SEJUMLAH Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batam, masih mengalami kekosongan untuk jenis bahan bakar Pertamax dan Pertamax Turbo. Hal ini membuat banyak pemilik kendaraan yang membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi harus menunggu sampai pasokan kembali normal.
Bagus Handoko, Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga Kepri, meminta maaf kepada masyarakat Batam atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menjelaskan bahwa masalah ini disebabkan oleh gangguan distribusi di tingkat nasional.
“Permintaan yang tinggi dari konsumen di SPBU non-Pertamina yang beralih ke Pertamina, terutama setelah penyesuaian kuota impor, menjadi salah satu pemicu gangguan pasokan,” sebut Bagus.
Meskipun pasokan Pertamax mengalami gangguan, Pertamina memastikan bahwa stok Pertalite tetap aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Perusahaan juga telah membuka Posko Subsidi Tepat guna membantu warga yang mengalami kesulitan dalam pendaftaran QR MyPertamina. Dalam situasi darurat ini, SPBU juga menyediakan QR darurat agar konsumen yang belum mendaftar tetap bisa dilayani.
Untuk mempercepat pemulihan pasokan, Pertamina telah mengaktifkan Satgas Nataru lebih awal, mulai dari 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Upaya untuk memperbaiki distribusi pasokan juga terus dilakukan, termasuk pengiriman Pertamax ke berbagai SPBU yang telah dimulai sejak 16 November.
Pertamina berharap proses distribusi Pertamax dan Pertamax Turbo dapat segera pulih, sehingga masyarakat Batam dapat menjalani perayaan Natal dan Tahun Baru tanpa masalah terkait bahan bakar.
(dha)


