ke industri galangan kapal, tapi ternyata belum memenuhi standar yang dibutuhkan perusahaan,” ujar Mangara.

Hal ini, menurutnya, menjadi pekerjaan besar yang harus diatasi Disnaker Kepri dengan memperbanyak kegiatan pelatihan kerja terhadap calon pencari kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di kabupaten/kota setempat (leo).

Kaitan BSOA, industri galangan kapal, kota, Novi Hasni, offshore batam, pembuatan kapal, robin pramana, shipyard batam, Tenaga kerja
Admin 11 Januari 2023 11 Januari 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Lewat Musrenbang, Wali Kota Respons Keluhan dan Himpun Usulan Pembangunan dari Warga Batam
Artikel Selanjutnya Angin Kencang, 4 Titik Pohon Tumbang dan Atap Dua Rumah Terangkat di Tanjungpinang

APA YANG BARU?

Sarana Olahraga Engku Putri Rampung Direvitalisasi, Amsakar:”Batam Butuh Sinergi”
Artikel 19 jam lalu 168 disimak
Perang Malaria di Tanjungpinang, 518 Kasus dalam Enam Bulan
Artikel 1 hari lalu 206 disimak
Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam Digerebek Polisi
Artikel 1 hari lalu 214 disimak
Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
Statistik 1 hari lalu 200 disimak
ASDP Batam Berlakukan Pas Masuk Pelabuhan
Artikel 1 hari lalu 218 disimak

POPULER PEKAN INI

Pohon Bakau Api Api
Rupa 5 hari lalu 500 disimak
HarbourFront Centre Singapura Tutup Mulai 27 Juli 2026
Artikel 5 hari lalu 413 disimak
Kunang-Kunang Kian Sulit Ditemui: Bioindikator Lingkungan yang Terancam
Lingkungan 5 hari lalu 403 disimak
Inflasi Perumahan Batam Meningkat pada Mei 2026
Statistik 5 hari lalu 399 disimak
Kemenko Perekonomian Tinjau Karimun untuk Optimalisasi Kawasan FTZ
Artikel 5 hari lalu 387 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?