SAAT melakukan kunjungan kerja di Batam, selain menyambut kedatangan wisatawan, Wakil Menteri Pariwisat (Wamenpar), Ni Luh Puspa, juga meninjau aktivitas libur Natal dan Tahun Baru di sejumlah destinasi di Kota Batam, salahsatunya ke Desa Wisata Kampung Tua Pandang Tak Jemu, Bakau Serip, Kec. Nongsa, pada Kamis (1/01/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Ni Luh Puspa menanam sedikitnya lima pohon mangrove dikawasan tersebut. Penanaman itu menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung wisata berbasis keberlanjutan.
“Saya sangat senang dan mendukung konsep regenerative tourism. Artinya, wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga ikut menjaga dan berbuat untuk alam, seperti menanam dan merawat mangrove,” ujar Ni Luh Puspa.
Menurutnya, Desa Wisata Pandang Tak Jemu, Bakau Serip memiliki peran strategis dalam edukasi lingkungan, terutama bagi pelajar. Setiap bulan, kawasan ini menerima ribuan kunjungan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kami akan terus memberikan dukungan agar wisata edukasi dan pelestarian lingkungan seperti ini bisa terus berkembang,” tambahnya.
Secara khusus, Wamenpar mengajak wisatawan untuk memasukkan desa wisata dalam daftar kunjungan, karena desa wisata menjadi salah satu pilar penguatan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Menurut Wamenpar, Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, misalnya, menawarkan wisata edukasi lingkungan dan alam.
“Tentu kita akan terus memberikan semangat agar wisata edukasi seperti ini dapat berkembang semakin baik,” ujar Wamenpar.
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Gari Dafit Semet, menjelaskan bahwa kawasan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman wisata yang bersifat reflektif dan edukatif.
Salah satu program unik yang ditawarkan adalah hipnoterapi alam.
“Pengunjung diajak membersihkan sampah plastik, menanam mangrove, lalu relaksasi di alam terbuka. Ada juga terapi memeluk pohon mangrove, berdoa, bahkan mencurahkan isi hati,” kata Gari.
Menurutnya, program tersebut banyak diminati wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura.
“Banyak yang merasa rileks dan bahagia. Bahkan ada yang memberi saya uang tips karena merasa pengalaman ini sangat berkesan,” ujarnya. (*)


