PEMERINTAH Daerah (Pemda) Karimun resmi melaunching logo city branding pada malam pergantian tahun 2025 – 2026 di Panggung Puteri Kemuning, Costal Area, Rabu (31/12/2025).
Identitas visual baru tersebut menjadi strategi Pemda Karimun dalam menata citra daerah baik di tingkat nasional maupun internasional, terutama untuk menarik minat investasi dan wisatawan.
“Kami meyakini dengan branding ini akan mempengaruhi citra Karimun di nasional dan internasional, apalagi posisinya geografis yang strategis,” ungkap Bupati Karimun, Iskandarsyah saat peluncuran logo.
Dengan branding ini, kata dia, tentu akan memperkuat posisi Karimun dengan tagline yang diusung yakni ‘Karimun Melaju dalam Harmoni”.
“Bonus demografi, kemajemukan suku dan agama masyarakatnya menjadi modal bagi Karimun untuk memperkuat pembangunan ke depan,” tegasnya.
Malam pelucuran tersebut juga diisi dengan lelang donasi berupa pakaian kaos eksklusif logo baru Karimun. Seluruh hasil donasi yang terkumpul berjumlah Rp28 juta akan disalurkan kepada korban bencana alam di Sumatra dan Aceh.
Logo baru Karimun sarat akan filosofi mendalam yang merepresentasikan akar budaya dan visi masa depan:
1. Bentuk ketupat (diamond) atau persegi yang diputar 45 derajat pada empat sisi (atas, bawah, kanan, dan kiri) dengan dominasi warna merah bermakna empat azam Kabupaten Karimun yakni:
* Azam Ekonomi Berdimensi Kerakyatan (kanan)
* Azam Iman dan Taqwa (atas)
* Azam Peningkatan Sumber Daya Manusia (bawah)
* Azam Pembangunan Seni dan Budaya (kiri)
2. Bentuk diamond pada bagian tengah berwarna merah diartikan sebagai simbol kesatuan.
3. Bentuk gunungan yang saling bertemu di keempat sisi memiliki makna berakar ke dalam.
4. Bentuk geometris terbuka menyerupai kelopak atau sudut-sudut yang mengarah ke luar merepresentasikan simbol visualisasi keterbukaan ke luar.
Sentuhan Melayu
Visualisasi logo ini tidak meninggalkan aspek sejarah dan budaya. Menurut Bupati, bentuk tulisan atau tipografinya terinspirasi dari Aksara Arab Melayu, sebuah penghormatan terhadap sejarah, adat dan budaya yang melekat erat di Karimun.
“Pemilihan warna pun memiliki pesan psikologis tersendiri. Warna hijau melambangkan harmoni dan keseimbangan alam serta kehidupan sosial,” beber Bupati.
Sedangkan untuk warna kuning, merupakan warna kebesaran suku Melayu yang melambangkan kejayaan dan martabat.
“Warna jingga mewakili energi, semangat dan kemajuan masyarakat,” pungkasnya.
“Dengan slogan “Melaju dalam Harmoni”, kami berharap masyarakat terus kompak dan bekerja sama. Kita ingin mewujudkan Kabupaten Karimun yang jauh lebih baik, lebih maju, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur kita,” tambah Bupati.
Iskandarsyah menambahkan, perubahan branding ini menandakan kesiapan pemerintah daerah untuk melakukan transformasi besar di tahun 2026.
“Bagi warga dan pelaku usaha, ini merupakan sinyal positif akan adanya keterbukaan investasi dan pengembangan potensi daerah yang lebih modern namun tetap ramah budaya,” tandasnya.
(*)


