Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot karena Pergeseran Pusat Aktivitas Warga
    13 jam lalu
    Dugaan Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta
    22 jam lalu
    Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
    2 hari lalu
    13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
    2 hari lalu
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
    5 jam lalu
    Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
    13 jam lalu
    Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
    2 hari lalu
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    2 hari lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    7 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

Rencana Kenaikan Gaji Guru: Solusi atau Sekadar Janji?

Editor Admin 1 tahun lalu 1.1k disimak
Ilustrasi, guru. Disediakan oleh GoWest. ID

RENCANA pemerintah meningkatkan gaji dan tunjangan guru sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045 memunculkan harapan baru di tengah krisis kesejahteraan tenaga pendidik.


NAMUN, para pakar dan pengajar skeptis dengan pemenuhan janji itu karena pemerintah belum mengambil langkah strategis untuk memastikan implementasi yang merata, termasuk untuk guru honorer.

Dalam pidato perayaan Hari Guru pada November lalu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan peningkatan kesejahteraan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) berupa tunjangan profesi yang jumlahnya setara 1 kali gaji pokok, serta tambahan tunjangan profesi sebesar Rp500 ribu bagi guru non-pegawai negeri bersertifikasi.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp81,6 triliun untuk kesejahteraan guru, serta Rp17,15 triliun untuk rehabilitasi 10.440 sekolah pada tahun 2025.

Retno Listyarti, anggota Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), mengatakan bahwa janji kenaikan gaji ini masih belum jelas arah implementasinya, terutama bagi guru honorer.

“Rencana pemerintah masih perlu didorong, terutama untuk memperbaiki kesejahteraan guru honorer murni,” kata Retno.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah guru di Indonesia mencapai sekitar 3,36 juta orang, sementara guru honorer berjumlah sekitar 430.000. Selain itu, terdapat juga 141.724 guru tidak tetap di kabupaten/kota.

Menurut survei Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), rata-rata gaji guru saat ini sebesar Rp2,84 juta per bulan, lebih rendah dari rata-rata upah buruh nasional yang mencapai Rp3,04 juta.

Bahkan, survei yang dilakukan Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan bahwa mayoritas guru honorer menerima gaji di bawah Rp2 juta, dan sebagian besar terpaksa mencari pekerjaan sampingan untuk bertahan hidup.

Guru honorer di Jakarta Timur yang diwawancarai BenarNews mengungkapkan, gaji mereka sering dirapel setiap tiga bulan, dengan nominal bergantung pada alokasi dana BOS dan kebijakan kepala sekolah.

“Gaji saya dirapel, tapi kebutuhan sehari-hari kan tetap ada,” ujar guru perempuan yang enggan disebut namanya karena alasan privasi.

Dalam konteks ini, janji kenaikan tunjangan Rp500 ribu bagi guru bersertifikasi yang bukan pegawai negeri tampak tidak relevan bagi guru honorer yang tidak memenuhi kriteria tersebut.

Rencana pemerintah juga menghadapi tantangan implementasi, terutama dalam memastikan dana dialokasikan secara merata dan tepat sasaran.

Ubaid Matraji, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), menilai bahwa kebijakan ini berpotensi menimbulkan kesenjangan baru jika hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Ubaid menilai bahwa banyak guru non-pegawai negeri mengalami kesulitan dalam mengikuti uji sertifikasi, karena adanya pembatasan kuota. Ia mencontohkan antrean sertifikasi guru madrasah yang bisa mencapai puluhan tahun.

“Pemerintah tidak menjalankan amanah konstitusi. Sudah 20 tahun setelah UU Sistem Pendidikan Nasional disahkan, masih banyak guru yang belum tersertifikasi,” ujar Ubaid.

Bulan lalu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya berencana mengatasi masalah sertifikasi guru.

“Sistem saat ini mengharuskan guru menunggu hingga 40 tahun untuk sertifikasi, yang berarti mereka sudah pensiun sebelum mendapatkannya,” kata Abdul Mu’ti dalam rapat kerja perdana dengan Komisi X DPR RI.

