Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dua Orang Anak Meninggal Dunia, Tenggelam di Waduk
    11 jam lalu
    BP Batam Pulihkan Bekas Lahan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan KKOP
    13 jam lalu
    Polisi Razia Knalpot Brong, Balap Liar, dan Kendaraan Tak Laik Jalan
    19 jam lalu
    Naik Moge Tanpa Helm, Ketua DPRD Kepri Akhirnya Ditilang
    22 jam lalu
    Antisipasi Kasus Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Batam Siapkan Ruang Isolasi
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    17 jam lalu
    5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
    18 jam lalu
    Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
    2 hari lalu
    “Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
    2 hari lalu
    Singapura Maju karena Sastra?
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    7 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    1 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    1 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
VOA Indonesia

Christine Hakim dan Pemberdayaan Perempuan di Sinema Indonesia

Editor Admin 1 tahun lalu 667 disimak
Aktris Indonesia Christine Hakim, yang merayakan 50 tahun kiprah di dunia perfilman tahun lalu, dalam sebuah adegan dari episode “Infected,” dari acara hit HBO “The Last of Us,” yang tayang pada tahun 2023. © F. Liane Hentscher/HBODisediakan oleh GoWest.ID

CHRISTINE Hakim telah berkarier di dunia perfilman Indonesia selama lebih dari 50 tahun. Penampilan terbarunya dalam film drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang dirilis bulan lalu menjadi pusat perhatian.

Daftar Isi
Sambutan hangatPerempuan dalam film dan sejarah

MESKI film tersebut menerima ulasan beragam di media Indonesia, akting aktris berusia 67 tahun ini sebagai seorang ibu dari empat anak yang baru menjadi janda dipuji sebagai “menakjubkan,” “luar biasa,” dan “mengesankan.”

Dalam wawancara bersama BenarNews, Christine merenungkan peran perempuan di perfilman Indonesia dan bagaimana industri ini telah berubah selama lima dekade perjalanan kariernya.

“Ketika saya mulai, peran perempuan di sinema Indonesia sangat spesifik,” ungkap Christine. “Mereka bekerja sebagai aktris, penata rias, dan desainer kostum. Sekarang, kita punya banyak sutradara, produser, dan sinematografer perempuan. Saya gembira dengan hal ini.”

Christine memulai debutnya dalam film Cinta Pertama pada 1973.

“Saya tidak muda lagi. Saya hampir berusia 70 tahun, tetapi saya masih bisa membintangi dan memimpin produksi sebuah film,” kata Christine kepada BenarNews.

“Ini bukan karena penghargaan yang telah saya menangkan yang membuat saya masih bisa berkarya, tetapi karena kemampuan saya untuk mendapatkan peran dan kepercayaan orang terhadap apa yang saya lakukan.”

Kemampuan inilah yang membawanya mendapatkan peran dalam serial HBO berbahasa Inggris bertema kiamat zombie, The Last of Us, yang tayang perdana tahun lalu.

Meskipun hanya peran kecil selama 8 hingga 10 menit, penampilan cameonya begitu memukau sehingga menjadi salah satu adegan yang paling banyak dibicarakan dari serial ini.

Adegan itu mendapat sambutan hangat di antara para kritikus dan penggemar serial tersebut di seluruh dunia.

Di platform media sosial Reddit, sebuah thread berjudul Christine Hakim absolutely nails her role as the mycologist (Christine Hakim benar-benar menguasai perannya sebagai ahli mikologi) didedikasikan untuk membahas kemampuan aktingnya.

“Adegan-adegannya adalah yang paling sering saya tonton ulang. Begitu kuat namun juga mengerikan,” kata seorang penggemar.

“Ini adalah salah satu momen terbaik sebelum semuanya kacau dalam media pasca-apokaliptik yang pernah saya tonton. Luar biasa,” tulis penggemar lain.

Aktris kawakan Christine Hakim, 67 tahun, dalam sebuah adegan dari film terbarunya, “Bila Esok Ibu Tiada,” yang dirilis pada 14 November 2024. [YouTube @Leo Pictures]

Sambutan hangat

SEJAK dirilis pada 14 November 2024, Bila Esok Ibu Tiada telah menjadi film terlaris ketujuh di Indonesia tahun ini, dengan lebih dari 3 juta tiket terjual.

