KEPALA Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung, menyebutkan sekitar 300 sekolah tingkat SMA/SMK negeri dan swasta telah menerapkan Kurikulum Merdeka.
Andi Agung mengatakan, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Maka, penerapan Kurikulum Merdeka di setiap satuan pendidikan tetap menyesuaikan dengan kesiapan dan kondisi sekolah tersebut.
“Kita arahkan semua sekolah terapkan Kurikulum Merdeka. Kalau sekolah negeri dan swasta se-Kepri sekitar 300 sekolah, dan semua sudah Kurikulum Merdeka,” kata Andi Agung, dikutip dari Antara, Selasa (13/6/2023).
Ia menyampaikan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah SMA/SMK di wilayah Kepri sudah mulai sejak Tahun Ajaran 2022/2023.
Dalam meningkatkan kualitas penerapan Kurikulum Merdeka, pihaknya melakukan pelatihan secara rutin untuk guru-guru di sekolah dengan melibatkan pengajar dari sekolah penggerak sebagai mentor.
“Bahkan guru-guru yang sudah sekolah penggerak menjadi mentor untuk sekolah yang ada di Kepri, karena rohnya ini dari sekolah penggerak,” ujarnya.
Hingga saat ini, 52 sekolah di Provinsi Kepri telah mengikuti Program Sekolah Penggerak. “Untuk menjadi sekolah penggerak ada item yang harus dipenuhi. Materinya sudah ada dan tinggal diunduh saja melalui aplikasi yang ada,” kata Andi Agung.
Dengan kurikulum ini, kata dia, peserta didik dapat memilih pelajaran yang dikehendaki sesuai minat dan bakatnya dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek atau project base learning (PBL).
“Dengan pendekatan ini, masa depan anak didik tidak ditentukan sekolah, tapi oleh anak itu sendiri,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan guru juga diberikan keleluasaan dalam mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik.
(*/pir)