Mu’ti menyatakan bahwa pihaknya tengah mencari solusi atas permasalahan tersebut, termasuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Ini memang masalah yang perlu dicari jalan keluarnya, dan banyak hal yang memerlukan koordinasi dengan kementerian-kementerian lain,” ujarnya.

Selain masalah sertifikasi, FSGI mendesak pemerintah untuk meluruskan persepsi publik terkait pernyataan Prabowo mengenai kenaikan gaji guru, karena banyak guru swasta yang bergembira karena mengira ada kenaikan fantastis sebesar Rp 2 juta.

“Guru ASN mendapatkan tambahan kesejahteraan sebesar satu kali gaji pokok, yang sebenarnya sudah berlaku sejak pemerintahan sebelumnya. Jadi, tidak ada yang berubah,” ujar ujar Mansur, Wakil Sekretaris Jenderal FSGI.

“Guru-guru non-ASN [bersertifikat] nilai tunjangan profesinya ditingkatkan menjadi Rp2 juta yang semula Rp 1,5 juta. Namun para guru gagal paham pernyataan presiden,” kata Mansur dalam pernyataan yang dirilis FSGI.

Para pengajar sepakat bahwa kenaikan gaji harus menjadi bagian dari reformasi pendidikan yang lebih luas. Peningkatan kesejahteraan guru harus disertai dengan penyederhanaan status guru, percepatan proses sertifikasi, dan pengembangan kompetensi secara menyeluruh, kata mereka.

Doni Koesoema, seorang pengamat pendidikan, mengatakan bahwa lambannya proses sertifikasi juga disebabkan oleh rumitnya prosedur yang harus dilalui. mendapatkan surat keterangan dari pemerintah daerah untuk mengikuti ujian sertifikasi.

“Mekanismenya rumit. Guru honorer direkrut oleh pemerintah daerah dan sekolah, namun banyak daerah yang enggan menanggung beban biaya,” ujarnya. “Guru harus diperlakukan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tenaga kerja murah,” katanya.

Praktisi pendidikan mengatakan target ambisius pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai tanpa meningkatkan kesejahteraan guru.

Ubaid bahwa guru yang bergulat dengan beban ekonomi sulit untuk memberikan perhatian penuh pada proses belajar-mengajar.

“Mereka pasti tidak bisa fokus mendidik karena harus mencari pekerjaan tambahan. Akibatnya, kualitas pendidikan kita masih terseok-seok,” kata Ubaid.

Doni mengatakan bahwa kesejahteraan guru yang tidak menentu akan berpengaruh pada konsentrasi mereka dalam mengajar.
“Berbagai riset menunjukkan bahwa jika kesejahteraan tidak mencukupi, guru akan kesulitan untuk fokus pada tugas utamanya,” ujar Doni.

Sementara itu, guru perempuan yang diwawancarai BenarNews berharap pemerintah menyederhanakan status guru agar pengelolaan pendidikan lebih efektif.

“Saya ingin tidak ada lagi istilah guru honorer, PPPK [Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja], atau ASN. Semua guru adalah guru, tanpa kasta,” katanya.

Kaitan Gaji, guru
Admin 21 Desember 2024 21 Desember 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Warga Malaysia Yang Terlibat Dalam Bom Bali 2002 Dibebaskan dari Guantanamo
Artikel Selanjutnya Fenomena “No Viral, No Justice,” Bukti Kekecewaan Publik pada Penegakan Hukum

APA YANG BARU?

Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
Sports 5 jam lalu 97 disimak
Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot karena Pergeseran Pusat Aktivitas Warga
Artikel 13 jam lalu 181 disimak
Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
Lingkungan 13 jam lalu 161 disimak
Dugaan Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta
Artikel 22 jam lalu 191 disimak
Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 2 hari lalu 337 disimak

POPULER PEKAN INI

Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Batam
Pendidikan 6 hari lalu 616 disimak
Final Turnamen Voli Piala Wali Kota Batam Berakhir Ricuh
Sports 6 hari lalu 610 disimak
Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
Sports 5 hari lalu 576 disimak
Antisipasi El Nino Bulan Juni-Agustus, BP Batam Siapkan Operasi Hujan Buatan
Artikel 5 hari lalu 559 disimak
100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
Pendidikan 5 hari lalu 552 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?