Film ini mengeksplorasi kompleksitas penuaan, peran sebagai ibu, dan peran perempuan yang terus berkembang dalam masyarakat Indonesia.

Christine memerankan Rahmi, seorang ibu yang hidupnya berubah drastis setelah kematian suaminya, Haryo (diperankan oleh Slamet Rahardjo). Sebagai kepala keluarga dengan tiga anak perempuan dewasa dan seorang anak laki-laki remaja, Rahmi bergulat dengan kerumitan hubungan dalam keluarganya, yang diperparah oleh sikap tidak tahu terima kasih anak-anaknya dan persaingan antarsaudara.

Christine mengaku terkejut dengan sambutan hangat penonton terhadap film ini, mengingat genre horor dan laga biasanya lebih populer di Indonesia. Namun, ia senang bahwa penggambaran mendalam tentang dinamika keluarga dan perjuangan seorang ibu berhasil menarik perhatian luas.

Sutradara Amerika David Lynch (kedua dari kiri), yang saat itu menjabat sebagai presiden juri di Festival Film Cannes Internasional ke-55, berpose bersama sesama anggota juri aktris Indonesia Christine Hakim (kiri), aktris Amerika Sharon Stone (kedua dari kanan), dan aktris Malaysia Michelle Yeoh, di Cannes, Prancis, 15 Mei 2002. [Eric Gaillard /Reuters]

Perempuan dalam film dan sejarah

CHRISTINE mengaitkan kebangkitan kembali industri perfilman Indonesia pada tahun 2000-an dengan kehadiran sutradara dan produser perempuan yang membuat film beragam, membuka jalan bagi generasi pembuat film baru.

Sepanjang kariernya, Christine telah berupaya menyoroti peran perempuan, terutama melalui perannya sebagai Cut Nyak Dhien dalam film tahun 1988 yang mengisahkan perjuangan pemimpin perempuan Aceh melawan pasukan kolonial Belanda pada akhir abad ke-19.

Film tersebut memenangkan penghargaan Festival Film Cannes 1989 untuk Film Internasional Terbaik. Peran tersebut membuatnya mendapat pujian dari kritikus dan memperdalam pemahamannya tentang sejarah Indonesia.

“Peran tersebut membuat saya ingin belajar lebih banyak tentang negara saya, asal usul saya, dan peran perempuan dalam sejarah Indonesia,” katanya. “Saya tahu saya berasal dari Indonesia, tetapi saya tidak tahu apa artinya itu.”

“Saya senang Indonesia memiliki perempuan yang kuat seperti mereka, tetapi kita harus menggali sejarah kita,” katanya.

Christine juga menyoroti ikon perempuan lain seperti Raden Ayu Kartini – pelopor hak emansipasi perempuan serta Dewi Sartika, seorang pendidik terkemuka.

“Peran perempuan dalam sejarah kita sangat penting,” ujarnya.

“Jika ada politisi yang mengatakan perempuan tidak bisa memimpin negara ini, saya pikir mereka tidak memahami sejarah kita.”

Kaitan Aktris, christine hakim, film, perempuan
Admin 6 Desember 2024 6 Desember 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ada Pekerjaan Penyambungan Pipa di Tembesi, ABH Minta Pelanggan Bersiap
Artikel Selanjutnya Pengamat: Usul Menempatkan Kepolisian di Bawah Kemendagri Tak Jamin Netralitas dan Profesionalisme

APA YANG BARU?

Dua Orang Anak Meninggal Dunia, Tenggelam di Waduk
Artikel 11 jam lalu 131 disimak
BP Batam Pulihkan Bekas Lahan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan KKOP
Artikel 13 jam lalu 136 disimak
FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
Pendidikan 17 jam lalu 200 disimak
5.120 Pelajar Batam Tampilkan Tari Zapin Massal
Pendidikan 18 jam lalu 153 disimak
Polisi Razia Knalpot Brong, Balap Liar, dan Kendaraan Tak Laik Jalan
Artikel 19 jam lalu 145 disimak

POPULER PEKAN INI

PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 6 hari lalu 701 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 6 hari lalu 660 disimak
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
Artikel 6 hari lalu 636 disimak
Bus Sekolah Gratis di Tanjungpinang Masih Sepi Peminat
Pendidikan 4 hari lalu 555 disimak
Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Batam
Artikel 5 hari lalu 535 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?